Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Anies Sebut Kualitas Demokrasi Menurun

29/8/2023 21:00
Anies Sebut Kualitas Demokrasi Menurun
(MI/Seno)

SALAH satu ciri dalam negara demokrasi ialah adanya keterbukaan dan kebebasan berpendapat. Namun, yang terjadi di Indonesia belakangan ini, masyarakat takut untuk menyatakan pendapatnya, bahkan untuk sekadar mengeluhkan layanan sebuah bengkel lantaran dapat dianggap melakukan pencemaran nama baik.

Hal itulah yang menjadi keprihatinan Anies Baswedan yang disampaikannya pada kuliah umum kebangsaan di Balai Serbaguna Purnomo Prawiro, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI), Selasa (29/8).

Bakal calon presiden yang diusung PKS, Partai Demokrat, dan Partai NasDem itu menyatakan adanya self censorship atau sensor diri dalam masyarakat ketika mengkritik persoalan negara sendiri, terutama di media sosial, mengindikasikan kualitas demokrasi di Indonesia yang semakin menurun.

Menurut Anies, dalam sebuah negara demokrasi mestinya mengandalkan keterbukaan, kebebasan, dan kepercayaan, bukan ketakutan. Dalam kesempatan itu, ia juga mengkritisi Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Muatan beleid itu, menurut Anies, bermasalah dan berdampak pada kebebasan berekspresi.

Jujur harus diakui jika dibandingkan dengan era Orde Baru, kebebasan berekspresi di Indonesia semakin baik. Namun, mengutip data dari The Economist Intelligence Unit dan Freedom House, Amnesty International Indonesia menilai demokrasi Indonesia semakin merosot dalam 14 tahun terakhir.

Mereka menyoroti hak kebebasan sipil untuk berpendapat dan berekspresi. Freedom House juga menyoroti UU ITE yang dianggap dapat mengkriminalisasi distribusi atau aksesibilitas informasi. Dengan mengutip data Amnesty International Indonesia, ada 133 insiden serangan, baik digital maupun fisik, terhadap 225 jurnalis dan media antara Januari 2019 dan Mei 2022.

Bacapres dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan ini menilai pentingnya untuk merevisi UU ITE, terutama pasal-pasal karet yang dapat mengganggu kebebasan berekspresi. Semangat reformasi untuk membawa negara yang sebelumnya di bawah rezim otoritarian ke arah yang lebih demokratris, seharusnya tetap diteruskan bukan malah mundur ke belakang.

Oleh karena itu, upaya untuk memperbaiki kualitas demokrasi harus terus diikhtiarkan oleh semua pihak. Sebab, tanpa adanya kebebasan berpendapat dalam masyarakat, fungsi deliberatif dalam demokrasi tidak dapat dijalankan. Menjaga dan merawat kualitas demokrasi harus menjadi komitmen dan ikhtiar, terutama dari calon pemimpin bangsa ini ke depan.

Fisip UI yang menyenggarakan kuliah kebangsaan ini tentu patut diapresiasi. Momentum ini setidaknya telah memberi ruang kebebasan kepada sivitas akademika untuk berdiskusi, menyampaikan pendapat, ataupun mengkritik calon pemimpin negeri ini. Mereka juga berhak menagih komitmen para bacapres ini dalam menjaga dan merawat demokrasi. Semoga momen semacam ini juga dapat dihadiri oleh bacapres lainnya, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.