Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Banyak Pilihan Hidupkan Demokrasi

28/8/2023 21:00
Banyak Pilihan Hidupkan Demokrasi
(MI/Seno)

DUA kali pemilihan presiden dengan dua pasang calon telah berubah menjadi mimpi buruk bagi negeri ini. Sulit merasakan kehangatan sesama anak bangsa. Sepi percakapan dialogis yang mencerahkan, tetapi ramai dalam perdebatan yang berujung saling cela dan saling hina. Situasi terbelah menjadi kubu pembela versus pembenci pemerintah.

Polarisasi itu memang perlahan mulai mengendur dalam beberapa tahun terakhir, tapi residunya masih terasa. Tinggal menunggu percikan saja sebelum akhirnya kembali berkobar lalu menghanguskan tenun kebangsaan yang sudah susah payah terjalin.

Percikan tersebut amat mungkin kembali menyembur bila saja pemilihan presiden mendatang kembali dengan dua pasang calon. Hal ini tentu harus kita cegah. Publik sudah terlalu lelah jika ruang milik bersama terus diisi dengan pertikaian tanpa akhir. Polarisasi membuat orang sibuk berdebat lupa bekerja, asyik berwacana alpa berkarya.

Karena itu, kita harus mengingatkan tiga poros koalisi yang telah mengikat kerja sama agar tetap solid. Ketika masa pendaftaran calon presiden-calon wakil presiden 19 Oktober hingga 25 November 2023 dibuka, lahir pula tiga pasang calon yang merupakan putra-putri terbaik bangsa ini. Mereka hadir untuk adu ide, konsep, dan gagasan demi Indonesia yang semakin baik. Lebih banyak pasangan calon, ketimbang hanya dua, tentu akan menjadi keuntungan tersendiri. Rakyat memiliki banyak alternatif tawaran soal ide pembangunan, ide kebangsaan, dan ide-ide lainnya.

Tentu itu hanya akan terealisasi bila semua poros betul-betul menjaga soliditas menjelang masa pendaftaran. Poros Koalisi Perubahan untuk Persatuan yang mengusung Anies Baswedan, koalisi pengusung Prabowo Subianto, dan poros Ganjar Pranowo, tengah diuji soliditasnya terutama karena penentuan figur calon wakil presiden. Ada tarik-menarik, dan itu merupakan sebuah dinamika wajar dalam politik.

Bukan tidak mungkin dalam sebuah koalisi ada partai yang ingin figur calon wakil presiden segera diumumkan dan ada pula partai yang menyatakan sebaiknya pengumuman itu menunggu momentum tepat. Setiap pihak tentu punya rasionalitas tersendiri untuk mendukung pilihan mereka. Sepanjang itu demi tujuan yang sama, yakni kemenangan sang calon presiden, tentu semua pihak di koalisi tersebut harus bisa mencari win-win solutions.

Jangan karena beda strategi pemenangan, koalisi yang sudah susah payah dibangun malah bubar di tengah jalan. Bukan hanya partai-partai dalam koalisi itu yang dirugikan, melainkan juga rakyat yang memimpikan lahirnya banyak pasangan calon di Pemilu 2024. Ancaman kembalinya polarisasi akan membayang dan menjadi pil pahit bagi negeri ini.

Lagi-lagi kuncinya ialah soliditas yang terus terjaga menjelang masa pendaftaran. Menangkan demokrasi, hindari hanya dua pasang calon presiden-calon wakil presiden. Akan lebih bagus jika sedikitnya ada tiga pasang calon agar rakyat punya lebih banyak pilihan. Demokrasi di negeri ini perlu tumbuh dan berkembang dalam kondisi yang menggembirakan, bukan menakutkan.



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.