Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Terkepung Judi Online dan Pinjol Ilegal

29/8/2023 05:00
Terkepung Judi Online dan Pinjol Ilegal
(MI/Duta)

ADA tiga fenomena dalam beberapa tahun belakangan yang kalau diurai benang merahnya memiliki kesamaan musabab, yakni terutama buruknya kondisi perekonomian masyarakat. Inilah biang persoalan yang dilupakan atau tak terselesaikan sehingga ketiga fenomena tersebut, yaitu judi online, pinjaman online, dan jasa gadai, terus merajalela mencari mangsa.

Kita tahu judi online tetap saja marak. Bak mati satu tumbuh seribu, ia terus bermunculan kendati sudah puluhan ribu situs judi online dimatikan. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika, tak kurang dari 42 ribu situs judi di-takedown. Begitu banyak pula tersangka yang sudah ditangkap dan dipenjara.

Akan tetapi, sekali lagi, judi online masih gampang dijumpai. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pun mengungkapkan, perputaran uang judi online pada 2022 saja mencapai Rp81 triliun.

Kita tahu pinjaman online atau pinjol juga tetap marak. Teramat banyak situs pinjol ilegal yang telah diblokir, tak sedikit pelakunya yang diringkus. Namun, seperti halnya judi online, pinjol tak lekang oleh segala macam upaya pemberantasan. Data menunjukkan jumlah peminjaman di seluruh Indonesia pada April 2023 saja mencapai Rp50,5 triliun. Jumlah itu memang lebih sedikit ketimbang bulan sebelumnya yakni Rp51 triliun, tapi tetap saja besar, sangat besar.

Kita juga tahu jasa pegadaian sekarang tumbuh di mana-mana. Dengan beragam iming-iming, rumah gadai menggoda masyarakat yang gampang tergoda. Tak cuma offline, jasa gadai juga ditawarkan begitu rupa secara online. Tak hanya yang legal, banyak pula yang ilegal.

Judi online, pinjol khususnya yang ilegal, dan jasa gadai terutama yang tak resmi, berada di rumpun yang sama dalam menyesatkan masyarakat. Mereka seolah dewa penolong di tengah kesulitan, tetapi sejatinya penjerumus warga ke jurang penderitaan. Mereka menampung mimpi semu masyarakat yang berpikiran pendek untuk mendapatkan uang dengan gampang dan kontan, tetapi sejatinya menebar jebakan maut.

Tak terhitung lagi korban judi online dan pinjol. Tak hanya harta yang terkuras habis, bahkan nyawa pun menjadi taruhan. Bunuh diri atau membunuh orang lain gara-gara judi online atau pinjol adalah kisah nan memilukan tapi nyata di negeri ini.

Kenapa judi online, pinjol, dan jasa gadai tetap menggila? Banyak penyebabnya, di antaranya menjanjikan kemudahan, tuntutan gaya hidup, juga minimnya literasi keuangan masyarakat. Namun, di atas semua itu ialah faktor ekonomi.

Iming-iming untuk mendapatkan uang secara gampang dan kontan untuk memenuhi rupa-rupa kebutuhan hanya mempan kepada orang-orang yang tak punya uang. Itulah kenapa kebanyakan korban ialah masyarakat dengan ekonomi pas-pasan. Salah satu studi tentang kausalitas pinjol membuktikan hal itu.

Ada 10 penyebab masyarakat terjerat pinjol dalam studi itu, dan yang nomor satu ialah latar belakang ekonomi. Mereka berasal dari kalangan menengah ke bawah. Tekanan ekonomi juga menjadi faktor kenapa orang terperangkap kejamnya pinjol.

Maraknya judi online, pinjol, dan jasa gadai adalah gambaran bahwa sebenarnya kondisi ekonomi masyarakat tak baik-baik saja. Tidak seindah kata-kata mereka yang berkuasa.

Pemerintah boleh saja terus mengeklaim bahwa daya beli masyarakat masih kokoh, ekonomi rakyat masih kuat. Hasil survei juga boleh menyebutkan tingkat kepuasan kepada Presiden Joko Widodo di kisaran 80%. Jika benar, klaim dan angka itu tentu menggembirakan. Akan tetapi, jika menilik realitas yang ada, tak berlebihan kalau banyak yang meragukan.

Memberantas judi online dan pinjol dengan menutup situs atau meningkatkan literasi keuangan memang perlu. Namun, yakinlah, ia tak akan bisa menyudahi persoalan jika hulunya tak dituntaskan. Hulu itu, penyebab utama itu, ialah lemahnya ekonomi masyarakat menengah ke bawah.



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.