Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Debat di Kampus bukan Pamer Gimik

25/8/2023 21:00
Debat di Kampus bukan Pamer Gimik
(MI/Duta)

DUKUNGAN debat di kampus bagi para bakal calon presiden pascaputusan Mahkamah Konstitusi mengalir dari berbagai kalangan. Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia adalah kampus pertama yang menantang para bacapres, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto, untuk berdebat di Kampus Perjuangan. Selanjutnya, kampus-kampus ternama di Tanah Air juga berminat untuk menggelar debat bacapres atau capres setelah mereka mendaftar di Komisi Pemilihan Umum pada Oktober mendatang.

KPU tidak mempersoalkan para bacapres hadir di kampus karena status mereka saat ini ialah warga biasa alias belum capres sehingga bebas menemui siapa saja, termasuk menemui sivitas akademika. Debat bacapres di kampus adalah ruang bagi para calon pemimpin bangsa untuk beradu gagasan. KPU harus segera menyusun aturan mainnya sehingga debat capres di kampus setelah mereka resmi mendaftar berlangsung tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Debat capres di kampus adalah angin segar di tengah dinamika pencapresan saat ini yang masih didominasi oleh gimik politik, pencitraan, alias sesuatu yang tidak bersifat utama yang digunakan para capres untuk menarik perhatian. Para kandidat tebar pesona di sana-sini, dengan tampilan bersahaja menyapa rakyat, di perkampungan kumuh perkotaan hingga di perdesaan. Mereka berdalih menyerap aspirasi masyarakat, tapi lupa menawarkan gagasan untuk penyelesaian masalahnya.

Sah-sah saja gimik digunakan sebagai salah satu cara memasarkan diri demi popularitas. Namun, jika itu dilakukan terus-menerus tanpa masuk ke ranah substansi, jangan salahkan jika akhirnya masyarakat bosan. Akhirnya muncul kembali anekdot usang, 'siapa pun yang terpilih, bakal sama saja, nasib rakyat enggak akan berubah'.

Balik ke ide adu gagasan dari mahasiswa tadi, masyarakat yang kini semakin melek politik tentunya sudah sangat menantikan. Semua menunggu, siapa capres yang punya ide brilian, bukan bualan. Di hadapan sivitas akademika, ide para capres akan dibedah secara empiris sehingga teruji bisa-tidaknya ide itu direalisasikan dalam masa lima tahun kepemimpinan pasca-Pemilu 2024.

Mulai dari persoalan hukum yang bisa diatur sesuai selera, korupsi yang makin menjadi-jadi, perekonomian yang hanya dinikmati segelintir orang, biaya pendidikan dan kesehatan yang makin sulit dijangkau, sampai ke persoalan sosial masyarakat misalnya isu LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) dan keberagaman. Dari debat kampus dapat terlihat gamblang kualitas para capres, siapa yang baru punya ide dan siapa yang sudah siap menjalankannya. Siapa pula capres yang sekadar gagah-gagahan, tetapi bak pepatah ‘tong kosong nyaring bunyinya’.

Perdebatan di kampus adalah budaya akademik yang harus ditumbuhkembangkan di perguruan tinggi. Dari sisi mahasiswa juga harus bersiap melontarkan pertanyaan atau tanggapan berkualitas dengan argumentasi dan data yang valid. Bukan menonjolkan emosi. Forum perdebatan para capres di kampus ini sekaligus mengklarifikasi secara terbuka isu-isu yang terkait para kandidat capres. Para mahasiswa ini adalah bagian dari 52% pemilih muda yang akan berpartisipasi dalam Pemilu 2024. Ayo, tunggu apa lagi, mari berdebat di kampus!



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.