Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Royal untuk Amtenar di Tahun Pemilu

18/8/2023 05:00

APARATUR sipil negara (ASN) tentunya bersorak gembira saat mengetahui pidato pengantar RAPBN 2024 dan Nota Keuangan yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada Rabu, 16 Agustus. Betapa tidak, penaikan gaji ini merupakan yang pertama bagi PNS dan pensiunan setelah terakhir kali naik pada 2019.

Dalam RAPBN 2024, Presiden mengusulkan penaikan gaji untuk ASN pusat dan daerah serta TNI/Polri sebesar 8%, sedangkan pensiunan mendapat penaikan sebesar 12%. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, konsekuensi dari penambahan gaji ASN dan pensiunan ialah pemerintah harus mengalokasikan sekitar Rp52 triliun. Sri Mulyani menambahkan, pensiunan mendapat persentase penaikan lebih tinggi karena ASN masih mendapatkan beragam tunjangan selain gaji bulanan mereka.

Presiden dan para pembantunya tentunya sudah memperhitungkan secara matang dampak dari usulan menaikkan gaji ASN, termasuk menimbang-timbang antara manfaat menaikkan gaji para amtenar dan dampak fiskalnya. Jangan sampai, program prioritas lainnya terhambat lantaran alokasi dana berkurang demi menyenangkan hati PNS.

Selain gaji naik, pemerintah juga berencana membuka rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan total kuota 572.496 orang pada September 2023. Berarti negara ini harus menanggung lagi gaji bagi CPNS dengan standar gaji baru juga.

Fasilitas bagi PNS tidak terhenti di gaji dan pembukaan kuota penerimaan CPNS. Sri Mulyani juga sudah menerbitkan aturan yang menambah beragam fasilitas bagi PNS. Mulai besaran uang makan, uang lembur, perjalanan dinas, hingga alokasi pengadaan kendaraan listrik berbasis baterai (KLBB). Untuk pengadaan kendaraan listrik bagi eselon I bernilai lebih dari Rp966 juta per orang. Bahkan, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 49/2023 tentang Standar Biaya Masukan 2024 yang berlaku sejak 3 Mei 2023 itu juga mengatur sampai besaran biaya vitamin bagi ASN.

Sepanjang tahun sebelum Pemilu 2024 ini seakan ASN secara bertubi-tubi dihujani beragam kabar yang menggembirakan hati. Pemerintah beralasan penaikan gaji ASN ialah untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan. Selain itu, juga untuk mengakselerasi transformasi ekonomi dan pembangunan nasional.

Namun, jika kita melihat pola penaikan gaji ASN di pemerintahan Jokowi, baik periode pertama maupun kedua, yakni penaikan gaji ASN selalu diumumkan pada 16 Agustus setahun sebelum pemilu, yakni diumumkan pada 2018 dan 2023, sebelum Pemilu 2019 dan 2024.

Pola pengumuman gaji ASN itu tidak terjadi di era pemerintahan sebelumnya, seperti era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sembilan kali menaikkan gaji ASN, termasuk penaikan gaji 2015 yang merupakan kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tetapi diteken oleh Jokowi.

Dalam pidato kenegaraan dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-78 Proklamasi Kemerdekaan RI di Senayan, Presiden Jokowi juga mengungkapkan dirinya ialah seorang presiden. Mantan Wali Kota Solo ini bukan ketua umum parpol, ketua koalisi parpol, apalagi pak lurah sehingga Jokowi menegaskan tidak berwenang menentukan calon presiden ataupun wakil presiden pada Pemilu 2024. Pidato Jokowi ini membantah pernyataan sebelumnya yang terang-terangan akan cawe-cawe dalam suksesi kepemimpinan nasional agar tidak ada riak-riak yang membahayakan bangsa dan negara.

Penaikan gaji ASN tak bisa dinafikan bernuansa politis karena melihat pola penaikan gaji ASN yang sama, naik sebelum pemilu di era Jokowi sebelumnya. Terlebih mantan Gubernur DKI itu terlihat sangat berkepentingan untuk mendapat dukungan rakyat, khususnya ASN dan pensiunan karena Jokowi ingin capres dan cawapres terpilih ialah sosok-sosok yang bisa melanjutkan program-program pemerintahannya.

Di sisi lain, jangan sampai ragam kenikmatan yang diraih para pegawai pemerintah sampai mengurangi anggaran kesehatan, pertanian, atau bansos yang merupakan hak publik. Kalau sampai pos anggaran bagi publik justru terganggu, sama saja pemerintah membuka kecemburuan sosial. Kecemburuan antara pegawai yang mendapat gaji dari uang rakyat dan rakyat biasa.

Sebab, di saat sekitar 4,3 juta ASN menikmati penaikan gaji dan fasilitas, sekitar 270 juta penduduk Indonesia lainnya justru boro-boro naik gaji atau mendapat jatah mobil listrik, bisa bertahan hidup saja sudah bersyukur.

 



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.