Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

PDIP Mulai Berwajah Oposisi

17/8/2023 21:00

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan bisa dibilang merupakan partai pemerintah saat ini. Ini karena Presiden Joko Widodo selaku pemimpin pemerintahan merupakan kader partai berlambang kepala banteng itu. Bahkan, Jokowi disebut petugas partai.

Seiring makin dekatnya Pemilihan Umum 2024, PDIP dengan kadernya itu seperti menunjukkan riak-riak ketidakharmonisan. PDIP bersikap tidak selazimnya partai pemerintah yang semestinya mendukung kadernya. Namun, lebih menyerupai partai oposisi.

Misalnya, kritikan Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto terhadap proyek food estate atau lumbung pangan yang disebutnya sebagai

bagian dari kejahatan lingkungan.

Hasto menyebut praktik food estate telah disalahgunakan karena hutan-hutan dibabat habis, sementara food estate itu tak

terbangun dengan baik. Anggaran triliunan pun lenyap sehingga, menurut Hasto, hal itu jadi bagian dari kejahatan terhadap lingkungan.

Padahal, food estate merupakan program Presiden Jokowi. Proyek ini sudah dilontarkan Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR tahun 2020 lalu.

Food estate merupakan sebuah daerah yang ditetapkan sebagai lumbung pangan baru di Indonesia. Lumbung pangan baru tersebut juga bagian dari Program Startegis Nasional (PSN) tahun 2020-2024.

Riak keretakan PDIP dengan Presiden Jokowi juga merembet ke daerah. Saat konsolidasi kepala daerah se-Jawa Tengah asal partai banteng itu di Semarang pada Selasa (15/8), PDIP tidak mengundang putra Jokowi Gibran

Rakabuming Raka yang juga Wali Kota Solo.

Tentunya ini banyak mengundang perhatian publik karena Gibran banyak digadang sebagai pemimpin masa mendatang.

Gibran pun menyindir tidak diundangnya dirinya ke pertemuan konsolidasi itu karena dirinya masih ingusan. Yang diundang hanya para kepala daerah senior.

Bisa jadi kritikan PDIP terhadap program food estate dan tidak diundangnya Gibran dalam konsolidasi kepala daerah merupakan bentuk

keresahan partai tersebut. Sebab, PDIP mulai ditinggal anggota-anggota koalisinya dalam memuluskan langkah jagoannya Ganjar Pranowo sebagai presiden RI.

Sebagaimana diketahui, dua anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yakni Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional, telah tegas menyatakan merapat ke kubu bakal calon presiden Prabowo Subianto. Prabowo sendiri saat ini merupakan menteri pertahanan yang ditunjuk Presiden Jokowi memimpin proyek food estate.

Presiden Jokowi ditengarai memiliki pengaruh dalam perpindahan dukungan kedua partai anggota kabinetnya itu ke kubu Prabowo.

Setali tiga uang dengan Gibran. Putra sulung Presiden Jokowi itu juga disebut-sebut sebagai calon kuat bacawapres bagi Prabowo. Hal ini dipicu pertemuan keduanya pada Mei lalu di Solo. Meski setelah itu, Gibran menegaskan tetap tegak lurus dengan partai setelah diberi wejangan oleh seniornya di markas partai banteng di Jakarta.

Keresahan PDIP dengan kondisi yang berkembang ialah hal wajar. Namun, semestinya keresahan disampaikan bisa melalui mekanisme partai. Bukan diumbar ke publik sehingga dapat memicu pandangan adanya riak-riak ketidakharmonisan.

Keresahan PDIP juga tidak semestinya dilontarkan melalui kritik yang menegasikan kinerja kadernya. PDIP semestinya memberi solusi jika melihat adanya masalah program kerja pemerintah.

Kritik terbuka menjadi kontraproduktif jika justru datang dari elemen yang masih satu badan dengan pemerintah sendiri. Ibaratnya, PDIP seperti menepuk air di dulang terpercik muka sendiri.

Keresahan partai yang dibidani Megawati Soekarnoputri ini boleh jadi sudah memuncak karena kedekatan Jokowi dengan Prabowo belakangan ini sehingga mengesankan mantan Wali Kota Solo itu melakukan politik dua kaki pada Pemilu 2024. Belum lagi sejumlah Relawan Pro-Jokowi (Projo) sudah menggadang-gadang Prabowo sebagai bacapres.

Kedekatan Jokowi dan Prabowo berbuah manis karena mantan Danjen Kopassus itu mendapat insentif elektoral sehingga namanya meroket dalam survei elektabilitas sejumlah lembaga. Alhasil, bacapres PDIP Ganjar Pranowo tertinggal dalam survei elektabilitas.



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.