Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Antisipasi Cuaca Ekstrem di Papua

02/8/2023 05:00

CUACA kian ekstrem. Namun, kondisi tersebut juga tidak terjadi tiba-tiba. Karena itu, berulangnya bencana kelaparan di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, menunjukkan masih lemahnya antisipasi dampak cuaca ekstrem.

Cuaca ekstrem hingga minus 9 derajat celsius, khususnya di Distrik Agandugume dan Distrik Lambewi, Kabupaten Puncak, telah dilaporkan sejak Juni 2023. Temperatur yang jatuh kemudian diikuti juga dengan hujan es.

Akibatnya, tanaman warga menjadi layu dan busuk. Kondisi kian parah karena periode musim kemarau yang dibarengi El Nino membuat hujan tak turun. Maka, gagal panen pun menjadi nyata.

Hingga kini, dilaporkan, enam orang meninggal, termasuk anak-anak. Korban bisa saja bertambah karena 10 ribu orang lainnya juga terdampak kelaparan.

Kondisi tersebut mengingatkan kita pada bencana serupa yang terjadi di Agandugume pada 2015 saat daerah itu masih masuk Provinsi Papua. Pada Juli tahun itu pula hujan es dan kelaparan melanda wilayah-wilayah tetangganya yang juga berada di ketinggian lebih dari 2.000 mdpl. Salah satu yang terparah terjadi di Distrik Wano Barat, Kabupaten Lanny Jaya. Di sana 11 warga meninggal akibat kelaparan.

Pada 2015, di Lanny Jaya pula para aktivis lingkungan mengamati mulai munculnya fenomena embun beku. Fenomena tersebut muncul lagi pada 2019 dan sejak itu muncul terus setiap tahun hingga menyebabkan gagal panen.

Berdasarkan catatan BMKG, hujan salju terjadi pula di Papua Tengah pada 2019. Semua kondisi yang mengarahkan sama, yakni kemarau dan El Nino. Paduan kondisi itu menyebabkan perbedaan suhu yang sangat besar antara siang hari dan menjadi sangat dingin pada dini hari.

Maka, ketika pada Maret lalu BMKG memberikan peringatan terjadinya El Nino di Indonesia, antisipasi dampak cuaca ekstrem semestinya dilakukan sangat serius oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (pemda).

Kita memang tidak menutup mata perihal medan yang sulit di Tanah Papua. Ditambah lagi, sejumlah wilayah paling terdampak cuaca ekstrem itu juga menjadi lintasan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Masalah keamanan itu pun diakui Presiden Jokowi menyebabkan pilot tidak berani mendarat sehingga penyaluran bantuan terkendala.

Pada Senin (31/7), Presiden memerintahkan TNI untuk mengawal pendistribusian bantuan tersebut. Sebelumnya, pada Sabtu (29/7), Kepolisian Resor Puncak mengawal distribusi bantuan yang dilakukan Bupati Puncak Willem Wandik.

Bupati terbang menggunakan pesawat Reven Global Air dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Bandara Agandugume. Bantuan yang dibawa terdiri atas satu drum BBM, 400 kilogram bantuan makanan dari Panglima TNI, dan 200 kilogram bantuan makanan dari Pemkab Puncak. Dari berbagai video yang beredar, warga tampak sudah menunggu di sekitar landasan sehingga penyaluran bantuan dapat berlangsung cepat dan aman.

Kendati demikian, pengamanan yang lebih tinggi serta metode lain untuk penyaluran bantuan-bantuan berikutnya jelas harus sudah disiapkan. Terlebih, sesuai prediksi BMKG pula, puncak El Nino di Indonesia baru akan dimulai pada Agustus ini. Fenomena pemanasan suhu muka laut (SML) itu baru akan berakhir Desember nanti.

Pengawalan keamanan jelas menjadi faktor penting agar proses distribusi bantuan tepat sasaran. Tidak disusupi ataupun menjadi target sasaran penyerangan KKB.

Lebih jauh lagi pemerintah pusat harus bekerja lebih erat dengan pemerintah-pemerintah provinsi yang memang masih berusia muda itu demi menghasilkan sistem ketahanan pangan yang lebih baik, termasuk tahan cuaca ekstrem.

 

Pembuatan lumbung yang diusulkan sejumlah peneliti sejak beberapa waktu lalu perlu dikaji serius oleh pemerintah. Sistem lumbung, yang merupakan warisan nenek moyang, bukan saja dapat menjadi tumpuan di saat kemarau, tapi juga ikut menyokong kelestarian pangan lokal.



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.