Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
CITRA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terpuruk bukan hanya ada di kertas hasil survei persepsi publik. Ragam masalah menjadi pembenar atas kemerosotan kepercayaan publik ke lembaga yang merupakan anak kandung reformasi tersebut.
Seperti dari bocornya informasi penyelidikan dan pungutan liar di rumah tahanan. Selain itu, juga soal integritas para pimpinan lembaga antirasuah itu.
Tiga pimpinan KPK periode ini telah menjalani proses persidangan di Dewan Pengawas (Dewas). Mereka ialah sang ketua Firli Bahuri, Lili Pintauli, serta Johanis Tanak.
Johanis sebenarnya wajah baru dalam jajaran pimpinan KPK. Dia resmi mengisi kursi pimpinan KPK sejak 28 Oktober 2022, menggantikan Lili Pintauli Siregar yang diberhentikan oleh Presiden Joko Widodo.
Lili diduga menerima gratifikasi berupa fasilitas dari PT Pertamina (persero) saat menonton Moto-GP Mandalika pada Maret 2022.
Dewas KPK sempat menggelar satu kali persidangan tanpa kehadirannya. Dalam sidang etik pada 5 Juli 2022, Lili absen.
Sidang digelar meskipun Lili sebenarnya telah mengirimkan permohonan pengunduran diri dari KPK. Enam hari kemudian, sidang etik tetap digelar untuk memutuskan sidang tidak dapat dilanjutkan. Alasannya, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan keputusan presiden (keppres) yang menyetujui pengunduran diri Lili.
Lili kemudian digantikan oleh Johanis Tanak. Mantan jaksa yang kini juga menjalani sidang etik. Dalam sidang etik pada Senin (24/7), Johanis juga absen. Dalam persidangan, Dewas KPK memutuskan untuk menunda persidangan lantaran Johanis sedang cuti.
Setidaknya, dengan berlangsungnya sidang, Dewas KPK memastikan dua hal, yaitu memiliki cukup alat bukti dan kasus akan berjalan.
Sungguh ironi. Pengganti sosok yang terseret dugaan gratifikasi ialah sosok yang dilaporkan karena pesan chat cari fulus ke pelaksana harian Dirjen Minerba Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Muhammad Idris Froyoto Sihite.
Dewas KPK memastikan kasus etik yang menjerat Johanis bukanlah chattingan cari duit seperti yang dilaporkan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW). Akan tetapi, Dewas mendapati ada perbincangan lain lagi antara Johanis dan Sihite.
Tragisnya, perbincangan antara kedua orang itu terjadi bersamaan dengan penggeledahan Gedung Kementerian ESDM pada 27 Maret 2023. Penggeledahan terkait dugaan kasus rasuah penyaluran tunjangan kinerja (tukin) di Kementerian ESDM. Negara ditaksir merugi Rp27,6 miliar.
Media sosial sempat ramai dengan video penggeledahan tersebut. Dari video tersebut, diduga terjadi kebocoran surat perintah penyelidikan (sprinlidik) kasus itu yang melibatkan Ketua KPK Firli Bahuri.
Hanya, Dewas KPK dengan lantang memastikan tidak menemukan cukup bukti sehingga Dewas KPK menghentikan kasus tersebut.
Dewas KPK mengaku tidak menemukan bukti komunikasi antara Sihite dan Firli Bahuri. Dewas juga mengklaim tidak ada bukti Menteri ESDM Arifin Tasrif memerintahkan Sihite untuk menghubungi Firli.
Bertentangan dengan Dewas KPK, Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto menyatakan kasus kebocoran dokumen penyelidikan kasus korupsi Kementerian ESDM telah naik menjadi penyidikan. Kapolda bahkan mengaku telah menemukan peristiwa pidana dalam kasus tersebut.
Tumpak Panggabean dan kolega jangan hanya berani mengungkap secara gamblang skandal pelecehan seks dan pungutan liar di rumah tahanan (rutan).
Sejumlah dugaan pelanggaran etik justru dilemahkan oleh Dewas KPK. Lembaga ini seharusnya berada di garda terdepan menjaga muruah KPK. Moralitas dan integritas insan di KPK akan terjaga manakala Dewas memiliki taring untuk menegakkan etik.
Dewas jangan sampai hanya menampilkan dramaturgi ala Gedung Merah Putih dengan melahirkan keputusan yang antiklimaks dan tumpul ke atas. Ujian Dewas kali ini ada pada dugaan pelanggaran etik Johanis Tanak.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved