Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Perubahan untuk Indonesia Maju

17/7/2023 05:00
Perubahan untuk Indonesia Maju
Ilustrasi MI(MI/Duta)

INDONESIA adalah negara besar. Tak hanya populasi penduduknya sebagai salah satu yang terbesar di dunia, hampir 280 juta jiwa, Bumi Pertiwi pun adalah tanah yang luas, subur nan indah. Begitu pula kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, tak perlu diragukan lagi. Namun, Indonesia masih tertinggal jauh jika dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya.

Penyebabnya ialah tata kelola dan karakter bangsa yang jauh dari nilai-nilai yang dibuat oleh para founding fathers (pendiri bangsa), yakni berbudi luhur, sopan santun, tepo seliro, kepantasan dan kepatutan, gotong royong, dan saling menghargai. Nilai-nilai yang kini berkembang ialah individualisme, transaksionalisme, dan pragmatisme.

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menyampaikan hal itu pada Apel Siaga Perubahan Partai NasDem di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin. Menurutnya, Indonesia perlu gerakan perubahan. Gerakan yang tak hanya dimaknai secara fisik, tetapi juga dengan sikap mental untuk berubah ke arah yang lebih baik dan sesuai karakter bangsa Indonesia.

Gerakan perubahan yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan oleh Partai NasDem, Partai Demokrat, dan Partai Keadilan Sejahtera, dalam pandangan Surya Paloh, adalah senapas dengan Revolusi Mental. Namun, gerakan yang digagas Presiden Jokowi itu hanya macan kertas, jauh panggang dari api alias gagal total.

Seiring dengan tahun politik yang mulai memanas menuju Pemilu 2024, gerakan perubahan dicurigai bahkan ditakuti, dianggap membabi buta dan akan membongkar tatanan berbangsa dan bernegara yang sudah baik. Di sisi lain, pemerintahan Jokowi menawarkan gerakan keberlanjutan yang disebarkan menjadi narasi terbaik dalam suksesi kepemimpinan pada 2024. Keberlanjutan yang terkesan untuk menjaga politik mercusuar, seperti Ibu Kota Nusantara dan kekuasaan yang diemban oleh anak dan menantunya.

Perubahan adalah sunatullah atau kesemestian. Hukum alam yang senantiasa terjadi pada setiap elemen kehidupan. Tak ada yang kuasa menahan perubahan jika perubahan itu mutlak dilakukan untuk memperbaiki keadaan atau kehidupan. Demikian pula dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, perubahan adalah bagian dari dinamika perjalanan bangsa sejak zaman penjajahan Belanda hingga saat ini.

Api perubahan bangsa ini tak pernah padam. Terus menyala seiring dengan semangat bangsa ini memperbaiki kehidupan sesuai UUD 1945, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Realitas hari ini masih terjadi ketimpangan dalam berbagai lapangan kehidupan, seperti masalah kemiskinan, hukum, demokrasi, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan sumber daya manusia. Ketimpangan tersebut terjadi karena pembangunan yang sudah meminggirkan asas keadilan. Asas yang paling hakiki ketika kita berdiri sebagai bangsa yang berfalsafah Pancasila sesuai dengan sila kelima, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila ini seharusnya menjiwai seluruh aspek pembangunan.

Indonesia akan mencapai usia satu abad pada 2045 atau Indonesia Emas. Berdasarkan Visi Indonesia 2045, Indonesia bercita-cita menjadi negara maju dan masuk sebagai kekuatan lima besar dunia. Indonesia ingin mengejar pembangunan berkualitas dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata sebesar 6%-7%. Cita-cita yang tak mudah karena sejak saat ini harus meletakkan fondasi yang kukuh sebagai bangsa yang besar, disegani, dan berdiri tegak sejajar dengan bangsa-bangsa yang lebih maju lainnya.

Bung Karno berwasiat Indonesia bisa menjadi negara besar dengan jurus berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan. Tak elok rasanya jika berlanjut dengan revolusi mental yang gagal.



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.