Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Ramai-Ramai Hijrah ke Negeri Singa

14/7/2023 05:00
Ramai-Ramai Hijrah ke Negeri Singa
Ilustrasi MI(MI/Seno)

RIBUAN warga negara Indonesia (WNI) setiap tahunnya memilih beralih kewarganegaraan ke negeri jiran Singapura. Mereka adalah anak bangsa berpendidikan tinggi berusia produktif. Dengan kata lain, Ibu Pertiwi telah kehilangan ribuan anak muda yang berpotensi menjadi pemimpin masa depan bangsa ini.

Meski memiliki luas wilayah hanya sedikit lebih besar daripada DKI Jakarta, Singapura secara sistematis memberikan daya tarik bagi para pemuda, mulai dari menyebarkan undangan hingga menawarkan beasiswa bagi siswa cerdas untuk bersekolah. Fasilitas tersebut tentunya tidak cuma-cuma. Bantuan bagi pemuda cerdas itu memiliki embel-embel kewajiban bekerja di Singapura setelah kelulusan. Selanjutnya mereka akan ditawari untuk menjadi warga negara. Selain itu, ada pula yang beralih kewarganegaraan lantaran faktor pernikahan dan pekerjaan.

Beralihnya ribuan WNI tersebut telah menjadi realitas. Pemerintah pun berencana mengeluarkan strategi balasan berupa penerbitan golden talent visa untuk menjadi faktor penarik bagi talenta terbaik dari seluruh dunia agar berkontribusi bagi Indonesia.

Visa berbasis kemampuan itu akan diberikan kepada warga negara asing dengan keahlian atau keterampilan yang mumpuni untuk berkontribusi terhadap perekonomian dan pengembangan sumber daya manusia di Indonesia. Pemberian visa tersebut antara lain akan bisa berlaku bagi lulusan 100 universitas terbaik dunia dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,5 dan dibuktikan dengan ijazah. Selain itu, tenaga ahli besertifikasi.

Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Silmy Karim juga memaparkan ada 3.912 WNI yang beralih status menjadi warga negara (WN) Singapura sepanjang 2019-2022. Silmy mengatakan, dengan jumlah tersebut, rata-rata WNI yang beralih jadi WN Singapura ialah 1.000 orang per tahun. Dia pun berencana menerbitkan golden talent visa agar Indonesia bisa merekrut sumber daya manusia yang produktif dan potensial dari seluruh dunia.

Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryopratomo mengungkapkan fenomena tersebut tidak terlepas dari globalisasi, terkhusus di ASEAN. Pasalnya, di sisi lain, tidak sedikit juga warga negara Singapura yang memilih menjadi WNI.

Singapura memberikan daya tarik bagi anak muda Indonesia, seperti gaji yang bisa menutupi biaya dan standar hidup tinggi. Mengacu pada situs komparasi gaji dan portal karier, Salary Explorer, rata-rata gaji di Indonesia ialah Rp12,1 juta, dengan kisaran gaji terendah Rp3 juta dan gaji tertinggi Rp54 juta. Adapun di Singapura, rata-rata gaji mencapai Rp94 juta dengan rentang gaji terendah Rp24 juta dan gaji tertinggi lebih dari Rp420 juta.

Singapura telah tergolong sebagai negara maju dan memiliki pendapatan per kapita tertinggi di ASEAN. Bila diperbandingkan, pendapatan per kapita Indonesia belum mencapai 10% dari Singapura. Belum lagi, masih jutaan penduduk Indonesia yang masuk kategori miskin ekstrem. Kemudian, Singapura sempat didaulat sebagai salah satu negara teraman di dunia.

‘Negeri Singa’ juga menjadi negara yang memiliki pelayanan kesehatan terbaik di Asia Tenggara. Pada 14 Juni, Presiden Joko Widodo sempat mengeluhkan fenomena sekitar 1 juta WNI yang memilih berobat ke luar negeri seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Jepang. Walhasil, Indonesia pun kehilangan devisa sekitar Rp170 triliun lantaran orang-orang memilih berobat ke luar negeri.

Berdasarkan keyakinan Presiden, kualitas dan kemampuan dokter Indonesia tidak kalah jika dibandingkan dengan tenaga kesehatan negara asing, kendati mengakui bahwa negara asing unggul dalam kecanggihan alat kesehatan.

Yang jadi persoalan, seperti pernah disebutkan sejumlah filsuf, manusia pada dasarnya adalah makhluk ekonomi. Manusia memiliki kemampuan untuk membuat keputusan secara rasional untuk meraih keuntungan. Bagi manusia rasional, daya tarik yang diberikan oleh Singapura adalah sebuah pilihan paling masuk akal. Sebagai makhluk ekonomi, anak muda tentu memilih untuk meniti penghidupan di negara yang mampu memberikan penghidupan lebih baik. Jadi, tantangan bagi pemerintah ialah memunculkan daya tarik bagi WNI untuk memilih bertahan di Tanah Air.

Adanya rencana pemberian kemudahan bagi warga negara asing jangan sampai menomorduakan putra-putri Ibu Pertiwi. Jika dibiarkan, Indonesia akan kehilangan generasi produktif dan berkualitas. Pemerintah harus hadir dan mampu menarik para diaspora asal Indonesia dengan cara memberikan kehidupan dan penghidupan yang setimpal.



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.