Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Melecut Koperasi Naik Kelas

12/7/2023 05:00
Melecut Koperasi Naik Kelas
Ilustrasi MI(MI/Seno)

POTRET buram masih menghiasi wajah koperasi di Indonesia, yang hari ini memasuki usia ke-76 tahun. Koperasi masih terpinggirkan akibat salah urus, koruptif, dan meninggalkan anggota yang seharusnya memiliki kedaulatan di dalam lembaga ekonomi rakyat tersebut.

Kasus sejumlah koperasi simpan pinjam yang belakangan ini marak melakukan penggelapan dana masyarakat menambah kusam wajah koperasi. Kasus gagal bayar di delapan koperasi simpan pinjam sewaktu pandemi covid-19 merugikan anggotanya hingga mencapai Rp26 triliun.

Selain karena belum berbasiskan good cooperative governance, yakni transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi, tata kelola koperasi juga masih politis. Pengelolanya kerap saling sikut, bahkan cakar-cakaran untuk berebut posisi di koperasi. Mereka ujung-ujungnya menjadikan koperasi sebagai tunggangan untuk meraih posisi politik yang tinggi di masyarakat. Contohnya, di Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) masih terjadi perpecahan. Ada dualisme kepengurusan yang masih belum terselesaikan.

Kalau melihat fakta-fakta tersebut, proklamator Bung Hatta mungkin akan menangis karena koperasi yang dicita-citakan menjadi soko guru perekonomian Indonesia masih jauh panggang dari api. Kehadiran koperasi di Tanah Air tak sekadar tuntutan konstitusi, tapi sudah menjadi bagian napas ekonomi rakyat. Menurut Bung Hatta, satu-satunya jalan bagi rakyat untuk melepaskan diri dari kemiskinan ialah dengan memajukan koperasi di segala bidang.

Sebagai bangsa Indonesia yang memiliki dasar negara Pancasila seharusnya kita malu dengan negara-negara yang koperasinya maju dan terdepan bersaing dengan lembaga ekonomi atau bisnis yang lain. Tengok saja koperasi di Spanyol yang bernama Mondragon Corporation. Koperasi pekerja yang didirikan pada 14 April 1956 di Kota Mondragon itu sejak awal berdiri sangat menekankan asas kekeluargaan dan kerja sama. Asas itu terlihat pada kebijakan dan sikap para pengurus dan anggotanya. Koperasi ini mampu bertahan dari krisis. Bahkan, saat ini menjadi perusahaan ke-7 terbesar di ‘Negeri Matador’. Hebatnya lagi, anak perusahaan Mondragon Corporation sudah bisa dijumpai di beberapa negara seperti Mesir dan Tiongkok, serta beberapa negara Asia lainnya.

Kisah sukses koperasi lainnya ialah Zen-Noh di Jepang, yang merupakan induk koperasi pertanian yang berdiri pada 1972 di negara itu. Koperasi ini beranggotakan 10 koperasi pertanian tingkat sekunder (provinsi), 43 koperasi sekunder khusus, dan 66 koperasi bermacam jenis. Jumlah anggotanya yang mencapai jutaan. Zen-Noh terus berkembang dan mampu melampaui zaman yang banyak mendisrupsi entitas bisnis yang tak beradaptasi dan tak berinovasi sesuai tuntutan zaman.

Indonesia memiliki modal dasar untuk perkembangan koperasi. Secara historis, koperasi bagian dari perjuangan ekonomi rakyat. Secara konstitusi juga terlindungi. Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, jumlah koperasi aktif di Indonesia sebanyak 127.846 unit dengan volume usaha sebesar Rp182,35 triliun pada 2021. Jumlah itu naik 0,56% ketimbang tahun sebelumnya sebesar 127.124 unit dengan volume usaha Rp174,03 triliun.

Sebaran jumlah koperasi di Indonesia tertinggi berada di Provinsi Jawa Timur dengan total 22.845 koperasi. Jawa Barat di peringkat kedua dengan 15.621 koperasi, diikuti Sumatra Utara di posisi ketiga dengan 5.033 koperasi. DKI Jakarta juga memiliki jumlah koperasi yang signifikan, yakni 4.542, dan menempati posisi keempat. Adapun Sulawesi Selatan di peringkat kelima dengan 4.535 koperasi.

Banyak koperasi di Tanah Air yang tumbuh berkembang dengan tata kelola yang baik. Hal itu seharusnya menjadi role model dan mampu menginspirasi koperasi-koperasi lain.

Kementerian Koperasi dan UKM harus berada di garda terdepan mengembangkan koperasi ke level yang tinggi, naik kelas secara bermartabat. Upaya pemerintah merevisi Undang-Undang No 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian harus menjawab tantangan yang ada. Koperasi harus lebih lincah bergerak, bisa diawasi, dan menyejahterakan anggotanya. Koperasi jangan lagi menjadi alat tipu-tipu, tunggangan politik, dan praktik lancung lainnya.



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.