Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Derita Olahraga di Tahun Politik

06/7/2023 21:00
Derita Olahraga di Tahun Politik
(Dok. Metro TV)

IBARAT peribahasa berbunyi menjunjung sangkak ayam, bangsa ini sedang mendapat malu besar gara-gara menarik diri sebagai tuan rumah ANOC World Beach Games (AWBG) 2023 yang sedianya bakal digelar di Bali. Perkaranya sederhana yakni tidak mengucurnya anggaran.

Kepada ANOC, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) menyatakan Bali tidak bisa menjadi tuan rumah multievent olahraga pantai bergengsi dunia itu karena pemerintah Indonesa tidak kunjung mencairkan anggaran. Mustahil menyelenggarakan suatu pesta tanpa dana.

ANOC jelas kelimpungan mencari alternatif tuan rumah karena pelaksanaan World Beach Games 2023 tinggal satu bulan lagi, yakni 5-12 Agustus mendatang. Walhasil ajang 36 nomor pertandingan dari 14 cabang olahraga itu diputuskan tidak digelar sama sekali tahun ini. 

Ini jelas suatu kerugian besar. Baik bagi ANOC selaku organisasi yang memayungi NOC di seluruh dunia, atlet dari 100 negara calon peserta, dan tentu saja Indonesia. Tak hanya rugi, nama Indonesia di kancah olahraga internasional juga semakin tercoreng. 

Negeri ini kian dipandang tidak kompeten menyelenggarakan pesta olahraga kelas dunia. Belum lama ini Indonesia dibuat malu lantaran dicoret FIFA dari tuan rumah Piala Dunia U-20. Pencoretan itu tidak lepas dari gencarnya suara penolakan atas kedatangan tim Israel oleh sejumlah pihak dan beberapa kepala daerah.

Sekarang, Indonesia sendiri yang memutuskan untuk menarik diri sebagai tuan rumah sebuah ajang bergengsi. Cuma butuh empat bulan, negeri ini bersertifikat badut di mata internasional. Indonesia sukses menyajikan lelucon tidak lucu berkat orang-orang yang pandai cuci tangan. 

Tidak ada satupun pihak yang mau disalahkan. Gubernur Bali I Wayan Koster, salah seorang kepala daerah yang menolak kedatangan Israel di Piala Dunia U-20, mengaku tak tahu-menahu. Setali tiga uang, Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari berkilah pihaknya hanyalah pelaksana. Ia terang-terangan menuding mekanisme penggunaan anggaran dari pemerintah terlalu rumit dan waktu yang amat mepet sebagai biang kerok kegagalan. 

Aksi buang badan juga dilakukan Menpora Ario Bimo Nandito Ariotedjo. Dito beralasan ada gap besar dari pengajuan penganggaran hampir Rp1 triliun dan hasil kajian awal Rp221 miliar. Setelah dilakukan review ulang bersama Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Ditjen Anggaran Kemenkeu, dihasilkan angka Rp446 miliar. Itu pun masih ada gap yang jomplang jika dibandingkan dengan pengajuan awal.

Publik hanya bisa mengelus dada. Tak ada satupun pihak yang ksatria untuk bertanggung jawab dan mengakui kesalahan. Semua hanya bisa menjawab tanpa mau menanggung. 

Padahal, Bali sudah ditetapkan sebagai tuan rumah (AWBG) 2023 setahun lalu, tepatnya pada 10 Juni 2022. Selama 10 bulan pertama, publik tak melihat ada masalah, persiapannya diberitakan lancar-lancar saja. Lucunya, ketika tinggal menyisakan dua bulan lagi, ujug-ujug masalah muncul, bahkan sampai membuat menarik diri sebagai tuan rumah. 

Ada apa sesungguhnya dengan manajemen keolahragaan kita? Kenapa tiba-tiba berubah bobrok sampai harus dua kali mempermalukan nama bangsa di mata dunia? Apakah karena ada kepentingan politik yang masuk terlalu dalam sehingga pengelolaan olahraga kita kian ruwet dan amburadul?

Harus ada evaluasi besar-besaran untuk menjawab itu. Politik jangan merusak dunia olahraga meski tahun politik Pemilu 2024 menjelang. Bangsa ini bangsa besar, tidak pantas berulang diterpa hujan malu lantaran ulah segelintir kaum pandir. 



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.