Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Mengakhiri Konflik Papua

04/7/2023 05:00
Mengakhiri Konflik Papua
Ilustrasi MI(MI/Seno)

SUDAH lebih dari empat bulan penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens oleh kelompok kriminal bersenjata di Papua, tak kunjung tuntas. Kabar terakhir, menurut Polda Papua, pemerintah setempat telah menyiapkan dana untuk membayar tebusan guna membebaskan pilot berkebangsaan Selandia Baru tersebut. Selain meminta uang tebusan, KKB menuntut Papua merdeka dan pemberian senjata. Namun, pemda hanya mau mengabulkan tebusan Rp5 miliar. Menurut Presiden Jokowi, proses negosiasi untuk membebaskan sang pilot masih berlangsung.

Pemberian uang tebusan ataupun perundingan hanyalah salah satu cara dalam sebuah kasus penyanderaan. Opsi lainnya ialah pengerahan kekuatan bersenjata. Tanpa meremehkan kemampuan polisi dan tentara, kita tentu tidak mau jalan terakhir yang ditempuh karena berisiko dapat menimbulkan korban, entah itu si sandera, aparat keamanan, ataupun pihak pelaku penyanderaan.

Jalan perundingan mungkin yang paling ideal. Namun, negosiasi ini haruslah menjadi langkah awal untuk mengakhiri gejolak politik di Papua. Pemerintah harus sedikit bersikap rendah hati mendengarkan keluhan masyarakat setempat. Dana otonomi yang selama ini digelontorkan, toh faktanya belum membuat mereka bebas dari kemiskinan. Mungkin dengan jalan dialog, bisa dicari titik temu bagaimana mengelola wilayah di ujung timur kepulauan ini dengan cara lebih bermartabat.

Akan tetapi, sekali lagi, negosiasi ini hanyalah salah satu opsi. Itu pun dengan syarat, pihak penyandera, dalam hal ini KKB, juga mau bersikap rendah hati dan tidak mau menang sendiri. Biar bagaimanapun, nasib masyarakat Papua secara keseluruhan juga harus dipikirkan. Jalan kekerasan bukanlah satu-satunya solusi untuk menciptakan kemakmuran di Papua. Perbedaan kepentingan hanya dapat diselesaikan melalui meja perundingan.

Terkait uang tebusan untuk membebaskan sang pilot, jika itu langkah yang dipilih, lakukanlah. Namun, tidak berarti cara itu mengindikasikan aparat lemah. Opsi itu hanyalah salah satu cara agar kasus ini tidak berlarut-larut. Biar bagaimanapun penyanderaan ini mengusik rasa kemanusiaan. Namun, hendaknya ini jangan menjadi modus pemerasan berikutnya. Itu tidak ada bedanya dengan aksi kriminal. Pihak KKB seharusnya juga bersikap gentle dan jangan memanfaatkan warga sipil sebagai tameng. Jika menculik sipil untuk mendapat uang tebusan menjadi kebiasaan atau modus KKB, pemerintah tentu tak bisa tinggal diam.

Segala bentuk ketidakpuasan semestinya dapat dibicarakan dengan baik-baik. Asalkan, sekali lagi, kedua belah pihak mau sama-sama meredam ego. Seperti kata pepatah, menang jadi abu, kalah jadi arang. Betapa sia-sianya peperangan. Hanya dengan dialog yang adil, jujur, tulus, dan bermartabat, Papua akan terbebas dari kekerasan dan kemiskinan.



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.