Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Jalan Berliku Mencari Cawapres

20/6/2023 21:00
Jalan Berliku Mencari Cawapres
Ilustrasi MI(MI/Seno)

MENCARI orang baik, punya kapasitas, kapabilitas, akseptabilitas, dan kepemimpinan di negeri ini bukan perkara mudah. Tiga bakal calon presiden, yakni Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, dan Prabowo Subianto, masih belum mendapatkan calon pendamping untuk berkontestasi dalam Pemilu 2024. Padahal, waktu terus berjalan. Pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden tinggal empat bulan lagi, yakni 19 Oktober hingga 25 November 2023.

Meski ada nama-nama yang dianggap layak menjadi bacawapres, seperti Agus Harimurti Yudhoyono, Erick Thohir, Sandiaga Uno, Muhaimin Iskandar, Andika Perkasa, Mahfud MD, Ridwan Kamil, Yenny Wahid, dan Khofifah Indar Parawansa, dari mereka belum ada yang dipinang para bacapres. Pertarungan capres dalam pemilu kali ini memang berbeda. Sungguh berbeda, bahkan boleh disebut persaingan terpanas jika dibandingkan dengan pemilu sebelumnya. Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berulang kali menegaskan bakal cawe-cawe dalam menentukan siapa yang menjadi penerusnya.

Jokowi tidak akan membiarkan begitu saja pesta rakyat dalam memilih pemimpinnya berlangsung dengan normal, penuh kegembiraan, dan demokratis. Intervensi Jokowi tidak sekadar menentukan figur capres, tetapi juga tentu saja figur cawapres. Berdasarkan hasil sejumlah survei, tak ada bacapres yang mendominasi pilihan masyarakat, baik Prabowo, Ganjar, maupun Anies. Alhasil, Jokowi harus memastikan bacawapres yang dipilihnya bisa menguasai pertarungan dalam pilpres.

Jokowi tampaknya berada dalam kebimbangan di antara memuluskan jalan Ganjar atau Prabowo dalam kontestasi pilpres. Di satu sisi, sebagai petugas partai, mantan Wali Kota Solo itu harus tegak lurus dengan perintah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yakni memenangkan Ganjar dalam persaingan menuju RI-1. Di sisi lain, kedekatan Jokowi dengan Prabowo dalam berbagai kesempatan, bahkan bolak-balik ke Istana Kepresidenan belakangan ini, menunjukkan mantan Gubernur DKI itu ingin melapangkan jalan Prabowo untuk meraih singgasana kepresidenan.

Di tengah dilema antara Ganjar dan Prabowo, Jokowi juga harus memperhitungkan kekuatan Anies yang tak bisa dianggap remeh. Perjalanan Anies menuju puncak kekuasaan di Republik ini bukan tol yang mulus, melainkan perjalanan yang penuh kerikil, bahkan batu besar yang menghadang dengan berbagai jurus. Partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan, yakni PKS dan Demokrat, digoda dan dirayu untuk meninggalkan perahu koalisi. Mirisnya, Partai NasDem dilemahkan dengan proses hukum yang menimpa kader-kader mereka. Tidak hanya itu, Anies masih diincar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus Formula E.

Pemilu ialah pesta demokrasi rakyat, bukan pestanya elite politik. Merekalah pemegang kedaulatan di negeri ini. Percayalah dengan rakyat, rakyat sudah cerdas. Serahkan kepada rakyat, apakah mau keberlanjutan atau perubahan. Gitu saja kok repot!



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.