Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Ganjar sudah Merasa Jadi Presiden

26/6/2023 21:00
Ganjar sudah Merasa Jadi Presiden
Ilustrasi MI(MI/Seno)

BELUM juga mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan memenangi Pemilu 2024, Ganjar Pranowo sudah berlagak seperti presiden. Ia sibuk blusukan, mencari borok dari daerah lain, lalu menelepon pejabat di wilayah tersebut dan memamerkannya ke media sosial. Ganjar, bakal calon presiden dari PDI Perjuangan, seolah-olah sudah menjadi orang nomor satu di Republik ini, meminta suatu persoalan di suatu daerah untuk dituntaskan.

Padahal, ia bukanlah kepala negara, melainkan hanya seorang kepala daerah, gubernur dari Provinsi Jawa Tengah. Tidak elok rasanya sesama kepala daerah sibuk mengurusi persoalan dapur orang lain. Seolah provinsi yang dipimpinnya sudah bebas dari masalah. Kita harus katakan aksi Ganjar main presiden-presidenan di sela-sela blusukan ke Pasar Anyar Bahari, Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (24/6), sudah kebablasan.

Publik dengan akal sehatnya tercengang melihat Ganjar menelepon Pj Gubernur Heru Budi Hartono dan langsung mengontak Sekda Jakarta Joko Agus Setyono. Kepada Joko, ada dua hal yang diminta Ganjar agar menjadi atensi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pertama, soal retribusi pajak bulanan yang dirasa pedagang terlalu mahal. Kedua, soal counter KJP atau toko bahan pangan murah agar dibuka kembali.

Mereka geram karena aksi Ganjar ibarat peribahasa gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak. Bukankah ada cara-cara yang lebih elegan tanpa harus menelepon kepala daerah setempat di tengah kerumunan? Publik semakin geram karena mereka begitu mudah menemukan informasi seputar Jawa Tengah dengan beragam masalahnya. Sebut saja sepekan berjualan, UMKM di Pasar Johar Semarang masih sepi. Ada pula pejabat di Brebes yang menyatakan dari 25 pasar, 15 di antaranya dalam kondisi rusak atau kurang layak.

Itu belum berbicara angka kemiskinan di Jawa Tengah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada sekitar 3,83 juta penduduk di provinsi itu atau sekitar 10,93% dari total penduduknya masuk kategori miskin. Warganet juga menyuarakan masih banyak pekerjaan rumah Ganjar yang harus diurusnya tiga bulan sebelum masa jabatan berakhir. Termasuk problem soal petani Kendeng.

Alih-alih mengamini suara publik, Ganjar malah membela diri. Kala berkunjung ke Bekasi, keluhan warga juga dia sampaikan kepada Wali Kota Tri Adhianto Tjahyono. Itulah yang ia lakukan terkait dengan blusukan ke Pasar Anyar Bahari. Pun, kata Ganjar, dia cukup kenal dekat dengan Sekda Jakarta Joko. Dia menyalahkan nuansa sensi dalam kontestasi menjelang pemilu.

"Kemarin saya datang ke salah satu pasar, saya telepon Pak Gubernur DKI Jakarta dan Pak Sekda DKI Jakarta karena dua-duanya saya kenal, tapi kok di-bully ya? Padahal, itu saya lakukan di mana pun termasuk kemarin ketika para pedagang bakso datang ke Semarang. Kemudian, ada program PIRT di Bekasi dan saya telepon Wali Kota Bekasi," kata Ganjar seusai manuver kampanyenya justru tak membuat publik puas.

Ganjar boleh saja membela diri, tetapi terlalu berlebihan saat blusukan haruslah menjadi pelajaran. Proporsional saja dalam berkampanye. Jika memang bagian dari strategi kampanye ialah untuk mengangkat aspirasi publik warga Jakarta, jangan bergaya memerintah. Jangan sampai mau merebut hati rakyat justru menjadi menghina akal sehat dan etika politik yang umum diamini publik. Sebelum jadi presiden ya bertindaklah sebagai bakal calon saja.



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.