Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Wacana Miring Mandor Asing

15/6/2023 05:00
Wacana Miring Mandor Asing
Ilustrasi MI(MI/Seno)

BANGUNAN dan infrastruktur monumental yang muncul di seluruh dunia merupakan cerminan dari kemajuan peradaban sebuah bangsa dan negara yang menciptakannya. Monumen yang jadi penanda peradaban sebuah bangsa itu telah memiliki kapasitas untuk menciptakan kemegahan yang diakui dunia.

Sangat mengherankan ketika pemerintah mewacanakan penggunaan tenaga kerja asing dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di pos pengawasan proyek. Menteri Koordinator Bidang Investasi dan Maritim Luhut Binsar Pandjaitan yang mendengungkannya ke publik. Alasannya, Luhut tidak mau gedung dan infrastruktur di IKN hasilnya miring-miring karena ketidakmampuan insinyur bangsa sendiri.

Secara implisit Luhut menyebut bahwa bangsa ini belum mampu memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur dan fasilitas IKN yang baik dan layak sesuai perencanaan. Wacana yang dilempar Luhut menunjukkan pemerintah seakan tidak percaya dengan kemampuan warganya sendiri.

Apalagi ini merupakan pembangunan IKN Nusantara, ibu kota baru negara, yang menurut Presiden Joko Widodo cerminan dari awal peradaban baru Indonesia.

Seluruh program pembangunan di IKN sudah semestinya mencerminkan peradaban Indonesia maju, termasuk dengan sumber daya manusia yang membangunnya. Apalagi ini IKN, yang juga menjadi cermin kekuatan bangsa, khususnya kemampuan keahlian dalam pembangunan.

Akan lebih baik pemerintah mempekerjakan gabungan antara pakar dari dalam negeri dan asing sebagai pengawas dalam proyek IKN. Posisi utama tetap dipegang oleh orang Indonesia. Para pekerja asing hanya sebagai konsultan, sedangkan para pengawasnya dari Indonesia.

Negeri ini memiliki banyak guru besar bidang teknik sipil di kampus-kampus ternama yang kemampuan dan kapasitasnya tidak kalah dengan insinyur asing. Tak sedikit dari para begawan ini lulusan dari kampus-kampus ternama di dunia.

Jumlahnya puluhan, bahkan mungkin ratusan. Mereka tentunya siap mengabdi jika pemerintah serius untuk melibatkan mereka dalam pembangunan IKN Nusantara. Panggil mereka untuk mengabdi, kecuali ada keengganan pemerintah sendiri demi kepentingan di luar pembangunan.

Selain itu, soal keamanan dan rahasia negara, IKN membutuhkan faktor keamanan. Tentu tidak tepat menggunakan pengawas asing yang akan memicu kerentanan.

Banyak faktor yang harus dipertimbangkan matang oleh pemerintah sebelum memutuskan penggunaan mandor asing. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa wacana yang dilontarkan Luhut akan dipertimbangkan matang.

Sekali lagi, jika visi Presiden Jokowi untuk menjadikan IKN sebagai simbol peradaban maju Indonesia, singkirkanlah wacana miring untuk menggunakan mandor asing. Simbol peradaban mestinya dibangun dengan tangan anak bangsa sendiri, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasannya.



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.