Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Bubarnya Boneka Istana

29/5/2023 21:00
Bubarnya Boneka Istana
Ilustrasi MI(MI/Seno)

BERHIMPUN, berkoalisi hendaknya dilakukan dengan dilandasi tujuan yang jelas dan bermartabat. Yang dimaksud jelas dan bermartabat ialah tujuan yang tidak sekadar sama, tapi juga punya daya ikat kepentingan yang kuat, sehingga setiap anggota koalisi tidak gampang menggadaikan martabat serta muruah koalisi hanya demi kepentingan yang menguntungkan diri masing-masing anggota. 

Ketika tidak punya tujuan dan kemauan yang jelas, juga tidak dibarengi dengan proses pencapaian tujuan yang terstruktur, koalisi sebesar apa pun tidak akan menghasilkan sesuatu yang besar dan bermakna. Luarnya tampak besar, tapi dalamnya kosong. Koalisi seperti itu pada akhirnya hanya menjual kekuatan kuantitatif, alih-alih menawarkan keunggulan substantif.


Dalam konteks politik saat ini, contoh paling gamblang dari koalisi tanpa isi itu ialah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Partai Golkar, Parta Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sejak awal maksud pembentukannya sudah tidak jelas. Mereka seperti sekadar berhimpun tanpa konsep, visi dan alur yang pasti untuk menggapai tujuan besar berkoalisi yaitu meraih kekuasaan.

Kekuatan yang sedianya besar itu pada akhirnya hanya menjadi kendaraan, alat, bahkan boneka untuk kekuatan yang lain. Bukan hal yang perlu ditutup-tutupi lagi bahwa sedari dibentuk, KIB seolah menjadi tunggangan Istana yang begitu getol menginginkan pemimpin nasional hasil Pilpres 2024 yang mampu meneruskan model dan gaya kepemimpinan saat ini. 

Istana sepertinya ingin memanfaatkan ketiadaan figur calon presiden yang kuat di koalisi tersebut sebagai senjata untuk 'mendayagunakan' KIB dalam Pilpres 2024. Artinya, kepentingan pihak lain justru lebih terasa menjadi fondasi pembentukan KIB ketimbang kepentingan mereka sendiri. Karena itu, sudah pasti fondasi koalisi itu rapuh. 

Bangunan dengan fondasi yang rapuh tentu akan mudah limbung. Penghuninya yang juga oportunis gampang tercerai-berai karena setelah melalui proses politik yang begitu dinamis. Mereka tak lagi sejalan karena berbeda pilihan. Perbedaan pilihan itu juga dipicu oleh sikap Istana yang gamang dan cenderung main dua kaki. Kaki yang satu mendukung Ganjar Pranowo, tapi kaki lain mendekati Prabowo Subianto.

Kemenduaan Istana itu tecermin pula pada sikap anggota KIB. Diawali oleh PPP yang merapat ke kubu PDI Perjuangan, ikut mendukung Ganjar dengan harapan mereka dapat posisi wakil presiden. Lalu, elite-elite PAN kini juga tengah dihinggapi kebimbangan, menyokong Ganjar atau Prabowo. PAN bahkan tanpa malu-malu berkonsultasi ke Presiden Joko Widodo untuk meminta arahan soal bacapres.

Golkar lebih bingung lagi. Karena selain dua pilhan bacapres dari eksternal tadi, sejatinya mereka juga masih menyimpan misi untuk mengusung ketua umumnya, Airlangga Hartarto, sebagai capres dari Partai Beringin itu. Mencalonkan Airlangga adalah amanat Musyawarah Nasional (Munas) Golkar 2019 serta Rapimnas Golkar pada 2021 lalu.

Pada akhirnya, inilah nasib koalisi boneka yang dibangun tanpa kehendak dan tujuan yang bermartabat. Secara formal KIB mungkin masih ada, tetapi sesungguhnya mereka sudah bubar jalan. Ambyar.
 


Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.