Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Pesta Rakyat Pesta Gagasan

27/5/2023 05:00
Pesta Rakyat Pesta Gagasan
Ilustrasi MI(MI/Duta)

KITA harus mampu mengembalikan makna primer dari pemilihan umum, baik itu pemilu presiden maupun pemilu legislatif. Pemilu sebagai pesta demokrasi merupakan kesepakatan bersama untuk membatasi kekuasaan dan membiarkan terjadinya sirkulasi elite.

Karena merupakan sebuah kesepakatan bersama, sangatlah galib semua pihak tunduk dan taat. Jangan mencederai, apalagi sampai memainkan kampanye hitam hanya karena ada pihak yang alergi kekuasaannya berganti. Aturan serupa juga berlaku bagi kubu sebaliknya.

Itulah yang baru-baru ini disuarakan oleh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama selaku dua organisasi Islam besar di Indonesia. Dua pemegang saham terbesar di Republik ini risau manakala pemilu yang seharusnya riang gembira malah menimbulkan perpecahan.

Tentunya setiap pihak yang diingatkan tidak boleh mendengar suara kebenaran ini dengan panas hati. Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama murni sedang menyuarakan keberpihakan moral, mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan keadilan dalam proses politik di Indonesia.

Bila seluruh peserta pemilu mendengarkan dan menjalankan seruan ini, kebaikan akan hadir untuk Indonesia. Potensi gesekan terminimalisasi karena yang terjadi ialah adu konsep dan adu gagasan, bukan adu fitnah apalagi berlomba dalam mengumbar keburukan.

Adu gagasan akan melahirkan kesempatan kepada pemilih untuk memahami rencana konkret yang akan dilaksanakan oleh para calon pemimpin dan para calon wakil rakyat. Setiap kandidat terdorong untuk berkompetisi dalam menciptakan solusi terbaik bagi masyarakat.

Tidak hanya itu, adu gagasan ataupun persaingan ide-ide mau tidak mau akan membuat kandidat dan partai politik peserta pemilu harus mempertanggungjawabkan gagasan yang telah mereka janjikan kepada publik.

Di titik inilah rakyat mendapat tempat yang mulia. Mereka diposisikan sebagai tuan yang bisa menuntut para caleg ketika akhirnya terpilih duduk di kursi parlemen. Rakyat juga bisa menegur seorang presiden jika tidak bekerja di atas rel konstitusi.

Tanpa adanya persaingan ide yang memadai, rakyat sebagai calon pemilih menjadi buta tentang kandidat dan platform politik mereka. Dampaknya justru buruk karena dapat mengurangi partisipasi pemilih untuk berbondong-bondong ke bilik suara.

Tanpa adu konsep dan adu gagasan, masyarakat memiliki sedikit alternatif atau bahkan tidak ada sama sekali calon yang layak untuk dipilih. Kualitas demokrasi tentu menjadi turun dan cita-cita menjadi bangsa besar sulit diwujudkan.

Oleh karena itu, kita sangat mengapresiasi seruan moral dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama. Diharapkan, konflik, ketegangan, ataupun kekerasan yang mungkin terjadi selama kontestasi Pemilu 2024 dapat dicegah dan diminimalisasi.

Sudah saatnya semua pihak yang terlibat dalam pemilihan menghindari politik identitas, mematuhi aturan demokrasi, dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan individu ataupun kelompok.

Jauhi godaan untuk menggunakan buzzer-buzzer bayaran perusak perdamaian. Berhasrat untuk menang tentu tidak dilarang, tapi pantang kalau sampai merusak persaudaraan. Saatnya elite politik mengedepankan moralitas, menjauhkan polarisasi, juga menyajikan keteladanan dan visi kebangsaan.

Kalau seruan moral ini tidak juga didengarkan, para pemilih haruslah bertindak cerdas. Tandai mereka lalu masukkan ke kotak eliminasi. Bangsa ini terlalu hina bila wakil rakyat dan pemimpinnya kelak lahir dari rahim yang kotor. Indonesia tidak punya tempat untuk para bajingan.



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.