Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Cerdas Memilih Pemimpin

16/5/2023 05:00
Cerdas Memilih Pemimpin
Ilustrasi MI(MI/Seno)

SALAH satu tahapan pemilu telah dimulai. Hal ini ditandai dengan penyerahan daftar bakal calon anggota legislatif dari partai partai ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kepada merekalah, rakyat, sebagai pemegang kedaulatan dalam sistem negara demokrasi, kelak akan menyerahkan mandat kekuasaan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat, melalui pencoblosan di bilik suara. Itu artinya, masa depan negeri ini, termasuk masa depan kita semua, tergantung pada para bakal calon wakil rakyat tersebut yang akan dipilih lewat pemilu serentak pada 14 Februari tahun depan.

Sebagai pemilik kedaulatan, di sinilah pentingnya rakyat untuk bukan sekadar memilih para calon wakilnya di parlemen, tapi juga memilah mana yang mereka anggap layak dan kompeten mengemban amanat itu. Sebab, bukan sekadar inkompeten, jangan-jangan kursi parlemen juga kelak akan diisi lagi oleh para koruptor. Terlebih tidak ada aturan yang melarang mantan terpidana kasus korupsi yang telah menjalani hukuman lima tahun atau lebih dapat menjadi caleg. Artinya,  para pencoleng uang negara ini bisa kembali duduk di kursi Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR, Dewan Perwakilan Daerah atau DPD, ataupun Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD.

Sejauh ini, KPU memang masih akan memverifikasi untuk menyeleksi kelengkapan administratif para caleg tersebut. Artinya, sebagian dari nama-nama yang diajukan belum tentu lolos. Namun, tidak ada salahnya mulai sekarang rakyat memperhatikan rekam jejak mereka, terlebih mereka yang jelas-jelas pernah terbukti korupsi. Apa iya kita mau kembali memberi kepercayaan kepada orang yang telah berkhianat, bukan hanya kepada rakyat, tapi juga bangsa ini?

Intinya, sebagai pemilih, rakyat harus cerdas menggunakan hak suaranya sehingga tidak lagi membeli kucing dalam karung. Kini, dengan kemajuan teknologi digital seperti sekarang ini, bukan sesuatu yang sulit untuk mencari informasi, termasuk mengenai sepak terjang para calon wakil rakyat tersebut.

Rakyat harus menjadi pemilih yang cerdas. Jangan sekadar terpukau dengan janji-janji surga atau terpukau dengan ketampanan dan kemolekan para bakal calon wakil rakyat itu. Jangan memercayakan kepada mereka yang tidak kompeten untuk mengelola dan memimpin bangsa ini. Pilihlah yang betul-betul bisa dipercaya. Sebab, suara Anda juga akan ikut menentukan perubahan di negeri ini.

Tentu saja, dalam alam keterbukaan seperti sekarang, satu hal yang menguntungkan, rakyat bisa dengan mudah menilai calon-calon pemimpinnya dari berbagai sumber informasi yang melimpah. Janganlah memilih semata-mata karena figur, apalagi dengan iming-iming uang. Justru yang jauh lebih penting ialah bagaimana mereka berprogram dan berkonsep untuk membangun negeri ini. Selain itu, cari tahu apakah tindakannya selama ini juga selaras dengan apa yang diucapkan, lain kata, lain pula tindakan.

Dalam alam demokrasi yang terbuka, siapa pun bisa boleh mencalonkan diri sebagai pemimpin. Namun, melalui sistem pemilu yang sehat, yang salah satunya ditandai dengan kecerdasan dan rasionalitas dalam memilih, akan menjadi katup pengaman yang ampuh untuk menyeleksi para kandidat tersebut sehingga hasilnya ialah para pemimpin yang berkualitas dan berintegritas, bukan pemimpin kaleng-kaleng.

Di sinilah peran rakyat sebagai pemilih dalam menggunakan hak suaranya. Pemilu bukan sekadar pesta demokrasi yang sifatnya hura-hura, tapi justru harus dianggap penting untuk perubahan demi kemajuan bangsa ini. Jadi, sekali lagi, harus tegas diingatkan jangan sampai salah memilih pemimpin.

 



Berita Lainnya
  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.