Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Memastikan ASEAN Tetap Relevan

10/5/2023 05:00
Memastikan ASEAN Tetap Relevan
Ilustrasi MI(MI/Seno)

SETELAH sukses menjadi presidensi sekaligus tuan rumah KTT G-20 tahun lalu, Indonesia kembali mendapat kepercayaan sebagai keketuaan ASEAN. KTT ASEAN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, hari ini hingga lusa, pun menjadi ajang pembuktian kita untuk memastikan bahwa organisasi negara-negara Asia Tenggara itu masih relevan, masih dibutuhkan.

Peran Indonesia di ASEAN sudah lama tak diragukan. Kepemimpinan kita di ASEAN kali ini juga penting ketika arti penting ASEAN mulai dipertanyakan. ASEAN yang dulu begitu dipandang harus kita akui sudah bertahun-tahun mulai kehilangan pengaruh dan daya tawar.

Jangankan ke kawasan atau lebih jauh lagi di persaingan internasional, bahkan keberadaan ASEAN di lingkungan sendiri diragukan. Ketidakberdayaan mereka mencarikan solusi untuk mengakhiri kekerasan dan penindasan junta militer di Myanmar yang notabene merupakan anggota ASEAN ialah contoh bahwa taring ASEAN tak lagi tajam.

Kendati begitu, bukan berarti ASEAN tak lagi dibutuhkan. Organisasi yang didirikan pada 1967 ini tetap punya potensi untuk berkontribusi bagi negara-negara Asia Tenggara untuk menghadapi segala tantangan kini dan nanti. Terlebih untuk jangka panjang, ASEAN kiranya masih tetap kita perlukan.

Pada konteks itu pula, sebagai keketuaan, inilah saatnya Indonesia unjuk diri sebagai negara besar, negara yang berpengaruh, untuk mengembalikan arti penting ASEAN. Tepat pula tema yang kita usung ialah ASEAN Matters, Epicentrum of Growth. 

Dengan ASEAN Matters, kita ingin memastikan ASEAN bukanlah sekadar arena kumpul-kumpul, bukan cuma arisan, melainkan organisasi yang bisa merajut kekuatan antarnegara anggota untuk menghadapi tantangan. ASEAN harus pula mampu menjadi motor stabilitas dan perdamaian di kawasan. Kita ingin menjadikan ASEAN tetap relevan.

Dengan Epicentrum of Growth, Indonesia ingin terus memperkuat kerja sama konkret dan mengupayakan berbagai kerja sama sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh rakyat Asia Tenggara. ASEAN sebagai pusat pertumbuhan bukanlah mengada-ada karena potensi ekonomi di kawasan ini sungguh luar biasa. Tinggal bagaimana seluruh negara anggota bekerja sama mengoptimalkannya untuk kesejahteraan bersama.

Pusat pertumbuhan ekonomi juga mesti disikapi dengan kolaborasi yang bisa diandalkan untuk mengatasi segala kendala. Arsitektur kesehatan penting, sangat penting, agar masyarakat Asia Tenggara tak lagi gagap menghadapi masalah kesehatan seperti ketika dihantam pandemi covid-19. Ketahanan pangan dan energi penting, amat penting, karena ancaman krisis bisa datang kapan saja. Pun dengan stabilitas keuangan ialah keniscayaan agar ASEAN tak goyah diterpa masalah.

Penting pula bagi Indonesia memimpin terwujudnya outlook ASEAN untuk kawasan Indo-Pasifik yang inklusif, damai, dan makmur. Misi ini mendesak karena situasi kawasan yang tidak sedang baik-baik saja, terutama setelah terjadi ketegangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat.

Masih banyak persoalan yang mesti diselesaikan oleh seluruh anggota ASEAN, termasuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang belakangan marak. Kejahatan kemanusiaan menjadi tanggung jawab bersama karena terjadi lintas negara.

Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri RI, selama 2022-2023 saja ada sekitar 1.800 WNI yang menjadi korban TPPO. Sebagian besar dari mereka diperdagangkan Thailand, Myanmar, Filipina, Laos, Kamboja, dan Myanmar.

Eksistensi dan masa depan ASEAN sedang dipertaruhkan. Ia akan tetap dianggap penting dan dibutuhkan jika mampu mengatasi persoalan, termasuk persoalan di lingkungan dalam. KTT ASEAN kali ini, yang Indonesia menjadi keketuaan dan tuan rumah, ialah momentum untuk menunjukkan bahwa ASEAN masih bisa menjadi tumpuan bangsa-bangsa Asia Tenggara dalam menghadapi setiap tantangan sekarang ataupun di masa mendatang.



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.