Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sukses menjadi presidensi sekaligus tuan rumah KTT G-20 tahun lalu, Indonesia kembali mendapat kepercayaan sebagai keketuaan ASEAN. KTT ASEAN di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, hari ini hingga lusa, pun menjadi ajang pembuktian kita untuk memastikan bahwa organisasi negara-negara Asia Tenggara itu masih relevan, masih dibutuhkan.
Peran Indonesia di ASEAN sudah lama tak diragukan. Kepemimpinan kita di ASEAN kali ini juga penting ketika arti penting ASEAN mulai dipertanyakan. ASEAN yang dulu begitu dipandang harus kita akui sudah bertahun-tahun mulai kehilangan pengaruh dan daya tawar.
Jangankan ke kawasan atau lebih jauh lagi di persaingan internasional, bahkan keberadaan ASEAN di lingkungan sendiri diragukan. Ketidakberdayaan mereka mencarikan solusi untuk mengakhiri kekerasan dan penindasan junta militer di Myanmar yang notabene merupakan anggota ASEAN ialah contoh bahwa taring ASEAN tak lagi tajam.
Kendati begitu, bukan berarti ASEAN tak lagi dibutuhkan. Organisasi yang didirikan pada 1967 ini tetap punya potensi untuk berkontribusi bagi negara-negara Asia Tenggara untuk menghadapi segala tantangan kini dan nanti. Terlebih untuk jangka panjang, ASEAN kiranya masih tetap kita perlukan.
Pada konteks itu pula, sebagai keketuaan, inilah saatnya Indonesia unjuk diri sebagai negara besar, negara yang berpengaruh, untuk mengembalikan arti penting ASEAN. Tepat pula tema yang kita usung ialah ASEAN Matters, Epicentrum of Growth.
Dengan ASEAN Matters, kita ingin memastikan ASEAN bukanlah sekadar arena kumpul-kumpul, bukan cuma arisan, melainkan organisasi yang bisa merajut kekuatan antarnegara anggota untuk menghadapi tantangan. ASEAN harus pula mampu menjadi motor stabilitas dan perdamaian di kawasan. Kita ingin menjadikan ASEAN tetap relevan.
Dengan Epicentrum of Growth, Indonesia ingin terus memperkuat kerja sama konkret dan mengupayakan berbagai kerja sama sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh rakyat Asia Tenggara. ASEAN sebagai pusat pertumbuhan bukanlah mengada-ada karena potensi ekonomi di kawasan ini sungguh luar biasa. Tinggal bagaimana seluruh negara anggota bekerja sama mengoptimalkannya untuk kesejahteraan bersama.
Pusat pertumbuhan ekonomi juga mesti disikapi dengan kolaborasi yang bisa diandalkan untuk mengatasi segala kendala. Arsitektur kesehatan penting, sangat penting, agar masyarakat Asia Tenggara tak lagi gagap menghadapi masalah kesehatan seperti ketika dihantam pandemi covid-19. Ketahanan pangan dan energi penting, amat penting, karena ancaman krisis bisa datang kapan saja. Pun dengan stabilitas keuangan ialah keniscayaan agar ASEAN tak goyah diterpa masalah.
Penting pula bagi Indonesia memimpin terwujudnya outlook ASEAN untuk kawasan Indo-Pasifik yang inklusif, damai, dan makmur. Misi ini mendesak karena situasi kawasan yang tidak sedang baik-baik saja, terutama setelah terjadi ketegangan antara Tiongkok dan Amerika Serikat.
Masih banyak persoalan yang mesti diselesaikan oleh seluruh anggota ASEAN, termasuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang belakangan marak. Kejahatan kemanusiaan menjadi tanggung jawab bersama karena terjadi lintas negara.
Berdasarkan data Kementerian Luar Negeri RI, selama 2022-2023 saja ada sekitar 1.800 WNI yang menjadi korban TPPO. Sebagian besar dari mereka diperdagangkan Thailand, Myanmar, Filipina, Laos, Kamboja, dan Myanmar.
Eksistensi dan masa depan ASEAN sedang dipertaruhkan. Ia akan tetap dianggap penting dan dibutuhkan jika mampu mengatasi persoalan, termasuk persoalan di lingkungan dalam. KTT ASEAN kali ini, yang Indonesia menjadi keketuaan dan tuan rumah, ialah momentum untuk menunjukkan bahwa ASEAN masih bisa menjadi tumpuan bangsa-bangsa Asia Tenggara dalam menghadapi setiap tantangan sekarang ataupun di masa mendatang.
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved