Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DI negara mana pun, infrastruktur, terutama jalan, merupakan sarana vital. Ia tidak hanya menjadi medium mobilitas warga, tetapi juga sarana penggerak roda ekonomi. Agar mobilitas baik orang maupun barang lancar, tentu dibutuhkan sarana jalan yang mulus. Apa jadinya jika kondisi jalan rusak dan sulit dilalui, bahkan oleh seekor kerbau sekalipun? Oleh karena itu, apa pun penyebabnya, jalan yang rusak tidak boleh dibiarkan dan harus segera diperbaiki karena akan merugikan semua pihak.
Kondisi itulah yang kini sedang viral, terutama di Lampung. Pasalnya, warganet menganggap pembangunan sejumlah ruas jalan yang selama ini rusak di provinsi yang menjadi gerbang Pulau Sumatra itu baru dikebut menjelang kedatangan Presiden Joko Widodo. Jokowi kabarnya akan berkunjung ke provinsi itu pada Rabu (3/5), tetapi diundur Jumat (5/5). Pemerintah setempat berdalih pembangunan jalan itu sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari, hanya kebetulan selesainya proses lelang dan tender dekat dengan momentum kedatangan Jokowi.
Apa pun alasannya, sejumlah jalan yang rusak di provinsi itu ialah fakta yang tidak bisa dibantah. Apalagi, di era digital, kehadiran ponsel berkamera dapat menjadi ‘saksi mata’ atas suatu peristiwa atau fenomena di masyarakat. Warga pun kini punya kesadaran untuk melaporkan kondisi atau situasi yang terjadi di lingkungan sekitar mereka, baik ataupun buruk.
Partisipasi semacam itulah yang disebut jurnalisme warga. Dengan kecanggihan dan kecepatan teknologi, masyarakat kini tidak perlu lagi menulis surat pembaca di surat kabar untuk menyampaikan keluhan, baik itu terkait dengan pelayanan publik maupun kondisi jalan. Seharusnya, aparat pemerintah, baik di pusat maupun daerah, bersikap responsif dan memanfaatkan itu sebagai bagian dari kritik atau masukan.
Untuk mencapai tujuan pembangunan seperti yang direncanakan, pemerintah tentu butuh partisipasi warga. Apalagi, mereka yang paling tahu apa yang dibutuhkan di wilayah mereka. Justru laporan warga dapat membantu dan memudahkan tugas-tugas aparatur negara yang jumlahnya tentu sangat terbatas. Baik warga maupun aparatur dapat memanfaatkan media sosial untuk berkomunikasi. Ketimbang digunakan untuk flexing atau memamerkan kekayaan pribadi, lebih baik platform tersebut digunakan untuk hal yang bermanfaat. Pemda, misalnya, bisa melaporkan apa yang telah mereka kerjakan di akun media sosial resmi, sebaliknya warga juga bisa menyampaikan apa yang masih menjadi kekurangan. Check and balance semacam itu penting untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih.
Persoalan jalan yang rusak di Lampung hendaknya jadi pelajaran untuk pemerintah daerah lainnya agar responsif menerima keluhan warga. Jika memang belum ada anggaran untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak, ya sampaikan terus terang apa adanya. Apa kendalanya dan sebagainya sehingga tidak ada dusta dan sikap saling curiga. Ingat, ini era keterbukaan, tidak perlu ada lagi yang ditutup-tutupi apalagi disembunyikan.
Begitu pun terkait dengan rencana kedatangan Presiden Jokowi, biarkan beliau melihat kondisi negara yang dipimpinnya apa adanya. Jangan budayakan sikap ABS (asal bapak senang) sehingga beliau hanya tahu yang baik-baik. Perilaku seperti di era yang telah lalu itu sudah sepatutnya ditinggalkan. Itu justru harus jadi salah satu bagian dari revolusi mental yang selama ini dicanangkan Presiden.
Salah satu jalan rusak di ‘Provinsi Sang Bumi Ruwa Jurai’ yang fenomenal itu ialah ruas jalan Simpang Randu-Gaya Baru dan wilayah Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah. Jalan lintas itu sebelumnya rusak bertahun-tahun. Sejumlah warga Lampung membuat sindiran atau marah-marah langsung di media sosial terkait dengan ruas-ruas jalan rusak tersebut. Perbaikan jalan superkilat itu memantik komentar warganet. Perbaikan jalan di Lampung itu laksana kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang. Perbaikan jalan itu dianalogikan sebagai pembangunan seribu candi yang terjadi hanya dalam satu malam. Pembangunan infrastruktur jalan harus terencana dengan matang, bukan simsalabim.
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved