Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Segerakan Cawapres

28/4/2023 05:00
Segerakan Cawapres
(MI/Duta)

SETELAH penetapan Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo sebagai capres Pilpres 2024 oleh pengusung masing-masing, rasa penasaran tertuju pada sosoksosok cawapres. Dalam elektabilitas para capres yang cukup seimbang sekarang ini, sosok cawapres dapat berperan penting.

Dari survei sejumlah lembaga, Prabowo Subianto, Anies, dan Ganjar merupakan tiga capres terkuat. Prabowo memimpin dengan elektabilitas di kisaran 22%, kemudian Ganjar dengan elektabilitas 19,8% - 20,2%, dan Anies dengan elektabilitas sekitar 15,9% - 17,9%. 

Dari tiga nama itu hanya tinggal Prabowo yang belum mengumumkan pencapresannya meski menyatakan bahwa Gerindra telah memutuskan mengusungnya. Jika benar nanti Prabowo akan meramaikan Pilpres 2024, efek cawapres terhadap suara pemilih dapat makin besar.

Namun, sementara capres umumnya mengikuti survei, penentuan cawapres bisa sebaliknya. Sebagaimana sejarah pemilu kita, bursa nama yang ada di masyarakat bisa tidak berarti.

Cawapres lebih sebagai penentram koalisi hingga nama yang dipilih bisa jauh dari yang dijagokan masyarakat. Memang tidak selalu cawapres merupakan petinggi partai koalisi, tetapi tidak pula ia benar-benar nonpartai.

Karena itu, penentuan cawapres bisa begitu alot dan baru putus hanya beberapa hari sebelum tanggal pendaftaran peserta pilpres. Pada 2018, Prabowo Subianto baru mengumumkan cawapresnya tiga hari sebelum pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Joko Widodo yang kemudian memenangi pilpres bahkan baru mengumumkan cawapresnya pada H-1.

Meski pengumuman mepet memang tidak menyalahi aturan, kita berharap perubahan dapat terjadi pada Pilpres 2024. Sebagaimana telah ditetapkan DPR dan pemerintah, pendaftaran capres-cawapres Pilpres 2024 akan berlangsung pada 19 Oktober – 25 November 2023.

Pengumuman cawapres yang lebih awal sesungguhnya juga keberpihakan kepada rakyat. Dengan begitu, rakyat akan punya lebih banyak waktu mempelajari rekam jejak para kandidat.

Sejauh ini bursa cawapres sudah cukup ramai. Pada hasil survei terbaru dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dilakukan pada periode 31 Maret-4 April 2023, ada 8 nama cawapres yang muncul. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memuncaki elektabilitas dengan 19,62%.

Setelahnya, berturut ada Menparekraf Sandiaga Uno dengan 18,9%, Menteri BUMN yang juga Ketua PSSI Erick Thohir dengan 13,0%, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono dengan 9,1%, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dengan 6,2%, Ketua DPR Puan Maharani dengan 5,4%, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dengan 2,7%, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dengan 1,9%.

Dengan dominasi kader partai di hasil survei, dapat dikatakan aspirasi rakyat tidak jauh dari bursa politik. Dari situ, semestinya tidak terlalu sulit bagi para pengusung capres untuk segera menentukan cawapres.

Di luar segala keriuhan politik dan parpol dalam penentuan cawapres, kita menuntut pula netralitas pemerintah, khususnya Presiden Jokowi. Sikap Presiden yang terus-menerus meng-endorse sejumlah nama amat tidak elok.

Presiden tentu sangat paham jika sikap itu dapat memengaruhi netralitas dan profesionalitas aparat. Karena itu, Presiden harus  menghentikan segala bentuk endorsement karena telah merusak demokrasi yang susah payah dibangun.

Dengan akhir kepemimpinan yang makin dekat, Presiden semestinya semakin menunjukkan diri sebagai negarawan. Presiden Jokowi semestinya sadar utang terakhirnya kepada rakyat ialah memastikan pemilu yang bersih dan jujur, bukan justru sibuk melanggengkan visi dan program melalui caprescawapres impiannya.



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.