Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah situasi global yang begitu rentan oleh konflik dan perang, kita perlu angkat topi kepada Kementerian Luar Negeri dan TNI. Kesigapan disertai koordinasi yang efektif di antara kedua instansi membuat warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri terselamatkan dari kungkungan perang yang tiba-tiba berkecamuk di negeri orang.
Dengan kerja sama yang baik itu pula, pemerintah sudah mengevakuasi 542 WNI dari Sudan yang sejak 15 April lalu dilanda perang saudara. Sekitar 300 WNI tengah menyusul melalui Pelabuhan Sudan menuju Pelabuhan Jeddah, Arab Saudi.
Dalam catatan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Khartoum, Sudan, terdapat 1.209 WNI yang berdomisili di Sudan, termasuk staf KBRI. Sebagian besar WNI merupakan pelajar.
Kita memaklumi, evakuasi WNI dari Sudan tidak mudah. Itu disebabkan pertempuran sengit masih terus berlangsung antara militer Sudan (SAF) dan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF). Belum lagi adanya pembatasan-pembatasan yang membuat ruang gerak pengangkutan WNI sangat sempit.
Kesepakatan gencatan senjata terbukti tidak dipatuhi kedua belah pihak yang tengah berebut kekuasaan. Oleh karena itu, proses pemindahan WNI hanya bisa dilakukan bertahap secara hati-hati agar seluruh WNI dan tim evakuasi dapat keluar dari Sudan dengan selamat. Selanjutnya, masih ada pula proses pemulangan WNI ke Tanah Air.
Penyelamatan WNI dari negara yang tengah berkonflik mutlak dilaksanakan karena negara mengemban amanat untuk melindungi segenap bangsa Indonesia. Tugas perlindungan tersebut belakangan kian berat seiring dengan kondisi global yang sangat rapuh baik oleh konflik maupun bencana kemanusiaan.
Hanya dalam tempo kurang dari dua tahun, pemerintah sudah tiga kali melakukan evakuasi massal terhadap WNI di luar negeri. Sebelum Sudan, evakuasi juga dilakukan di Ukraina pada Februari-Maret 2022 dan di Afghanistan pada Agustus 2021. Setiap upaya evakuasi tersebut mencatatkan risiko-risiko yang menantang maut.
Evakuasi di Sudan masih menyisakan hampir 400 WNI. Kita berharap tim evakuasi RI tetap bergerak cermat tanpa menyia-nyiakan momentum yang baik hingga seluruh WNI dapat dipulangkan. Setelah prioritas menyelamatkan WNI terlaksana, selanjutnya pemerintah dapat lebih aktif berperan mendorong terwujudnya perdamaian di Sudan.
Sudan bukan sekadar sesama negara anggota PBB, melainkan juga duduk dalam keanggotaan negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bersama Indonesia. Lebih dari itu, Sudan sudah merumahi jutaan pelajar Indonesia sejak era sebelum kemerdekaan.
Hingga kini, Sudan merupakan salah satu pilihan terfavorit pelajar dari Tanah Air untuk menimba ilmu. Indonesia bisa dikatakan sebagai salah satu pemasok pelajar terbanyak ke Sudan. Itu terlihat dari jumlah warga yang dievakuasi. Indonesia mengevakuasi warga dengan jumlah terbanyak kedua setelah Mesir yang merupakan tetangga Sudan. Mayoritas merupakan pelajar.
Karena itu, dalam mendamaikan Sudan, seyogianya ada semangat menjaga ketertiban dunia yang lebih dari untuk memenuhi perintah yang tercantum dalam Pembukaan UUD Negara RI 1945. Ada kedekatan psikologis yang menuntut Indonesia berupaya lebih keras mewujudkan perdamaian di Sudan.
Di sisi lain, Persatuan Bangsa-Bangsa sudah menyoroti potensi meluasnya konflik yang dipicu perseteruan di antara dua jenderal penguasa Sudan itu ke luar perbatasan. Apalagi, situasi negara-negara di sekeliling Sudan masih tergolong rentan.
Sudan dikelilingi enam negara yang dalam beberapa tahun ke belakangan juga didera konflik dan perang saudara. Persenjataan yang dipergunakan dalam perang di negara yang satu akan dengan mudah bergerak ke negara tetangga dan menyulut konflik baru.
Untuk mencegahnya, Indonesia dapat berperan vokal mendamaikan kubu-kubu yang berkonflik di Sudan, baik melalui Organisasi Kerja Sama Islam maupun PBB. Segala jalur perlu ditempuh. Sudan harus diselamatkan dari kehancuran.
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved