Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PETA persaingan di Pilpres 2014 semakin jelas untuk dibaca setelah PDIP akhirnya mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden. Pencalonan lebih awal itu pun baik, sangat baik, untuk memberikan lebih banyak waktu kepada rakyat guna menimbang pilihan terbaik.
Pencalonan Ganjar diumumkan langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Jumat (21/4). Pengumuman itu sekaligus mengakhiri spekulasi yang lama berkembang perihal siapa kandidat dari partai benteng moncong putih, apakah Puan Maharani atau Ganjar Pranowo.
Dengan pencalonan Ganjar, berarti secara de facto sudah ada dua bakal capres. Ganjar menyusul Anies Rasyid Baswedan yang lebih dulu dicalonkan oleh Partai NasDem, Demokrat, dan PKS lewat Koalisi Perubahan untuk Persatuan.
Ada pula Prabowo Subianto yang diusung oleh partainya, Partai Gerindra, tapi belum secara resmi dideklarasikan. Skenario awal, Prabowo juga didukung PKB yang bergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya.
Ada lagi Koalisi Indonesia Bersatu besutan Partai Golkar, PAN, dan PPP. Calon yang sempat diusulkan ialah Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Namun, koalisi ini terkesan paling gamang untuk terus menjalin kekuatan. Mereka masih rajin bermanuver, termasuk sempat menginisiasi terbentuknya ‘koalisi besar’ yang belakangan ambyar setelah PDIP memutuskan mengusung Gubernur Jawa Tengah tersebut.
Dengan pencalonan Ganjar, dua kandidat hampir pasti didapat. Kontestan tentu saja masih mungkin bertambah, tergantung pada dinamika politik yang juga masih sangat dinamis.
Kita tak perlu terlalu mempermasalahkan jumlah capres. Akan lebik baik, memang, jika pilpres diikuti lebih dari dua pasangan karena akan mereduksi tensi polarisasi. Namun, kalau akhirnya pilpres hanya menyodorkan dua pasangan pun, tak soal. Yang paling penting ialah bagaimana memastikan kontestasi berkualitas.
Itulah tugas kita semua sejak sekarang. Pilpres akan berkualitas jika capres, partai pengusung, penyelenggara, pemerintah, dan tentu saja masyarakat cerdas. Bagi elite, kecerdasan capres dan partai pengusung bisa diwujudkan dengan komitmen untuk bersaing secara sehat.
Menghindari kampanye hitam ialah salah satu bentuk kecerdasan itu.
Mengubur dalam-dalam ujaran kebencian dan hoaks lalu mengedepankan semangat persatuan ialah bentuk lain dari cara berkompetisi yang sehat. Kita yakin para elite paham hal itu. Tinggal bagaimana mereka tidak lagi menyembunyikan pemahaman itu di balik terlalu tingginya ambisi untuk berkuasa.
Bagi penyelenggara, pilpres akan bermutu jika mereka profesional, penuh integritas, dan adil. Pun buat pemerintah yang semestinya berdiri di tengah, tidak condong, apalagi terang-terangan berpihak dan membantu pihak tertentu.
Peran rakyat juga sangat menentukan. Pilres akan membuahkan hasil gemilang jika rakyat berpikir cemerlang. Memilih presiden berdasarkan rekam jejak calon, bukan atas dasar kebencian dan sentimen pribadi, ialah cara berpikir yang cemerlang itu.
Kita boleh bersyukur bisa leluasa mencermati rekam jejak para capres karena mereka sudah dicalonkan jauh-jauh hari. Saatnya kita menelanjangi kinerja mereka, komitmen mereka, kapasitas dan kualitas mereka dalam memimpin rakyat, menyejahterakan rakyat.
Rekam jejak ialah tolak ukur paling sahih untuk menilai capres. Jangan menilai calon berdasarkan persepsi karena persepsi sangat subjektif, tergantung pada siapa yang memersepsikan. Ada yang distigma intoleran. Padahal, kenyataannya sangat toleran. Ada yang dipersepsikan sangat dekat rakyat. Padahal, realitasnya tidak demikian.
Memilih karena persepsi jelas berbahaya. Kini kita punya banyak waktu untuk menghindari hal itu. Kita punya lebih banyak waktu untuk menimang capres sebelum meminangnya nanti.
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved