Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PULANG ke kampung halaman selalu special, terutama di saat Lebaran. Ingatan masa kecil, kesederhanaan, dan kehangatan keluarga terjalin berkelindan. Bukan berlebihan ketika orang mengatakan bahwa kampung halaman ialah tempat semua cerita dimulai.
Kini, libur Lebaran telah usai. Saatnya para perantau meninggalkan kampung halaman. Berbekal oleh-oleh sejuta kesan dan energi positif hasil kebersamaan dengan kerabat dan handai tolan. Begitulah kehidupan. Ada pertemuan ada perpisahan, ada mudik ada pula balik.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat jumpa pers secara daring, Minggu (23/4) kemarin, mengatakan prediksi pemerintah sudah tepat terkait dengan jumlah pemudik 2023, yakni sekitar123, 8 juta orang. Secara bergelombang mereka akan balik ke tempat asal.
Betapa luar biasanya ketika ratusan juta orang menyerap energi positif dari kampung halaman kemudian menularkan ke sesama di tempat mereka selama ini tinggal dan bekerja. Amat disayangkan manakala energi tersebut sia-sia, terbuang-buang saja, tidak ada gunanya. Alhasil, tidak ada alasan membolos bekerja dengan dalih masih di kampung atau kelelahan setelah mudik.
Para perantau harus tahu bahwa bekerja keras sangat dibutuhkan Indonesia saat ini. Mereka harus menjalarkan energi positif bagi peningkatan produktivitas masyarakat. Suka tidak suka, harus diakui Indonesia dari sisi produktivitas belum membanggakan.
Japan External Trade Organization (Jetro) pada 2020 menyurvei 13.458 perusahaan di ASEAN (termasuk 614 perusahaan di Indonesia). Ternyata produktivitas pabrik di negeri ini berada di posisi tujuh. Indonesia berada di bawah Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Laos, dan Malaysia.
Data lain juga bisa disodorkan untuk mengulas tentang lemahnya produktivitas Indonesia. Berdasarkan Asian Productivity Organization (APO) tahun 2020, Indonesia berada di urutan ke-5 di bawah Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand.
Semangat dari kampung halaman itulah yang sedikit banyak diharapkan dapat mengubah data nan buram tersebut. Pulang dari liburan, semangat terdongkrak. Bekerja lebih bergairah dan terarah. Bergotong-royong demi majunya Indonesia.
Apalagi, banyak agenda yang harus dikerjakan bersama-sama, terutama dalam memulihkan ekonomi yang masih melambat sebagai dampak krisis global. Krisis ini membuat harga komoditas pangan dan energi menjadi gila-gilaan dan perlahan-lahan bergeser menggerogoti sektor keuangan.
Sektor keuangan global menjadi terganggu imbas pengetatan kebijakan moneter di berbagai negara untuk meredam dampak krisis sebelumnya lantaran pandemi covid-19 serta ketegangan geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina.
Itu semua membutuhkan kesadaran para pemudik untuk bersedia menjadi medium perubahan. Kesadaran memiliki peran sentral, ia penentu persepsi seseorang baik dalam cara memandang diri sendiri dan dunia. Tanpa kesadaran, yang terjadi malah bermalas-malasan sepulang liburan.
Ini tentu tidak boleh terjadi. Selain aspek ekonomi, bangsa ini memiliki hajatan besar di bidang politik. Memang akan dilaksanakan tahun depan, tapi sudah hitungan bulan. Sepuluh bulan lagi, tepatnya 14 Februari 2024, akan diselenggarakan pemilu presiden.
Kosakata persaingan akan menjadi lazim dikonsumsi hingga beberapa bulan ke depan. Bahkan bukan mustahil bakal terjadi pembelahan kalau masyarakat lupa bahwa siapa pun yang nanti menjadi presiden dan wakil presiden ialah putra-putri terbaik bangsa.
Sekali lagi kita berharap momentum silaturahim ke kampung halaman di Hari Lebaran tidak hilang begitu saja tanpa kesan. Bangsa Indonesia harus kembali bersiap menjalani kerasnya hidup sambil tetap menjaga kewarasan pasca-Lebaran. Kuncinya energi positif harus ditularkan.
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved