Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Menuju Kesalehan Sosial

22/4/2023 10:31
Menuju Kesalehan Sosial
Ilustrasi MI(MI/Seno)

UMAT Islam telah melalui ujian sebulan penuh atas rasa lapar dan haus. Ujian lahiriah itu kerap kali terasa berat karena cuaca yang begitu panas.

Bukan itu saja, ujian yang tidak kalah beratnya ialah perang melawan hawa nafsu. Ketika rasa lapar dan haus memuncak, begitu mudahnya emosi terpancing.

Pun, ketika saatnya berbuka puasa seusai menahan lapar dan haus seharian, rasa rakus bisa dengan leluasa menguasai. Puasa Ramadan melatih insan untuk berlaku sabar dan menepis segala godaan yang terdorong oleh hawa nafsu.

Ramadan juga mengajarkan untuk peduli pada sesama. Baik kepada mereka yang tengah diterpa musibah maupun kaum miskin dari kerabat dekat, tetangga, anak bangsa, hingga sesama umat manusia.

Itu semua merupakan nilai-nilai Ramadan yang lebih dari sekadar kesalehan ritual menahan lapar-haus, tadarusan, dan shalat tarawih. Seyogiyanya, pasca-Ramadan, nilai-nilai tersebut terus terjaga yang terefleksi dalam kesalehan sosial.

Kesabaran melawan hawa nafsu ketika berpuasa di antaranya menanamkan sikap antikorupsi dengan mengalahkan ketamakan. Jiwa yang terlatih oleh kesabaran akan terhindar dari sifat yang selalu merasa tidak cukup yang memicu rasa rakus atau tamak.

Orang yang mampu menuntaskan ibadah puasa sebulan karena menaati perintah Yang Maha Kuasa semestinya paham betul pentingnya taat pada hukum. Begitu pula mematuhi norma ketertiban sosial dan tidak enggan menebar kebaikan.

Berpuasa juga berarti menyerahkan sepenuhnya penilaian kualitas iman dan takwa kepada Yang Maha Esa. Tidak ada yang tahu apakah seorang muslim berpuasa atau tidak, kecuali dirinya dan Allah SWT.

Di situ ada nilai-nilai toleransi dengan tidak menganggap keyakinannya yang paling benar dan yang lain pasti salah. Maka, siapa pun tidak berhak menghalang-halangi orang lain yang memiliki keyakinan berbeda.

Jangankan berbeda agama, dalam satu agama saja juga terdapat keyakinan yang berbeda-beda. Dalam hal ini, umat Islam Tanah Air sudah melalui ujian toleransi dengan baik. Terbukti dengan lancarnya pelaksanaan shalat Idul Fitri di dua hari berbeda, pada Jumat dan hari ini.

Nilai-nilai Ramadan menguatkan toleransi dengan menggugah kesadaran warga untuk menghormati mereka yang berpuasa. Tanpa perlu aturan yang mewajibkan, rumah-rumah makan memasang tabir di jendela-jendela dan pintu.

Kita patut pula berbangga, pada Ramadan tahun ini, aksi sweeping atas nama umat Islam tidak terdengar. Artinya, ada penguatan sikap toleransi antarumat di tengah pelaksanaan ibadah puasa yang berjalan lancar.

Nilai-nilai Ramadan yang terwujud dalam kesalehan sosial akan selalu relevan untuk senantiasa diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehari-hari. Dengan spirit tersebut, sifat religius yang kental pada bangsa ini akan berkelindan dengan semangat kebangsaan untuk menjaga NKRI agar tetap utuh.



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.