Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PENEGAKAN hukum sejatinya memang bermuara pada terungkapnya kebenaran dan terciptanya keadilan. Tercapainya keadilan itulah yang membuat wibawa hukum tetap terjaga. Supremasi hukum yang benar-benar tegak untuk melindungi masyarakat tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
Seperti keadilan yang menemukan wujudnya ketika tangis seorang ibu yang mencari keadilan, Rosti Simanjuntak, pecah di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan seiring vonis mati yang dijatuhkan hakim Wahyu Iman Santoso kepada mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Ferdy Sambo.
Tidak hanya bagi Ferdy Sambo, drama panjang pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat tersebut telah sampai pada pemberhentian pertama juga untuk Putri Candrawathi yang divonis 20 tahun penjara.
Vonis pengadilan tingkat pertama terhadap Sambo dan Putri ini disambut telah memenuhi rasa keadilan. Tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga pihak-pihak yang dipaksa turut serta dalam tindak kejahatan mereka. Pun, bagi hukum itu sendiri. Hukum yang sejak awal dipaksa bengkok oleh Sambo.
Serangkaian rekayasa oleh segerombolan penjagal hukum disusun untuk membuat gelap upaya pencarian keadilan dengan sandiwara bahwa telah terjadi pelecehan seksual terhadap Putri oleh Yosua.
Karena alasan tersebut pula, vonis maksimal untuk Sambo dianggap sangat layak diberikan. Pasalnya, sebagai pejabat utama Polri, jenderal bintang dua, Sambo yang seharusnya menjaga kesucian hukum malah melecehkan dan memerkosa hukum dengan merekayasa kasus.
Dua putusan ultra petita tersebut telah mampu menepis asumsi-asumsi liar tentang independensi hakim, juga upaya gerakan bawah tanah yang sempat menyeruak di ruang publik. Apalagi vonis untuk Putri, dari tuntutan 8 tahun penjara menjadi vonis 20 tahun.
Putri dianggap terbukti dan turut serta dalam upaya pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yosua. Putusan terhadap Putri itu bulat mufakat tanpa ada perbedaan pendapat dari majelis hakim.
Terwujudnya keadilan dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Yosua Hutabarat di tingkat pertama telah membuat proses penegakan hukum di negeri ini mampu meninggikan martabatnya.
Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Wahyu Iman Santosa sebagai ketua majelis hakim, dengan anggota majelis hakim terdiri atas Morgan Simanjuntak dan Alimin Ribut Sujono, patut mendapat apresiasi dalam menjatuhkan vonis bagi Sambo dan Putri.
Namun, keadilan tidak cukup hanya pada sidang dengan terdakwa Sambo dan Putri. Publik juga berharap dewi keadilan berpihak kepada Richard Eliezer yang telah dengan berani membuka kotak pandora kasus ini sehingga membuat skenario yang disusun Sambo runtuh.
Seandainya Richard tidak mau jujur, kasus ini akan tetap diproses sebagai kejadian tembak-menembak yang dipicu pelecehan seksual sesuai dengan skenario Sambo.
Untuk itulah, tuntutan tinggi terhadap Richard oleh jaksa penuntut umum, 12 tahun penjara, butuh dibalikkan sekali lagi oleh para ‘Wakil Tuhan’ di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Apalagi Richard adalah saksi pelaku yang bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam membongkar kejahatan, justice collaborator, yang menurut Undang-Undang Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban mestinya divonis paling rendah di antara para terdakwa lainnya.
Secercah wujud keadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ini mesti terpancar pula di seluruh lembaga peradilan. Apalagi, proses hukum ini masih panjang. Langkah hukum lanjutan, upaya banding hingga kasasi, akan dilakukan oleh para terpidana.
Sorotan publik yang begitu besar dalam tujuh bulan kasus ini berjalan tidak boleh lengah hingga nanti inkrah. Hanya dengan itulah potensi-potensi untuk mempermainkan hukum bisa dicegah. Jangan biarkan para penjagal keadilan menguasai dan menentukan keberpihakan hukum.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.
PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.
RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.
FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.
Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.
DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.
Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.
IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.
SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.
KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.
SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.
BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.
DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved