Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Jangkar Kebangsaan

06/2/2023 05:00
Jangkar Kebangsaan
Ilustrasi MI(MI/Seno)

INDONESIA merdeka atas jasa perjuangan berbagai elemen bangsa, dengan darah dan air mata. Perjuangan senasib dan sepenanggungan memperkuat kebangsaan Indonesia, bangsa dengan beragam agama, kepercayaan, adat, suku bangsa, bahasa, dan budaya. Salah satu elemen bangsa yang berdiri terdepan dalam mengusir penjajahan Belanda dan bangsa-bangsa lain, juga membangun pilar berbangsa dan bernegara dengan hadirnya Pancasila, ialah Nahdlatul Ulama.

Ormas Islam terbesar di Indonesia itu kini memasuki usia 100 tahun atau satu abad. Usia yang bukan lagi matang, tapi juga kokoh sebagai organisasi yang solid dengan doktrin ahlus-sunnah wal jamaah, yakni ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Dalam konteks sosial kemasyarakatan, maka doktrin itu berpangkal pada landasan tawasuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), al ‘adalah (keadilan), dan amar ma’ruf nahi munkar (mendorong perbuatan baik dan mencegah perbuatan munkar).

Nahdlatul Ulama adalah aset bangsa. Jutaan sekolah, pesantren, dan lembaga amal lainnya di bawah organisasi ‘Bintang Sembilan’ ini telah berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun watak bangsa, dan membawa Indonesia ke dalam peradaban baru, yakni maju, kritis, toleran, dan inklusif. Jutaan santri nahdiyin yang terbentang dari Sabang sampai Merauke bahkan hingga mancanegara mampu berdialektika dengan komunitas lintas agama. Duduk sejajar dan berdiskusi untuk mencari kalimatun sawa (titik pandang yang sama) demi membangun bangsa dan negara.

Di tengah menguatnya ideologi transnasional akibat kemudahan teknologi komunikasi dan informasi, eksistensi NU mampu memoderasi kerasnya paham keagamaan yang membawa kepada radikalisme dan terorisme. Terlebih dari sekitar 274,9 juta jiwa total penduduk Indonesia, sebanyak 80% pengguna akun media sosial adalah generasi milenial dan Z, yang notabene sangat mudah dipengaruhi oleh konten-konten negatif seperti ideologi kekerasan. Badan Intelijen Negara pada 2021 menyebutkan 85% generasi milenial rentan terpapar radikalisme melalui platform media sosial.

Dalam usia seabad, organisasi yang didirikan oleh Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari ini telah mampu menjadi jangkar keagamaan yang moderat (mas’uliyah diniyah) dan jangkar kehidupan kebangsaan (mas’uliyah wathaniyah). Kedua jangkar ini menjadi landasan untuk berperan aktif menjalankan agenda-agenda pembangunan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, menguatkan intelektualisme, dan memperkaya keberagaman. Tema Harlah 1 Abad NU, Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru, memiliki relevansi dengan tantangan masa kini yang semakin dinamis. NU benteng Negara Kesatuan Republik Indonesia terutama di tahun politik.



Berita Lainnya
  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.

  • Percepat Rekonstruksi, Pulihkan Harapan

    14/2/2026 05:00

    DI antara puing-puing yang perlahan berganti struktur permanen, tersimpan doa ribuan warga terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.