Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Sigap Deteksi Penyakit Misterius

20/10/2022 05:00
Sigap Deteksi Penyakit Misterius
Ilustrasi MI(MI/Seno)

BEBERAPA bulan terakhir kasus gagal ginjal akut pada anak merebak di Tanah Air. Penyebabnya masih misterius. Namun, yang pasti, korbannya telah berjatuhan.

Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) M Syahril mengatakan, berdasarkan data terakhir per 18 Oktober, terdapat 206 kasus dari 20 provinsi. Yang melaporkan kematian ada 99 kasus atau 48%. Adapun RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional melaporkan jumlah kematian sebanyak 65% pasien.

Sejauh ini, pihak Kemenkes sudah memberikan antidot atau penawar untuk pasien kepada rumah sakit di seluruh Indonesia. Selain itu, kementerian juga telah menginstruksikan apotek agar tidak menjual obat sirup untuk sementara. Pasalnya, berkaca pada kasus serupa di Gambia, obat batuk sirup yang mengandung penurun panas (parasetamol) diduga menjadi penyebab rusaknya ginjal pasien di negara tersebut.

Oleh karena itu, tenaga kesehatan di Indonesia pun diminta tidak meresepkan obat cair atau sirup sampai investigasi selesai.

Pemerintah, dalam hal ini Kemenkes, memang perlu bertindak cepat. Apalagi, penyakit ini sangat mengancam jiwa pasien, yang umumnya anak-anak atau balita.

Selain bisa menyebabkan kematian, kerusakan pada ginjal pasien juga akan memengaruhi kualitas kesehatan mereka seumur hidup. Harus segera ditelusuri apa penyebab pastinya penyakit misterius ini agar segera diketahui cara pencegahannya.

Jangan sampai masyarakat kebingungan dan semakin banyak jatuh korban. Ini tentunya  tantangan bagi dunia kedokteran, juga Litbang Kemenkes serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM).

Apa pun caranya, mereka harus berupaya keras menemukan solusinya. Jika perlu, bekerja sama dengan negara lain yang mengalami kasus serupa.

Seperti halnya dalam penanganan pandemi, kolaborasi diperlukan untuk bertukar informasi seputar penyakit. Info dari suatu negara mungkin bisa menyelamatkan ribuan nyawa di negara lain.

Di samping itu, upaya lain yang diperlukan ialah menyiapkan sejumlah rumah sakit rujukan di semua daerah beserta kelengkapan fasilitasnya, baik tenaga medis maupun infrastruktur kesehatannya.

Kita harus belajar dari kasus pandemi covid-19 yang lalu. Jangan sampai korban berjatuhan cuma lantaran fasilitas dan tenaga kesehatan kita tidak siap.

Kemenkes harus melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat. Jangan pernah menganggap sepele nyawa manusia.

Badan POM sebagai lembaga pengawas obat dan makanan juga harus menelusuri apakah obat yang diduga menjadi penyebab kasus serupa di Gambia beredar pula di Indonesia.

Jangan sekadar berdalih obat itu tidak terdaftar, tapi telusuri hingga ke pasar-pasar dan toko-toko obat. Jangan pula ada yang ditutup-tutupi. Jika memang terbukti ada perusahaan farmasi yang mendistribusikan obat tersebut, jatuhkan sanksi.

Kalau perlu dipidanakan. Badan POM juga harus berani memberikan sanksi tegas jika ada perusahaan obat yang menggunakan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG), dua unsur yang diduga masih terkandung dalam parasetamol. Apalagi telah ada aturan yang melarang penggunaan zat tersebut.

Memang perlu upaya maksimal dari semua pihak untuk menyelidiki kejadian gangguan ginjal akut misterius yang dialami ratusan anak ini. Pihak orangtua pun harus peduli dan mau bekerja sama.

Tingkatkan kewaspadaan, terutama terkait frekuensi dan jumlah urine anak, juga apakah diiringi demam atau tidak. Jika sama sekali anak tidak pipis, segera bawa ke fasilitas kesehatan agar cepat ditangani. Bawa obat yang dikonsumsi sebelumnya sehingga dokter bisa menelusuri kemungkinan penyebabnya.

Kasus ini tentu harus jadi pembelajaran bagi semua agar tidak sembarangan mengonsumsi obat. Untuk menjaga kesehatan, hal yang paling penting ialah mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, istirahat teratur, dan jangan lupa menjaga kebersihan.

Kasus ini juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi dunia kedokteran dan litbang kesehatan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan mereka dalam mendeteksi penyakit. Sebab, kita tidak pernah tahu, wabah patogen apa lagi yang akan terjadi di masa depan.



Berita Lainnya
  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.