Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Bersatu Menghadapi Krisis

30/9/2022 05:00
Bersatu Menghadapi Krisis
(MI/Duta)

 

KENDATI pandemi covid-19 telah mereda, dunia tetap belum baik-baik saja. Bahkan, para pengamat memprediksi perekonomian dunia terancam krisis.

Konflik geopolitik seperti perang Rusia-Ukraina tidak hanya berakibat pada terganggunya rantai pasok pangan, tapi juga energi dan sektor keuangan. Ditambah kondisi perekonomian global pascapandemi yang belum sepenuhnya pulih. Situasi ini diibaratkan perfect storm, badai yang sempurna.

Dalam Konferensi Pers APBN KiTa Edisi September 2022, Senin (26/9), Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan tekanan harga komoditas telah memicu peningkatan inflasi global, meski di beberapa negara mulai melambat. Inflasi Agustus, misalnya, di Brasil mencapai 8,7%, Inggris 9,9%, Eropa 9,1%, Jepang 3,0%, Tiongkok 2,5%, dan Amerika Serikat 8,3%.

Di samping itu, perlambatan aktivitas manufaktur global semakin dalam pada Agustus, terutama terjadi di negara-negara besar seperti Eropa, Tiongkok, dan AS.

Hal yang juga perlu diwaspadai, kata dia, ialah pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif, seperti penaikan suku bunga acuan Fed funds rate (FFR) sebesar 75 basis poin pada September 2022.

Hal itu membuat Bank Indonesia pada Rapat Dewan Gubernur BI 21-22 September 2022 juga memutuskan untuk menaikkan BI-7 days reverse repo rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 4,25% sebagai langkah untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Menkeu mengakui pemulihan ekonomi terus berlanjut, tetapi melambat di banyak negara. Meskipun demikian, kinerja ekonomi Indonesia masih tumbuh kuat.

Kinerja sektor eksternal Indonesia sangat positif, didukung neraca perdagangan yang melanjutkan tren surplus serta ekspor dan impor Agustus 2022 yang merupakan tertinggi sepanjang masa.

Aktivitas manufaktur Indonesia juga masih terus menguat dengan tekanan inflasi pada Agustus yang semakin berkurang. Peningkatan konsumsi listrik pun berlanjut, menunjukkan terus tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi diperkirakan masih akan tumbuh lebih baik di 2022, sejalan dengan proyeksi yang dilakukan oleh lembaga internasional terkemuka seperti ADB (5,4%), IMF (5,3%), Bloomberg (5,2%), dan Bank Dunia (5,1%).

Jika melihat data-data di atas, kita memang sepatutnya tetap merasa optimistis. Kendati begitu, kewaspadaan juga penting. Presiden Jokowi bahkan tetap mengingatkan untuk bersiap menghadapi krisis global yang mungkin terjadi di tahun depan. Ia pun meminta Menkeu untuk menghemat penggunaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Presiden memerintahkan bendahara negara memanfaatkan setiap rupiah dengan saksama. Jangan sampai anggaran dikeluarkan secara jorjoran. "Karena kita tidak boleh berpikir uang hanya untuk hari ini dan tahun ini, kita harus lihat tahun depan seperti apa,” ujarnya pada acara UOB Economic Outlook 2023 di Jakarta, kemarin.

Apa yang disampaikan Presiden kiranya sebagai bagian dari upaya memitigasi bencana keuangan yang mungkin terjadi di tahun depan.

Bisa jadi memang sudah seharusnya pemerintah mengerem pengeluaran yang tidak perlu, termasuk pembangunan infrastruktur yang bukan prioritas.

Tidak ada salahnya kebijakan gas dan rem yang diberlakukan saat pandemi covid-19, kembali diterapkan untuk menghadapi situasi perekonomian yang sulit seperti saat ini. Kita harus mendahulukan apa yang menjadi prioritas, seperti menjaga daya beli atau konsumsi masyarakat. Sebab, inilah salah satu faktor yang mengerakkan roda perekonomian dan menyelamatkan kita dari krisis selama ini.

Selain itu, hal lain yang perlu dilakukan ialah menjaga kekompakan seluruh elemen bangsa. Ini penting, terutama untuk menjaga stabilitas, tidak hanya di bidang ekonomi, tapi juga sosial dan politik.

Spirit ini mesti dimulai dari teladan para pemangku kebijakan. Jangan ada satu kebijakan kementerian bertentangan atau bahkan bertolak belakang dengan kementerian lainnya sehingga membuat rakyat bingung.

Saat ini yang dibutuhkan ialah trust, kepercayaan satu sama lain. Bila para pemangku kebijakan kompak, semangat ini tentunya akan menular ke akar rumput. Seorang nakhoda, selihai apa pun dia, tidak akan mampu melewati badai jika tidak didukung seluruh awak kapalnya.

Oleh karena itu, kekompakan dan kolaborasi penting untuk menghadapi ancaman situasi semacam ini.



Berita Lainnya
  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.