Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Turunkan Harga Tiket Pesawat

19/8/2022 05:00
Turunkan Harga Tiket Pesawat
(MI)

 

POLITIK kebijakan negara di bidang ekonomi memang tak pernah sederhana karena ada dua kubu yang mesti dilayani. Di satu sisi, dia harus mengikuti kaidah dan hukum ekonomi. Namun, pada saat yang sama, kebijakan yang dikeluarkan juga mesti menempatkan kepentingan publik di posisi tertinggi.

Celakanya, kedua hal itu sering berseberangan, berlawanan arah. Sebutlah misalnya tentang kebijakan harga suatu barang atau jasa. Secara normal ia akan bergerak sesuai dengan mekanisme pasar yang dikendalikan keseimbangan permintaan dan penawaran.

Namun, boleh jadi kebijakan propasar seperti itu tidak bisa diterima publik secara luas mengingat kondisi dan situasi pada saat itu. Begitu pun sebaliknya, kebijakan yang sudah pas dengan kemauan dan kepentingan publik, bisa jadi, sebetulnya tidak masuk kalkulasi secara ekonomi.

Dengan kacamata itulah tampaknya Presiden Joko Widodo melihat tren kenaikan harga tiket pesawat belakangan ini yang menurutnya sudah mengkhawatirkan. Secara eksplisit Presiden menyadari bahwa memang tidak mudah untuk 'menormalkan' harga tiket pesawat mengingat harga avtur internasional saat ini yang tinggi.

Akan tetapi, di sisi lain, Presiden juga tahu betul bahwa mahalnya harga tiket pesawat itu, jika tidak dikendalikan, tidak saja akan membuat masyarakat menjerit, tapi juga berpotensi mengganggu pemulihan ekonomi nasional yang kini tengah berjalan. Kontribusi harga tiket pesawat terhadap inflasi memang tidak signifikan, tak sampai 0,1%.

Namun, kita tahu, saat ini tren mobilitas warga mulai meninggi. Masyarakat terutama kelas menengah mulai banyak beraktivitas dan melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang. Industri pariwisata sedang bergerak menuju kebangkitan. Dari situ roda ekonomi pun berputar, semakin cepat, semakin kencang.

Sungguh sangat disayangkan jika momentum perbaikan yang baru saja muncul itu rusak lagi dengan adanya pengenaan harga tiket pesawat yang tinggi. Belum lagi kalau bicara tentang upaya menjaga konektivitas antarwilayah di Indonesia dan kontinuitas pelayanan jasa transportasi udara, tarif penumpang pesawat yang terjangkau sejatinya menjadi hal mutlak.

Karena itu, kekhawatiran Presiden Jokowi sekaligus tegurannya kepada Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi terkait dengan tingginya harga tiket pesawat mesti dibaca dalam konteks kepublikan.

Kepentingan publik, dalam hal ini tuntutan agar harga tiket pesawat diturunkan, mesti menjadi target utamanya. Akan tetapi, pada saat yang bersamaan pemerintah harus pintar-pintar agar industri penerbangan tak mati gara-gara pengejaran target tersebut.

Di luar soal harga avtur yang sangat bergantung pada pergerakan pasar internasional, tentu ada banyak sisi dan variabel yang bisa disisir untuk bisa 'memaksa' maskapai penerbangan menurunkan harga tiket. Menteri BUMN, misalnya, mestinya bisa memaksa maskapai penerbangan dan perusahaan operator bandara yang berpelat merah untuk meningkatkan efisiensi operasional mereka.

Begitu juga Menteri Perhubungan bisa melakukan evaluasi, apakah misalnya dalam alur bisnis penerbangan saat ini masih memunculkan banyak celah inefisiensi, celah pungli, atau bahkan celah korupsi yang pada akhirnya ikut menyebabkan harga tiket yang tinggi? Atau apakah ada masalah kurangnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam manajemen penerbangan selama ini?

Tindakan-tindakan konkret seperti itulah yang kita tunggu dan kita butuhkan. Jangan sampai menunggu teguran Presiden yang kedua kali untuk menurunkan harga tiket pesawat.



Berita Lainnya
  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.