Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Menanti Keadilan di Akhir Sandiwara

11/8/2022 05:00
Menanti Keadilan di Akhir Sandiwara
Ilustrasi MI(MI/Duta)

 

TABIR kasus kematian Brigadir J akhirnya terkuak. Tersangka dalang pembunuhan pria asal Jambi itu tiada lain atasannya sendiri, Irjen Ferdy Sambo. Penetapan tersangka itu diumumkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Selasa (9/8).

Penetapan tersangka bekas Kadiv Provam Polri itu sekaligus menepis sandiwara yang dibuat sebelumnya bahwa telah terjadi tembak-menembak yang menyeret Bharada E sebagai pelakunya.

Kini, dengan terkuaknya sang terduga dalang, kasus yang telah berlangsung lebih dari sebulan dan sudah menyita perhatian publik ini harus bermuara di pengadilan. Biar palu keadilan yang menjatuhkan sanksi kepada siapa yang bersalah, termasuk mereka yang terlibat membantu merekayasa kasus ini.

Sejauh ini, jajaran Polri telah bekerja keras termasuk menyelidiki siapa yang terlibat dan telah menetapkan sanksi mutasi. Namun, itu tidaklah cukup. Harus ada sanksi pidana bagi mereka yang benar-benar terbukti bersalah.

Tugas selanjutnya ada di pundak Kejaksaan Agung, yang hendaknya nanti bersikap transparan dan profesional dalam menetapkan dakwaan. Jangan ada lagi sandiwara seperti awal kasus ini mencuat. Jangan biarkan rasa keadilan publik kembali terluka. Jangan lagi mereka dibuat semakin tidak percaya kepada institusi hukum, terutama kepolisian yang telah tercoreng karena kasus ini.

Bayangkan, setidaknya telah 31 personel Polri, termasuk perwira tinggi dan menengah, diduga terlibat kasus ini. Peran mereka beragam, dari menghilangkan barang bukti (CCTV) hingga menghalangi proses penyidikan. Kejahatan secara bersama-sama itulah yang menurut Kapolri membuat pengungkapan kasus ini berjalan lambat.

Apa pun motifnya, kini kematian Brigadir J mulai menemui titik terang. Jangan biarkan ia kembali gelap. Oleh karena itu, pengadilan yang transparan dan profesional perlu untuk menjawab semua pertanyaan masyarakat atas misteri kasus ini, sekaligus menegakkan rasa keadilan.

Apalagi, Presiden Jokowi telah berkali-kali menegaskan agar kasus ini diusut setuntas-tuntasnya. Titah Presiden ini tentunya harus dipatuhi seluruh bawahannya, terutama Polri.

Pengusutan tidak boleh berhenti pada pelanggaran kode etik, tetapi juga pada kemungkinan unsur pidananya. Oleh karena itu, penting untuk membawa kasus ini ke pengadilan. Jika terbukti, sanksi harus diberikan seberat-beratnya. Apalagi jika terbukti dilakukan secara berencana. Hal yang juga harus diingat, mereka adalah aparat yang seharusnya menjaga kesucian hukum, bukan malah melecehkan dan memerkosa hukum dengan merekayasa kasus.

Kapolri tegas dan berani membersihkan semua personel yang terlibat dalam kasus ini, tanpa pandang bulu. Jangan biarkan benalu menggerogoti integritas institusi ini dan tidak tersentuh hukum. Mereka yang mencintai keadilan juga harus ikut mengawal kasus ini. Jangan biarkan ada lagi sandiwara di babak-babak berikutnya.

Lakon gelap pertunjukan ini harus ditutup dengan panggung pengadilan yang seterang-terangnya. Agar terkuak siapa sutradara dan aktor-aktor sesungguhnya yang terlibat di dalamnya dan ganjaran apa yang harus diberikan atas peran masing-masing. Masyarakat menunggu rasa keadilan dari panggung sandiwara ini.



Berita Lainnya
  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.