Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Berkurban Melawan Ancaman Krisis

09/7/2022 05:00
Berkurban Melawan Ancaman Krisis
Ilustrasi MI(MI/Duta)

KAUM muslimin di seluruh dunia akan merayakan Idul Adha atau Hari Raya Kurban 1443 Hijriah. Sebagian umat menunaikan ibadah salat Idul Adha pada hari ini dan sebagian yang lain akan melakukannya besok, Minggu (10/7). Para jemaah haji di Arab Saudi, kemarin, juga sudah melaksanakan wukuf di Arafah sebagai rangkaian wajib ibadah haji.

Spirit yang selalu dijunjung dalam peringatan Idul Adha ialah pengorbanan, keikhlasan, dan ketakwaan dalam derajat yang tertinggi. Spirit tersebut merupakan pengejawantahan makna dari kisah tentang pengorbanan luar biasa yang dilakukan Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail. Kisah itu sesungguhnya menggambarkan puncak dari nilai-nilai kepatuhan, keikhlasan, dan ketakwaan seorang hamba terhadap Tuhannya.

Harus diakui, spirit pengorbanan dengan bobot sekaliber Ibrahim saat menyembelih Ismail merupakan amal teramat langka dalam konteks kekinian. Hal-hal yang menyangkut pengorbanan telah banyak hilang digantikan dengan spirit mengabdi kepada motif mendapatkan keuntungan, yang kerap kali bahkan sampai meminggirkan kemanusiaan.

Di satu sisi ikatan-ikatan sosial mengendur, di sisi lain cengkeraman kepentingan individu malah kian menguat. Perayaan Idul Adha sejatinya ialah momentum untuk menumbuhkan kembali spirit pengorbanan demi menautkan kembali ikatan-ikatan yang mengendur, bahkan terlepas tersebut.

Semangat itu menjadi sangat penting saat ini, terutama ketika belakangan situasi negara dan bahkan dunia sedang tidak baik-baik saja. Pandemi memang tak lagi menjadi faktor utama. Namun, manakala efek hantaman pandemi belum pulih benar dan langsung disusul konflik berujung perang antara Rusia-Ukraina, pada saat itulah titik awal krisis dunia yang lebih besar lagi.

Perang sangat mungkin memantik krisis pangan dan energi yang lebih masif. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan sudah memperingatkan perang Rusia-Ukraina dapat menyebabkan krisis pangan global tidak hanya sebentar, tapi selama bertahun-tahun. Ketahanan pangan dan ketahanan energi setiap negara pun bakal diuji, termasuk Indonesia.

Tanda-tanda menuju krisis yang lebih besar sudah terlihat. Harga minyak dunia naik dua kali lipat jika dibandingkan dengan harga pada situasi normal menjadi US$110-US$120 per barel. Harga pangan juga rata-rata meningkat 30%-50%. Di sisi lain, nilai tukar dolar Amerika Serikat terus menguat, yang menyebabkan kurs rupiah melemah ke level 15 ribu per dolar AS.

Dalam konteks Indonesia, kondisi tersebut tentu bakal melonjakkan nilai subsidi, terutama subsidi energi. Kian besar subsidi, artinya kian besar pula APBN kita bakal tergerus. Lantas, sampai kapan APBN kuat menanggungnya? "Ini kita masih kuat dan kita berdoa supaya APBN tetap kuat memberi subsidi. Kalau sudah tidak kuat, mau gimana lagi?" ucap Presiden Joko Widodo saat puncak peringatan Hari Keluarga Nasional di Medan, Sumatra Utara, Kamis (7/7).

Oleh karena itu, peringatan Idul Adha ialah kesempatan bagi kita semua untuk memperlihatkan solidaritas sosial sekaligus meneguhkan spirit untuk berkorban bagi orang lain, spirit untuk berkorban bagi sesama. Hari Raya Kurban mesti dimaknai sebagai kerelaan berkorban untuk saling membantu serta membuang jauh-jauh egosentrisme.

Jangan selalu menuntut pada negara dan pemerintah. Mulailah dari sendiri. Kaum berpunya semestinya menahan diri untuk tidak mencaplok subsidi yang sejatinya ditujukan untuk kaum yang tidak punya. Pun menahan diri untuk tidak boros, tidak belanja konsumsi yang berlebihan, tapi makin memperbanyak berbagi.

Sekali lagi, sudah sepatutnya kita mengambil hikmah atas hakikat Idul Adha. Inilah momentum untuk menggelorakan semangat berkorban dan berbagi demi membangun bangsa.



Berita Lainnya
  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.