Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Pemilu bukan Arena Memecah Belah

29/6/2022 05:00
Pemilu bukan Arena Memecah Belah
Ilustrasi MI(MI/Seno)

 

POLITIK, demokrasi, beserta seluruh instrumen yang membangun mereka semestinya ada dan diselenggarakan dengan tujuan menyatukan. Seburuk-buruknya politik ialah ketika dia justru hadir dengan wajah memecah belah, mengotak-ngotakkan, dan pada saat yang sama menciptakan polarisasi yang masif.

Bukan politik seperti itu yang dicita-citakan para pendiri bangsa ini. Kebebasan yang menyertai sistem demokrasi hendaknya tidak disalahartikan menjadi kebebasan yang kebablasan, kebebasan yang ugal-ugalan. Demokrasi bukan berarti bebas tanpa batas, yang pada akhirnya malah akan merusak simpul-simpul persatuan yang sudah terjalin.

Kontestasi politik sebagai perwujudan demokrasi pun harus menjadi ajang untuk mengeratkan persatuan. Pada poin itulah sesungguhnya nilai minus dari penyelengaraan Pemilu 2019. Harus diakui, Pemilu 2019 telah memunculkan perpecahan di mana-mana. Tidak hanya parpol, bahkan antaranggota keluarga pun bisa bertikai gara-gara perbedaan pendapat atau pilihan.

Tentu ada yang menikmatinya, tetapi jauh lebih banyak orang yang tergilas karena menjadi korban perpecahan dan pembelahan itu. Lantas, apakah kita akan membiarkan saja ketika kenikmatan segelintir orang itu harus mengorbankan anak bangsa yang lain, bahkan mengorbankan persatuan bangsa?

Dalam konteks tersebut, kita sepakat dengan pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh yang disampaikan dengan gaya sarkasme saat meresmikan Kantor DPW Partai NasDem Aceh, Senin (27/6). "Buat apa pemilu jika bangsa ini terpecah? Lebih baik tidak ada pemilu kalau itu memberikan konsekuensi membuat perpecahan," kata dia.

Pernyataan itu tentu tidak mengandung maksud untuk menolak pemilu. Itu ialah sindiran keras kepada para pelaku demokrasi, terutama elite politik, yang gemar memproduksi narasi-narasi kebencian dan kebohongan hanya demi mendapatkan suara tanpa melihat risiko dan konsekuensinya.

Pernyataan itu sekaligus punya spirit ajakan kepada seluruh pihak, terutama partai politik, untuk mulai menjadikan pemilu sebagai alat menjaga keutuhan bangsa. Kontestasi demokrasi tak seharusnya membuat rakyat terberai dan menihilkan rasa persatuan. Pemilu tidak boleh malah menjadi arena untuk memecah belah bangsa.

Sudah letih Ibu Pertiwi ini melihat anak-anaknya terus berselisih bahkan bertengkar hanya karena perbedaan pilihan dan pandangan politik. Terlalu banyak persoalan yang mesti dihadapi bangsa ini yang tak mungkin bisa terlewati jika tidak ada energi persatuan sebagai titik tumpunya.

Pemilu 2019 cukuplah menjadi refleksi 'kegagalan' kita dalam mengimplementasikan esensi demokrasi. Gara-gara itu, demokrasi menjadi kerap dipersepsikan negatif, dianggap seolah-olah sebagai sistem yang menyebabkan bangsa terbelah.

Karena itu, Pemilu 2024 betul-betul akan menjadi ujian bagi Republik ini. Kita harus membangun kembali monumen keindahan demokrasi melalui sebuah proses dan sistem pemilu yang jauh lebih mencerahkan ketimbangkan sebelumnya.

Apa ukuran mencerahkan itu? Jika kita menginginkan politik dan demokrasi yang mempersatukan, instrumen pemilu semestinya juga kita perjuangkan menjadi sebuah kontestasi yang mempersatukan, menyejukkan, sekaligus menggembirakan.

Dari situ kita bisa berharap akan hadirnya demokrasi yang tidak hanya mampu mendinginkan suasana dan jauh dari niat memecah belah, tetapi juga demokrasi yang mempertahankan spirit persatuan dan kesatuan bangsa.

Kalau tetap tidak bisa, ya, benar kata Surya Paloh, buat apa ada pemilu kalau malah memecah belah bangsa?



Berita Lainnya
  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.