Kamis 23 Juni 2022, 05:00 WIB

Kembali Perketat Protokol Kesehatan

Administrator | Editorial
Kembali Perketat Protokol Kesehatan

MI/Duta
Ilustrasi MI.

 

KASUS covid-19 di Indonesia kembali bergerak naik. Berdasarkan data dari laporan harian pemerintah, selama periode 8-21 Juni, total yang terinfeksi mencapai 13.273 orang.

Angka itu naik hampir dua kali lipat jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya. Selain karena mobilitas masyarakat yang mulai meningkat, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan peningkatan kasus ini terjadi lantaran adanya varian baru dari virus SARS-CoV-2, serta importasi kasus covid-19 yang bertambah. Kementerian kesehatan pun mengingatkan peningkatan kasus baru dalam beberapa hari mendatang masih akan terjadi.

Beberapa kali dalam forum ini kita mengingatkan agar masyarakat tidak lengah meski wabah korona dalam beberapa bulan terakhir mereda. Oleh karena itu, kita menyambut baik instruksi Satgas Penanganan Covid-19 agar masyarakat kembali memperketat protokol kesehatan. Salah satunya melalui syarat vaksinasi dosis lengkap dan hasil tes negatif covid-19 untuk kegiatan berskala besar yang dihadiri lebih dari 1.000 orang dalam satu waktu dan lokasi sama, di dalam maupun di luar ruangan.

Dalam aturan yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Satgas Nomor 22 Tahun 2022 itu disebutkan acara yang diatur mencakup kegiatan lokal yang dihadiri partisipan lokal, lintas provinsi atau kabupaten, seperti perhelatan sosial dan budaya masyarakat, ataupun kegiatan internasional yang dihadiri partisipan antarnegara atau multilateral. Selain itu, diberlakukan pula skrining spesifik sesuai keterlibatan jenis partisipan. Aturan tersebut tentu harus dipatuhi semua pihak, terutama pemerintah daerah. Kalau perlu, dibuat perda turunannya.

Imbauan atau instruksi tentu tidak akan bergigi jika tidak disertai ketegasan dalam penerapan dan sanksi. Aturan ini tidak boleh dianggap main-main. Kita harus belajar dari pengalaman sebelumnya di mana aturan kerap dilanggar, dari soal karantina hingga surat keterangan vaksin untuk perjalanan.

Hal-hal seperti ini tidak boleh terulang lagi demi kepentingan dan keselamatan bersama. Sejauh ini, kita telah berhasil bangkit dari krisis akibat pandemi meski belum sepenuhnya pulih. Oleh karena itu, kita tidak boleh langsung tancap gas. Sesekali rem juga perlu ditarik. Seiring tren melonjaknya kasus covid-19 akhir-akhir ini, kebijakan melepas masker di ruang publik kiranya juga perlu dikaji kembali.

Untuk mengatasi wabah ini memang perlu kesabaran dan partisipasi semua pihak. Ini bukan semata tugas dan tanggung jawab tenaga kesehatan. Butuh kerja sama, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat untuk tetap berkomitmen menjalankan berbagai upaya kewaspadaan, strategi pencegahan, dan sistem pengendalian penularan.

Selain soal penggunaan masker, pemerintah dan masyarakat sebaiknya menggiatkan lagi vaksinasi, baik yang primer maupun dosis, booster. Cakupan vaksinasi anak juga perlu ditingkatkan, terutama menjelang PTM 100% di tahun ajaran baru. Hal lain yang tak kalah penting ialah tes dan tracing/penelusuran. Jika memang merasa kurang sehat, sebaiknya memeriksakan diri ke dokter agar terdeteksi penyakitnya dan jangan dulu berkeliaran di luar rumah.

Kita semua memang jenuh dengan pandemi, tapi suka atau tidak suka fase ini memang belum selesai. Kalaupun situasinya nanti berubah jadi endemi, bukan berarti kondisi negeri ini bebas penyakit. Situasi endemi artinya penyakitnya ada, tetapi penularannya terkendali.

Dengan melonjaknya kasus covid-19 akhir-akhir ini, itu berarti masih jauh dari kata endemi. Oleh karena itu, butuh kesabaran dan kesadaran, serta kerja sama lebih kuat lagi untuk menghadapi wabah ini. Kita mesti belajar dari wabah yang telah memorak-porandakan berbagai segi kehidupan ini, jangan sampai kita yang mulai bangkit terjerembap lagi. Infrastruktur kesehatan tentu tidak boleh lagi diabaikan untuk berjaga-jaga mengantisipasi lonjakan.

Selain itu, hal paling mendasar yang tidak boleh diabaikan masyarakat ialah kedisiplinan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Biasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas apa pun. Hal itu tidak hanya untuk mencegah virus korona, tapi juga berbagai penyakit lain, seperti diare, cacar monyet, dan demam berdarah agar tidak menjadi wabah baru.

Begitu pun kebiasaan menggunakan masker, terutama di ruang ataupun transportasi publik. Selain mencegah dari berbagai virus, benda kecil itu juga berfungsi menghindari kita dari paparan polusi. Intinya, kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan perlu dibarengi pola hidup bersih dan sehat. Tanpa itu semua, bangsa ini akan terus sakit-sakitan.

Baca Juga

MI/Duta

Tipu Daya Lembaga Amal

👤Administrator 🕔Jumat 08 Juli 2022, 00:05 WIB
KASUS dugaan penyelewengan dana umat kembali...
MI/Duta

Tangkap Predator Seksual

👤Administrator 🕔Kamis 07 Juli 2022, 05:00 WIB
LICIN ibarat belut. Itulah perilaku MSAT, putra salah seorang pengasuh pondok pesantren di Jombang, Jawa...
MI/Seno

Perppu Pemilu Konsekuensi Logis

👤Administrator 🕔Rabu 06 Juli 2022, 05:00 WIB
Tiga daerah otonomi baru itu ialah Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, dan Provinsi Papua...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya