Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Petuah untuk Pemimpin Indonesia

18/6/2022 05:00
Petuah untuk Pemimpin Indonesia
(MI/Duta)

 

BANGSA Indonesia akan kembali memilih pemimpin negara pada 14 Februari 2024. Dua tahun bisa dibilang waktu yang masih cukup lama, tapi bisa juga disebut sudah di depan mata.

Bagi masyarakat umum selaku pemilih dalam pemilu, waktu menuju pemungutan suara masih panjang. Namun, bagi partai-partai politik, ini saatnya mempersiapkan pengusungan calon presiden dan calon wakil presiden.

Menurut jadwal tahapan Pemilu 2024 yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), pencalonan pasangan capres dan wapres dimulai pada Oktober tahun depan. Parpol tidak bisa serta-merta mengusung calon karena ada syarat minimal perolehan suara pemilu atau kepemilikan kursi di parlemen. Kecuali PDI Perjuangan, semua parpol yang duduk di parlemen saat ini mau tidak mau harus berkoalisi.

Tidak mudah bagi parpol untuk menggandeng parpol lain membentuk koalisi. Umumnya mereka mencari kesamaan visi, misi, dan ideologi kepartaian. Termasuk dalam hal memilih sosok untuk diusung sebagai pasangan capres dan cawapres.

Proses tersebut tengah dilakukan salah satunya oleh Partai NasDem. Yang menarik, dalam menggodok pemilihan sosok capres dan cawapres untuk ditawarkan kepada calon mitra koalisi, NasDem mengundang sejumlah pakar dan tokoh eksternal partai.

Tokoh undangan yang paling menonjol ialah mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad. Tun Mahathir merupakan eks pemimpin karismatik negara ASEAN yang paling senior saat ini. Di usia yang sudah 97 tahun, pemikirannya masih tajam.

Tun Mahathir memenuhi undangan NasDem, parpol pertama di Indonesia yang mendaulatnya untuk berbagi pengalaman tentang memimpin negara. Ia menyebutkan sejumlah kriteria dan ciri-ciri pemimpin nasional yang benar-benar memperhatikan kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Mahathir mengatakan pemilihan umum hanya satu bagian dari proses kepemimpinan nasional. Ketika rakyat merasa keliru memilih pemimpin, mereka bisa mengoreksi pada pemilu berikutnya.

Akan tetapi, pemimpin yang terpilih semestinya memiliki tanggung jawab menjalankan peranannya untuk mencapai kedudukan sebagai pemimpin nasional. Kedudukan itu tercapai bila sang pemimpin berempati terhadap rakyat. Ia memahami keresahan, impian, serta harapan rakyat.

Dalam menelurkan kebijakan, pemimpin nasional tidak boleh mementingkan satu kelompok saja atau menjadi pendukung elitis. Kadang kala, demi kepentingan masa depan rakyat, pemimpin nasional harus berani mengambil keputusan pahit dan membuat kebijakan nonpopulis.

Pemimpin yang hanya mementingkan kekuasaannya akan lebih memilih jalan mudah, yang populis, dan membuat rakyat terlena sementara waktu. Namun, akibatnya negara perlahan rusak menuju kebinasaan. "Ketika itu rakyatlah yang akan membayar harga yang amat mahal," ujar Mahathir mengingatkan.

Mahathir sempat memuji kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang disebutnya berjalan di atas landasan yang sewajarnya dan perlu dilanjutkan pemimpin berikutnya. Dengan rendah hati, Mahathir pun mengakui tidak ada hal baru dalam penjabarannya tentang sosok pemimpin nasional.

Itu betul. Akan tetapi, harus diakui pula sosok yang digambarkan Mahathir masih sangat relevan untuk memenuhi kebutuhan kepemimpinan nasional masa kini. Bukan hanya untuk NasDem, melainkan juga acuan untuk segenap parpol.

Dalam proses demokrasi di Indonesia, parpol menjadi penyaring pertama sosok-sosok calon pemimpin untuk mendapatkan kepala negara yang memiliki ciri kepemimpinan nasional. Publik berharap parpol tidak mengabaikan kepentingan rakyat demi memuaskan ambisi elitis.



Berita Lainnya
  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.