Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Pemimpin yang Mempersatukan

17/6/2022 05:00
Pemimpin yang Mempersatukan
(MI/Seno)

 

PERSATUAN dan kebangsaan sesungguhnya adalah esensi utama demokrasi. Terminal terakhir dari seluruh perjalanan dan proses demokrasi. Maka, semestinya tugas kita semua untuk mengarahkan demokrasi supaya tegak lurus dan tidak melenceng. Demokrasi harus diyakini sebagai alat untuk meneguhkan persatuan sekaligus menggapai kesejahteraan rakyat melalui perbedaan-perbedaan yang ada.

Dengan keyakinan tersebut, produk yang dihasilkan dari demokrasi tegak lurus itu pun semestinya akan sejalan dengan esensinya. Salah satu produk utama demokrasi ialah pemimpin. Jika kita sepakat esensi demokrasi ialah persatuan dan kebangsaan, tidak boleh ada tawar-menawar, pemimpin yang dihasilkan dari proses pesta demokrasi haruslah pemimpin yang bisa mempersatukan.

Dalam konteks kontestasi pemilihan umum yang bakal digelar pada 2024 mendatang, pemimpin baru nanti mesti memiliki karakter dan kecakapan autentik untuk dapat merekatkan kembali kain kebangsaan yang terkoyak dan terbelah oleh pisau polarisasi.

Tentu saja, pemimpin Republik ini harus punya visi besar. Ia juga mesti memiliki kapasitas mumpuni terutama dalam mengatasi segala kesulitan sebagai imbas dari pandemi dan geopolitik global. Namun, untuk situasi sekarang, bangsa ini betul-betul sangat membutuhkan karakter yang menyatukan itu.

Suka tidak suka, kita harus mengakui persatuan antaranak bangsa ini sempat tercabik dan terbelah selama proses kontestasi Pilpres 2019 lalu. Residunya pun masih ada sampai sekarang. Akankah kita sebagai anak bangsa terus membiarkan ketercabikan itu? Bukankah Ibu Pertiwi ini bakal sulit bergerak bila anak-anaknya terus-terusan bertikai? Tidak bisa tidak, kita harus cepat keluar dari labirin itu.

Karena kita bicara tentang calon pemimpin negeri, sesuai dengan sistem pemilu di Indonesia yang mensyaratkan pencalonan presiden melalui partai politik atau gabungan parpol, maka kunci awal penyaringan pemimpin sesungguhnya ada di tangan parpol.

Merekalah yang semestinya memegang komitmen untuk mengusung calon pemimpin (presiden) bukan sekadar alasan memburu kekuasaan semata, melainkan untuk kepentingan yang lebih besar, yakni persatuan bangsa.

Akan tetapi, yakinkah kita parpol bisa bersikap seperti itu?

Seharusnya kita yakin karena sudah ada yang memberi contoh. Partai NasDem, melalui rakernas yang digelar 15-17 Juni 2022 di Jakarta, kembali meneguhkan sikap dan tekad mereka untuk tidak terjebak dalam pragmatisme dan oportunisme politik. Partai NasDem tanpa sungkan menyatakan, dalam kaitan Pemilu 2024 mendatang, mereka akan mengajukan calon presiden yang bisa menyatukan anak bangsa. Mereka tidak berorientasi pada pengejaran kekuasaan.

Komitmen itu kiranya dapat menjadi contoh sangat bagus bagi parpol lain untuk juga mengambil sikap yang sama. Jika hanya tujuan kekuasaan yang diburu dalam kompetisi pemilihan presiden mendatang, tanpa ada niat sedikit pun untuk menyembuhkan luka bangsa ini, boleh jadi luka itu justru akan kian menganga.

Inilah saatnya seluruh elemen bangsa bersepakat untuk menutup buku perselisihan dan keterbelahan. Waktunya kita rekatkan lagi persatuan demi memenangi tantangan bangsa di masa akan datang. Saat ini hingga Pemilu 2024 digelar, parpol punya momentum kuat untuk dapat memelopori upaya perekatan anak bangsa itu.

Usunglah, lalu ajaklah rakyat untuk memilih calon pemimpin yang mempersatukan, pemimpin yang mempereratkan, pemimpin yang bisa mengakhiri keterbelahan.

 



Berita Lainnya
  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.