Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Fokus Dongkrak Perekonomian

16/6/2022 05:00
Fokus Dongkrak Perekonomian
Ilustrasi MI(MI/Seno)

 

PEROMBAKAN kabinet merupakan hak prerogatif seorang Presiden. Presiden sebagai kepala pemerintahan memiliki kewenangan untuk mengangkat dan memberhentikan para pembantunya, yaitu para menteri.

Kapan saja menganggap perlu melakukan perombakan kabinet, itu ialah kewenangan penuh Presiden.

Tentu berbarengan dengan itu, terselip harapan rakyat yang ingin momentum perombakan kabinet akan mampu mengakselerasi kinerja pemerintah, menggenjot pemulihan ekonomi nasional. Mendongkrak perekonomian yang selama dua tahun terakhir terdampak pandemi.

Kemarin, Presiden Joko Widodo melakukan bongkarpasang untuk lima posisi di kabinet. Dia mencopot Menteri Perdagangan M Luthfi dan menggantinya dengan Zulkifl i Hasan, juga memasang mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto menggantikan Sofyan Djalil sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional.

Ada pula tiga wakil menteri baru, yakni Raja Juli Antoni sebagai Wamen ATR/BPN, Afriansyah Noor sebagai Wamen Tenaga Kerja, dan John Wempi Wetipo sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri.

Pergantian menteri perdagangan jelas dibarengi dengan harapan besar agar persoalan minyak goreng segera dituntaskan. Begitu juga untuk menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok yang kini tengah melambung.

Namun, melihat sosok yang dipasang oleh Presiden di sektor perdagangan, ada yang optimistis juga ada yang meragukan. Meragukan bukan karena kemampuan atau kapasitas menteri baru, tetapi lebih karena posisinya sebagai ketua umum partai politik.

Menambah komposisi politisi di jajaran kabinet saat tahapan Pemilu 2024 sudah dimulai jelas bukan pilihan yang ideal, apalagi di sektor krusial. Politisi apalagi posisinya sebagai ketum parpol pasti akan terbelah fokusnya, antara mengurus negara dan kepentingan menuju kontestasi demokrasi pada 2024.

Tidak salah jika publik berasumsi bahwa perombakan kabinet yang memasukkan 2 menteri baru dan 3 wakil menteri cenderung hanya bermotif kepentingan politik praktis. Tidak untuk mengakselerasi kinerja, tetapi mengakomodasi kepentingan orang dekat pemerintah.

Di Kabinet Indonesia Maju kini ada 21 kader parpol yang mengisi kursi menteri dan wakil menteri. Tentu semuanya juga dituntut untuk membagi fokusnya antara mengurus kementerian demi kepentingan negara dan rakyatnya, serta bekerja untuk kepentingan partai politiknya.

Perombakan kabinet mestinya menjadi momentum bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyusun kabinet yang lebih profesional untuk menuntaskan semua programnya dalam periode 2 tahun terakhirnya.

Namun, sekali lagi ditegaskan, bahwa perombakan kabinet merupakan kewenangan penuh Presiden. Publik boleh saja berharap, tetapi keputusan Presiden tidak bisa digugat siapa pun.

Yang perlu ditekankan ialah bahwa para menteri, baik profesional maupun kader parpol, tidak boleh menomorduakan amanah dari Presiden. Jangan sampai para menteri ini tidak lagi fokus menuntaskan pengabdian mereka, tetapi justru berpikir bagaimana mendapatkan jabatan pada pemerintahan berikutnya.

Serta kali ini Presiden harus benar-benar mengontrol kinerja mereka, bahkan jika memperlambat kinerja pemerintahan, tidak perlu ragu untuk mendepaknya.



Berita Lainnya
  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.