Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILU 2024, yang diprediksi bakal berlangsung ketat dan kompetitif, jangan sampai membelah persatuan. Tajamnya polarisasi atas pilihan politik pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 tidak boleh terulang pada 2024.
Perlu dicegah pesta demokrasi lima tahunan itu disesaki kampanye hitam yang saling menjatuhkan. Tentu peran para elite politik yang dituntut agar lebih mengedepankan kepentingan bangsa daripada berebut ke kuasaan semata. Kegaduhan yang tidak substansial hanya akan menjerumuskan demokrasi bangsa ini pada titik terendah.
Potensi kegaduhan mulai terlihat menuju 2024. Hingga saat ini, sekitar 20 bulan jelang pemilu serentak yang akan diselenggarakan pada 14 Februari 2024, tidak ada elektabilitas kandidat yang benarbenar dominan berdasarkan hasil survei.
Jarak elektabilitas, terutama di antara tiga calon yang paling populer, berdasarkan sejumlah hasil survei relatif sangat dekat atau ketat. Ditambah lagi ketiadaan petahana karena Presiden Joko Widodo telah menuntaskan dua periode masa jabatannya sesuai mandat konstitusi.
Tanpa petahana, gelanggang pilpres akan diikuti kandidat dengan peluang yang relatif sama. Apalagi koalisi-koalisi partai politik saat ini masih cair menuju 2024 sehingga berpotensi terjadi persaingan ketat di pilpres yang diprediksi berlangsung dalam dua putaran.
Tentu yang harus menjadi rambu ialah seketat dan sekompetitif apa pun pilpres nanti berlangsung, kemunduran demokrasi tidak boleh lagi
terjadi. Bangsa ini pantang kembali terjebak pada polarisasi ekstrem akibat kampanye hitam dan politik identitas.
Jadikan Pemilu 2024 sebagai pertarungan keunggulan program dan visi yang diisi dengan narasi-narasi kampanye yang penuh gizi demokrasi, bukan isi tas. Bukan sekadar agitasi murahan para politisi yang menggiring rakyat melunturkan persaudaraan dan persatuan akibat ekstremnya polarisasi.
Sudah saatnya membangun kesadaran bersama bahwa Pemilu 2024 menjadi momentum menumbuhkkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi. Masyarakat yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam demokrasi. Keterlibatan publik dalam pemilu sangat penting.
Elok nian bila kontestan Pemilu 2024 bersaing ketat dan kompetitif dalam harmoni. Pemilu berlangsung dengan gambaran pluralisme bangsa
Indonesia. Tanggalkanlah segala macam bentuk politik identitas yang hanya merugikan bangsa besar bernama Indonesia.
Dalam bahasa Ketua Umum NasDem Surya Paloh, Pemilu 2024 harus menjadi momentum untuk menciptakan suasana pluralisme. Perbedaan sikap dan pilihan politik mestinya tak menyurutkan semangat kerukunan bangsa sehingga tercipta Pemilu 2024 yang jauh lebih berarti bagi siapa pun anak bangsa ini.
Kuncinya ialah para elite politik. Mencegah tajamnya polarisasi tidak sekadar menghardik pihak yang berbuat hal tersebut. Peran para elite tentu sangat dibutuhkan untuk mencegah hal itu dan dapat dijadikan teladan masyarakat.
Jangan ada lagi elite yang hanya menggembargemborkan strategi murahan dengan politik identitas karena jelas-jelas terbukti membahayakan ke utuhan bangsa ini.
Publik pun mesti menyadari hal ini. Ketika ada elite politik yang sengaja memanfaatkan terjadinya polarisasi dengan politik identitas untuk mencapai kuasanya, bisa dipastikan yang ada di benaknya hanya kepentingan pribadi dan kelompoknya, bukan bangsanya. Rakyat yang kian cerdas memilih pemimpin menjadi modal kuat meneguhkan pluralisme.
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved