Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DPR dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah sepakat memangkas durasi masa kampanye Pemilu 2024 yang semula selama 90 hari menjadi 75 hari. Keputusan itu disampaikan kemarin oleh Ketua DPR Puan Maharani.
Masa kampanye dimulai pada November 2023 dan berakhir Februari 2024. Sementara itu, tahapan Pemilu 2024 digelar 20 bulan sebelum hari pencoblosan.
Kita harus mendukung pemangkasan masa kampanye itu demi efektivitas. Pemangkasan waktu itu juga bukti bahwa lembaga-lembaga negara belajar dari pemilu sebelumnya.
Politik identitas yang muncul sejak 2012 menghasilkan polarisasi warga masyarakat yang kian lebar saat masa kampanye yang panjang. Dengan begitu, polarisasi diharapkan tidak akan terlampau tajam dengan pemangkasan masa kampanye itu.
Memang, kita tidak naif pula bahwa upaya polarisasi bisa tetap menemukan jalannya. Perang identitas bisa saja justru semakin barbar di masa kampanye yang singkat. Meski begitu, upaya-upaya pencegahan tetap harus dilakukan, terlebih jika memang memungkinkan.
Terlebih, pemangkasan masa kampanye ialah langkah rasional dalam adaptasi transisi pandemi ke endemi. Masih adanya kasus covid-19, walau terus melandai, tetap harus disikapi dengan kehati-hatian. Wujudnya, tentu, dengan pengurangan atau penyingkatan kampanye fisik.
Sebab itu pula, telah tepat bahwa masa kampanye 75 hari itu terdiri dari 60 hari masa kampanye fisik dan 15 hari masa kampanye virtual. Dengan demikian, nanti kita akan bisa melihat pula parpol, capres, dan caleg yang paling efektif dalam memanfaatkan waktu dan membagi strategi di antara dua cara kampanye itu.
Dengan era teknologi digital sekarang ini dan tingginya konsumsi media sosial masyarakat Indonesia, peralihan kampanye dari fisik ke digital semestinya disambut gembira para peserta pemilu. Kampanye digitallah yang bisa sangat penting dalam menjaring suara.
Hal itu harus dipahami jika berkaca pada demografi pemilih pada Pemilu 2019. Saat itu pemilih usia 31-40 tahun menduduki porsi terbesar dengan jumlah 43.407.156 orang. Tempat kedua diduduki pemilih usia usia 21-30 sebanyak 42.843.792 orang. Jumlah itu sudah hampir setengah dari total 192 juta lebih pemilih pada pemilu tersebut.
Pada 2024, generasi yang akan mencapai usia kelompok 31-40 tahun dan kelompok 21-30 tahun ialah generasi milenial dan sebagian generasi Z. Generasi itu ialah pengguna internet yang sangat aktif, bahkan dapat dikatakan sebagai motor dunia medsos. Sebab itu, kampanye digital semestinya tidak hanya didukung, tetapi justru memang juga harus lebih diperjuangkan para peserta pemilu.
Di sisi lain, ketika para peserta pemilu dituntut lebih efektif berkampanye, para penyelenggara pemilu harus bisa berkinerja tinggi. Distribusi logistik, infrastruktur teknologi, dan sumber daya manusia harus siap tepat waktu dan tanpa cela.
KPU juga harus mempersiapkan skenario untuk memastikan tidak ada lagi peristiwa meninggalnya ratusan penyelenggara pemilu akibat kelelahan, seperti yang terjadi pada 2019. Tanpa skenario yang baik, potensi kelelahan sangat terbuka mengingat padatnya jadwal Pemilu 2024.
Kinerja tinggi juga harus dibuktikan Mahkamah Agung (MA) yang telah berkomitmen dengan masa penyelesaian sengketa pencalonan maksimal 15 hari. Kecepatan dan ketepatan penyelesaian sengketa pemilu akan menghindarkan masyarakat dari potensi kegaduhan dan perpecahan.
Dengan sudah akan dimulainya tahapan pemilu pada Juni ini, kesiapan seluruh pihak itu harus dimulai pula. Tanpa kesiapan, segala pemangkasan bukan menjadikan pemilu yang efektif, melainkan hanya pemborosan puluhan triliun rupiah uang negara.
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved