Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Mengelola Arus Balik

04/5/2022 05:00
Mengelola Arus Balik
Ilustrasi MI(MI/Seno)

 

ADA keberangkatan pasti ada kepulangan. Begitu pun dalam konteks perayaan Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran di Indonesia, ada mudik niscaya akan ada balik. Dua hal ini tak bisa dipisahkan, termasuk ketika negara mesti turun tangan mengelolanya. Pengelolaan arus mudik akan selalu berkesinambungan dengan pengelolaan arus balik.

Tahun ini boleh dikatakan spesial. Setelah jeda dua tahun akibat pandemi covid-19, seperti yang sudah diperkirakan, mudik Lebaran kali ini benar-benar membeludak. Hingga H-1 Lebaran, Minggu (1/5), bahkan juga pada H+1 Lebaran, Selasa (3/5), arus mudik masih tinggi.

Ini terutama terlihat dari kepadatan jumlah kendaraan keluar dari Jakarta menuju Jawa Barat sampai Jawa Timur yang melalui Tol Trans-Jawa, Purbaleunyi, maupun Jagorawi. Juga kendaraan yang menuju Pulau Sumatra melalui Pelabuhan Merak-Bakauheni.

Itu fakta pertama. Fakta kedua, pemerintah sudah menetapkan cuti bersama Lebaran tahun ini sampai 8 Mei 2022. Artinya, sebagian besar pemudik, baik yang sudah bekerja maupun pelajar sekolah, harus sudah kembali beraktivitas pada 9 Mei 2022.

Dua fakta tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa akan terjadi arus balik serentak yang sangat padat dengan puncaknya pada tiga hari terakhir libur (cuti bersama) Lebaran, yaitu 6, 7, dan 8 Mei 2022. Kekhawatiran itu tidak berlebihan, karena jika melihat kebiasaaan di tahun-tahun sebelumnya, sebagian besar pemudik akan memaksimalkan masa libur mereka dan memilih balik ke Jakarta di pengujung tenggat.

Dari gambaran itu, jelas, tantangan pemerintah untuk mengendalikan arus balik akan lebih berat ketimbang pengelolaan arus mudik. Jika antisipasi dan pengendaliannya tidak tepat, kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi ialah horor kemacetan arus balik yang menyengsarakan.

Sebuah hal yang lumrah kiranya bila Polri, bahkan Presiden Joko Widodo, cepat-cepat mengimbau para pemudik agar tak mengikuti kebiasaan lama mereka dan pulang lebih awal. Adapun bagi yang waktu cutinya cukup, boleh dipertimbangkan untuk memilih waktu pulang setelah 9 Mei demi menghindari penumpukan di tanggal-tanggal puncak tersebut. Tujuannya sangat baik, agar tidak terjadi kemacetan baik di jalan tol, jalan nasional, maupun antrean masuk ke kapal di pelabuhan.

Akan tetapi, imbauan saja tentu belum cukup. Sebelum arus mudik bergerak pekan lalu pun imbauan yang senada, yakni mudik lebih awal, sudah disuarakan langsung oleh Presiden. Hasilnya, tetap saja tidak banyak yang melakukan perjalanan mudik lebih awal karena berbagai pertimbangan.

Kunci pengendalian tetap ada di pengelolaan dan pengaturan oleh negara (pemerintah). Skenario antisipasi termasuk rekayasa lalu lintas ataupun manajemen penyeberangan laut harus disiapkan betul. Harus diakui, meskipun secara umum berlangsung baik, masih ada banyak bolong dari pengelolaan arus mudik tempo hari.

Kemacetan 19 kilometer di Pelabuhan Merak, kemacetan hingga berjam-jam di Tol Cipularang arah Jakarta karena imbas penerapan one way menuju Jawa Tengah di Tol Cikampek, juga kemacetan yang masih terjadi di setiap titik-titik rest area sepanjang jalan tol, adalah sebagian contoh yang bisa menjadi titik tumpu dalam menentukan kebijakan arus balik yang lebih baik.

Di saat arus balik, antisipasi lemah tak boleh terjadi. Selalu berpikirlah untuk kemungkinan yang terburuk sehingga strategi pengendalian yang nantinya dipakai pun siap untuk mengantisipasi hal yang paling buruk sekalipun.

Di satu sisi, kita mesti berikan apresiasi kepada kepolisian dan TNI, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian PU-Pera, juga semua pihak yang telah berkontribusi sehingga prosesi mudik berjalan relatif aman dan lancar. Namun, pada saat yang sama kita pun berharap mereka bekerja lebih ekstra keras demi pengelolaan arus balik yang jauh lebih aman, lebih lancar, dan lebih nyaman.



Berita Lainnya
  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.