Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Menguatkan Silaturahmi

02/5/2022 05:00
Menguatkan Silaturahmi
Ilustrasi(Dok. MI)

 

IDUL Fitri kerap kali dimaknai sebagai Hari Kemenangan. Dimaknai demikian, karena inilah fase akhir setelah menjalani ujian selama Ramadan.

Selama kurang lebih sebulan, umat muslim ditempa untuk menahan diri tidak hanya dari rasa lapar dan dahaga, tetapi juga dari berbagai godaan nafsu duniawi lainnya. Selama bulan suci, mereka juga berlomba-lomba meningkatkan segala bentuk kebaikan, baik dalam bentuk ibadah kepada sang Pencipta maupun belas kasih terhadap sesama.

Tujuannya tak lain agar kembali fitri (suci) pada saat Hari Kemenangan tiba. Tidak ada maknanya berpuasa jika selepas Ramadan tidak mampu mengikis segala perilaku buruk dalam diri.   

Namun, kerap ada yang menyebut lebih sulit mempertahankan ketimbang merebut kemenangan. Ujian sesungguhnya ialah bagaimana mempertahankan dan memperkukuh kemenangan itu pada hari-hari selanjutnya.

Idul Fitri hendaknya jadi momentum untuk memulai lembar kehidupan baru yang lebih baik. Momentum ini bisa menjadi awal untuk saling menguatkan dengan meningkatkan rasa saling menyayangi dan berbagi kebahagiaan terhadap sesama sanak saudara, kerabat, dan handai tolan tanpa tersekat oleh perbedaan. 

Pandemi covid-19 yang kita hadapi dalam dua tahun terakhir mungkin bisa menjadi contoh bagaimana pentingnya rasa kebersamaan, tolong-menolong antarsesama anak bangsa tanpa perlu membeda-bedakan ras, suku, dan agama.

Kita dapat merayakan kembali Idul Fitri tanpa pembatasan di sana-sini lantaran relatif sukses menekan jumlah kasus. Hal itu, salah satunya, disebabkan kita berhasil membangun dan menjalin kerja sama sesama anak bangsa. Di lingkungan kampung, misalnya, masyarakat tidak membeda-bedakan dalam merawat/menolong mereka yang sakit, begitu juga kepercayaan antara masyarakat dan pemerintah dalam melaksanakan program vaksinasi. 

Rasa saling percaya tentu menjadi salah satu substansi keberagaman yang menjadi modal dasar bangsa ini dalam menghadapi krisis. Sejatinya, hal itu juga harus terus dipertahankan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara pada hari-hari selanjutnya.

Indonesia ialah bangsa majemuk, keragaman dan perbedaan merupakan keniscayaan, sunatullah, atau kehendak Ilahi yang patut kita syukuri. Kegagalan mempertahankan dan meningkatkan keberagaman bisa menyebabkan bangsa ini tercerai-berai. Sudah banyak contoh negara yang terpecah lantaran tidak mampu merawat keberagaman. 

Oleh karena itu, Idul Fitri hendaknya jadi momentum bagi seluruh elemen bangsa ini untuk semakin memperkuat tali silaturahmi. Perpecahan atau gesekan yang terjadi di masa lalu lantaran kontestasi politik pada masa lalu hendaknya direkatkan lagi pada hari yang fitri ini.

Buang semua jauh-jauh segala sifat iri dan benci yang selama ini menyelimuti diri. Lahirlah kembali menjadi pribadi yang bersih, bersih sebersih-bersihnya seperti bayi. Itu sejatinya kemenangan yang benar-benar hakiki.

Idul Fitri ialah jalan baru untuk semakin meningkatkan iman dan ketaqwaan, yang memancarkan kesalehan diri dan cahaya kebajikan hidup bersama. Kesalehan diri dan kebajikan bersama itu hendaknya menjadi modal sosial untuk membentengi bangsa dari segala nista yang merusak diri dan kehidupan bersama, menjauhi ujaran kebencian, intoleransi, dan perbuatan korupsi.



Berita Lainnya
  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.

  • Meneror Penggarong Uang Negara

    16/2/2026 05:00

    BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.