Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM mudik Lebaran tahun ini sudah berlangsung dalam beberapa hari terakhir. Seperti yang diprediksi semula, euforia masyarakat begitu luar biasa setelah dua tahun tak bisa pulang kampung akibat pandemi covid-19.
Secara umum, hingga H-4 kemarin, arus mudik terbilang lancar. Benar, kemacetan masih mewarnai. Tak cuma 1-2 jam, kemacetan di beberapa ruas jalan sampai berjam-jam.
Benar bahwa ada ketidaksinkronan antara agenda dan pelaksanaan sehingga menimbulkan persoalan. Di Tol Cipularang, misalnya, kemarin pagi warga yang mengarah ke Jakarta memblokade jalur arah Bandung. Mereka kesal, marah, karena beberapa jam tak bergerak akibat pemberlakuan one way arah Bandung.
One way adalah salah satu rekayasa lalu lintas yang diambil untuk mencegah kemacetan arus mudik. Rencana awal, ia diberlakukan mulai pukul 17.00 hingga 24.00 WIB. Akan tetapi, di lapangan, one way hingga dini hari hingga kemacetan parah terjadi di arah sebaliknya.
Rekayasa lalu lintas memang bersifat situasional. Ia bisa diperpanjang tergantung keadaan. Namun, tanpa sosialisasi yang baik, ia dapat membuat masyarakat lain terusik. Itulah yang terjadi di Tol Cipularang. Seyogianya masalah ini tak lagi terjadi karena arus mudik belum selesai.
Kemacetan juga terjadi di Pelabuhan Merak, Banten. Para pemudik harus menunggu berjam-jam untuk bisa naik ke kapal yang akan membawa mereka ke Sumatra.
Banyak yang bilang, kemacetan identik dengan arus mudik Lebaran. Apalagi, kali ini jumlah pemudik luar biasa banyak. Pemerintah memperkirakan 85,5 juta warga bakal mudik dan sebagian besar menggunakan transportasi darat.
Kita semua tak menginginkan kemacetan, terlebih sampai berjam-jam. Namun, kita juga mesti memahami betapa berat tanggung jawab otoritas terkait dalam menangani arus mudik. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, sekitar 23 juta mobil dan 17 juta sepeda motor digunakan untuk mudik kali ini. Dengan jumlah sebanyak itu, kemacetan tak mungkin dihindari sama sekali.
Banyak upaya yang dilakukan pemerintah agar mudik lancar, aman, dan menyenangkan. Sejumlah solusi untuk meminimalisasi kemacetan ditempuh. Selain one way, ada juga contraflow, ganjil-genap, dan larangan truk masuk tol. Mudik gratis digencarkan pula demi mereduksi kendaraan pribadi untuk mudik. Terlepas dari adanya kekurangan, kita patut mengapresiasi semua itu.
Apresiasi patut juga kita alamatkan kepada para petugas yang tanpa kenal lelah mengatur dan mengamankan arus mudik. Mereka bekerja 24 jam sehari secara bergantian. Tugas mereka cuma satu, membuat rakyat lancar dan aman menjalani ritual mudik.
Akan tetapi, meski lebih dari 160 ribu personel gabungan diterjunkan, kendati beragam rekayasa diberlakukan, lancar tidaknya arus mudik juga bergantung pada pemudik. Kemacetan di jalan berbayar kerap disebabkan mereka saling serobot di pintu tol, juga berlama-lama di rest area.
Kepadatan di Pelabuhan Penyeberangan Merak diakibatkan pula oleh pemudik yang berebut naik ke kapal tak sesuai jadwal. Namun, itu semua bukanlah alasan bagi pemerintah untuk tidak melakukan perbaikan. Penambahan dermaga demi mengurai kepadatan mesti segera dilakukan.
Mudik adalah kegembiraan buat rakyat, terlebih lagi tahun ini. Menjadi tanggung jawab negara untuk memfasilitasi kegembiraan itu, dan menjadi kewajiban masyarakat pula untuk tidak merusaknya. Tanggung jawab dan kewajiban pun bertambah, yakni memastikan mudik dan Lebaran tak menjadi pemicu lonjakan kasus covid-19.
Membuat mudik lancar, aman, dan nyaman adalah tugas bersama. Biarkan pemerintah mengaturnya. Marilah kita sebagai warga mendukungnya.
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved