Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
PERTEMUAN antara Presiden Joko Widodo dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di sirkuit Formula E pada Senin (25/4) menimbulkan berbagai tafsiran politik.
Saat berkunjung itu, Presiden Jokowi berkeliling meninjau proyek pembangunan sirkuit dengan menggunakan mobil golf yang dikendarai Anies Baswedan. Foto-foto kedekatan keduanya saat perjumpaan itu ramai dibahas di media sosial.
Muncul berbagai tafsiran karena keduanya selama ini dikesankan berada pada titik poros politik berbeda. Padahal, sudah semestinya Jokowi sebagai presiden dan Anies selaku kepala daerah memperlihatkan hubungan yang harmonis di ruang publik.
Apalagi, menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, gubernur adalah wakil pemerintah pusat di daerah. Karena itu, presiden dan gubernur mestinya selalu berkoordinasi. Kepala daerah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri karena salah satu kewajibannya ialah melaksanakan program strategis nasional.
Kunjungan ke sirkuit Formula E mestinya dianggap sebagai kepedulian Presiden Jokowi yang ingin memastikan kesiapan ajang bertaraf internasional tersebut karena membawa nama negara. Beberapa bulan sebelumnya, Jokowi juga melakukan hal yang sama menjelang ajang balap World Super Bike dan Moto-GP di Sirkut Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Terus terang, pertemuan Jokowi dengan Anies kali ini menjadi heboh karena ulah pendukung fanatik mereka. Kedua pendukung garis keras terkesan tidak terima dengan pertemuan itu. Mereka saling nyinyir, padahal tokoh yang mereka idolakan saling memberikan respek.
Para pendukung mereka pun semestinya cair karena antarelite sudah tidak ada seteru. Selama ini dunia politik kita lebih banyak berisi narasi negatif. Bahkan bukan lagi sekadar kampanye hitam, tapi sudah sampai menjurus ke fitnah.
Ironisnya, narasi negatif itu ditiupkan oleh sebagian elite politik juga. Alih-alih membangun kedewasan berpolitik di kalangan rakyat dengan bertarung ide atau gagasan, yang ada malah menebar sentimen kebencian, entah melalui isu agama ataupun ras. Polarisasi yang terjadi hingga hari ini, salah satunya getah dari hal tersebut. Tidak ada upaya serius untuk merajutnya.
Dukung-mendukung dan berbeda pilihan merupakan hal yang lumrah dalam demokrasi. Hal yang tidak wajar ialah fanatisme membabi buta sehingga menutupi nalar berkepanjangan.
Pertemuan Jokowi dengan Anies mungkin hanyalah pertemuan biasa dan wajar antara kepala negara dan kepala daerah. Yang tidak biasa ialah prasangka-prasangka negatif di kepala para pendukung fanatik mereka. Itu barangkali lantaran nalar mereka telah diselimuti kebencian yang terus dipelihara.
Sudah waktunya untuk berhenti menyebarkan narasi kebencian di antara para pendukung tokoh politik. Jika di antara para tokoh yang diidolakan itu sudah memperlihatkan kemesraan, sebagai pendukung di akar rumput mestinya menempuh jalan rekonsiliasi.
Perjumpaan Jokowi dengan Anies di sirkuit Formula E hendaknya dipandang sebagai proses pendewasaan politik yang sudah lama terbelah. Harus ada kesadaran bersama bahwa perlu kembali bersatu setelah ajang kontestasi. Demokrasi bukan untuk membelah, tapi untuk menyatukan.
Pertemuan itu juga tidak perlu ditafsirkan ke mana-mana, apalagi sebagai upaya menghentikan proses interpelasi terkait Formula E yang masih berproses di DPRD DKI Jakarta.
DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.
PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.
SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.
PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.
RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.
FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.
Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.
DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.
Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.
IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.
SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.
KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.
SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.
BADAN Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai Indonesia sepanjang 2025, yakni 5,11% secara tahunan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved