Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Bersihkan Kemendag

20/4/2022 05:00
Bersihkan Kemendag
Ilustrasi MI(MI/Seno)

 

PENETAPAN empat tersangka kasus dugaan korupsi minyak goreng (migor) oleh Kejaksaan Agung, kemarin, ialah langkah patut. Sebab, bau kecurangan pada kelangkaan migor begitu mudah tercium bahkan oleh orang awam sekalipun.

Dari empat tersangka yang ditetapkan itu pun dugaan persekongkolan kakap makin benderang. Keempatnya ialah IWW yang menjabat Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag); SMA yang menjabat Senior Manager Corporate Affairs Permata Hijau, MPT yang merupakan Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, dan PT yang berstatus General Manager bagian General Affairs PT Musim Mas.

Jaksa Agung Sanitiar Burhanudiin menyatakan pihaknya telah menemukan dua alat bukti. Setelah penetapan itu pun, seluruh tersangka langsung ditahan di dua rutan berbeda.

Kita mengapresiasi tinggi Kejagung yang telah melakukan langkah berani. Keberanian memanglah faktor penting karena bukti kecurangan yang dikemukakan bukan hal sulit ditemukan pihak berwenang lainnya.

Burhanudiin menyatakan ditemukan permufakatan antara pemohon dan pemberi izin untuk fasilitas persetujuan ekspor. Alat bukti kedua ialah dikeluarkannya persetujuan ekspor kepada eksportir yang seharusnya ditolak karena tidak memenuhi syarat.

Para tersangka pemohon ekspor mendistriburiskan CPO dan RBD Olein dengan harga tidak sesuai harga penjualan dalam negeri (DPO). Mereka juga tidak mendistribusikan 20% dari ekspor CPO dan RBD Olein ke pasar dalam negeri sesuai ketentuan kewajiban pemenuhan komoditas dalam negeri (DMO).

Meski menggembirakan, penetapan empat tersangka ini barulah langkah awal dari pengungkapan kelangkaan migor, maupun penumpasan mafia pangan. Meski telah memuaskan sebagian kecil pertanyaan, sebagai rakyat tentunya sulit percaya jika permufakatan tersebut hanya ulah segelintir orang itu.

Kita menuntut pengusutan tuntas dilakukan kepada semua pihak terkait, termasuk pimpinan Kemendag. Mendag Muhammad Lutfi memiliki utang jawab yang besar kepada rakyat atas temuan ini.

Mendag yang begitu berapi-api menyatakan akan memerangi mafia migor, harus bisa menjawab mengapa permufakatan busuk yang ada di lembaganya sendiri luput dari pengetahuannya. Temuan Kejagung ini minimal sudah harus direspons penonaktifan pejabat tersangka dan investigasi terhadap seluruh jajaran lainnya.

Apalagi, berbagai pejabatnya bukan asing dengan pemanggilan oleh KPK. Dirjen Perdagangan Luar Negeri yang kini menjadi tersangka juga diperiksa di berbagai kasus. Pada September 2019, ia diperiksa KPK terkait kasus suap impor bawang putih dan bulan berikutnya diperiksa atas kasus suap kuota impor ikan di Perum Perindo.

Betul bahwa asas praduga tidak bersalah harus digunakan, tetapi kita juga tidak naif akan budaya korup, termasuk yang bersama-sama, di lembaga pemerintahan. Sebabnya, kasus mafia migor ini mesti jadi awal untuk pembenahan menyeluruh.

Di luar itu, kita harus mengawal kasus ini hingga persidangan nantinya. Seluruh jajaran penegak hukum, berikut hakim, harus menyadari bahwa kasus ini ialah tolok ukur kemampuan negara melawan mafia pangan.

Terlebih akibat perbuatan mereka beban anggaran negara telah bertambah sekitar Rp14 triliun. Jumlah itu berasal dari subsidi migor curah Rp7,6 triliun dan anggaran BLT migor sebesar Rp6,4 triliun.

Kerugian ekonomi tidak kalah besar karena telah mengerek harga produk pangan lainnya ikut naik. BPS pun telah menyatakan bahwa kenaikan harga migor menjadi penyumbang inflasi terbesar sejak Mei 2019.

Di berbagai daerah, rakyat harus antre migor, bahkan sampai meregang nyawa. Atas semua dosa itulah kita menuntut semua yang terkait jaringan mafia migor diseret ke pengadilan dan dijatuhi hukuman seberatnya. Para pejabat korup bukan hanya harus dipidana berat, tapi juga dimiskinkan karena telah menjadi pengkhianat bangsa.



Berita Lainnya
  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.