Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Tiga Periode semakin Liar

05/4/2022 05:00
Tiga Periode semakin Liar
Ilustrasi MI(MI/Seno)

 

WACANA penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden terus bergulir. Seakan tidak mau kalah dengan popularitas kenaikan harga bahan-bahan kebutuhan pokok.

Tiap kali wacana itu mulai meredup, ada saja pihak yang kembali mengobarkannya. Mereka terus kasak-kusuk mencari dukungan atas wacana yang menyalahi semangat reformasi tersebut.

Tiga pekan lalu saat wacana itu mulai kehilangan tenaga, klaim dukungan big data yang dilontarkan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan kembali menghidupkannya. Luhut menyebut, dari percakapan 110 juta pengguna media sosial, banyak pemilih dalam pemilu yang menghendaki pemilu ditunda.

Alasannya, pandemi belum berakhir sehingga situasi belum memungkinkan untuk menggelar pemilu. Sebagai konsekuensinya, bila pemilu ditunda, ada perpanjangan masa jabatan presiden.

Klaim Luhut lantas memancing digelarnya berbagai survei yang memetakan pendapat publik atas wacana penundaan pemilu. Hasilnya bertolak belakang dengan analisis big data yang diklaim Luhut.

Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menyebut hanya 5% responden yang mendukung gagasan masa jabatan presiden tiga periode. Kemudian, 78,9% mayoritas responden tidak menginginkan Pemilu 2024 ditunda. Sederet survei serupa sebelumnya, antara lain dari Y-Publica, Lembaga Survei Jakarta, Charta Politika, dan Indonesia Polling Station, sama-sama menunjukkan mayoritas publik menolak penundaan pemilu.

Ketika klaim Luhut mendapat bantahan bertubi-tubi, muncul deklarasi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia atau Apdesi. Melalui ketuanya, Surta Wijaya, organisasi itu pekan lalu menyatakan dukungan kepada Jokowi agar kembali menjabat presiden untuk periode ketiga.

Suasana politik menjadi agak keruh karena di hari yang sama, Presiden Jokowi menghadiri acara silaturahim nasional atas undangan Apdesi. Belakangan juga diketahui ada dua Apdesi dengan organisasi yang diketuai Surta Wijaya tidak terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM.

Timbul dugaan bahwa lingkaran Istana mengoordinasikan bahkan mendanai kegiatan yang belakangan mendeklarasikan dukungan presiden tiga periode itu. Akan tetapi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menepisnya.

Pramono lantas mengingatkan, Presiden Jokowi sudah empat kali menegaskan ke publik bahwa dirinya akan taat kepada konstitusi. Pasal 7 UUD 1945 berbunyi, 'Presiden dan wakil presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan'.

Itu bunyi konstitusi yang berlaku hingga saat ini. Belum tentu di akhir tahun nanti atau tahun depan bunyi pasal masa jabatan presiden tidak berubah. Kita pun tahu Ketua MPR yang begitu getol menyodorkan gagasan amendemen UUD 1945 berasal dari Partai Golkar. Kemudian, Golkar juga yang merupakan pendukung garis keras penundaan pemilu.

Hanya Presiden Jokowi yang mampu menghentikan wacana ini jika ia benar-benar tidak menghendakinya. Apalagi hasil survei SMRC menyimpulkan wacana itu justru kontraproduktif dan menurunkan tingkat kepercayaan terhadap Jokowi.

Yang diharapkan publik ialah ketegasan Presiden Jokowi menyatakan tidak bersedia dipilih kembali kendatipun konstitusi nantinya memberi jalan. Kemudian, menempuh langkah-langkah konkret untuk merealisasikan penyelenggaraan Pemilu 2024.

Betul, pernyataan tidak ingin kembali menjabat presiden sudah pernah ia nyatakan. Meski demikian, hanya itu yang bisa menyingkirkan kecurigaan publik dan menyetop bola wacana tiga periode yang semakin liar.



Berita Lainnya
  • Langkah Tepat Pembatalan Belajar Daring

    26/3/2026 05:00

    DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.

  • Penghematan Tepat Sektor

    25/3/2026 05:00

    BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.

  • Jalan Abu-Abu Status Tahanan Rumah

    24/3/2026 05:00

    PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.

  • Privilese di KPK

    23/3/2026 05:00

    Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.

  • Memancarkan Takwa ke Sesama Manusia

    21/3/2026 05:00

    RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.

  • Peradilan Koneksitas untuk Penyiram Air Keras

    20/3/2026 05:00

    PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar. 

  • Ujian Pengendalian Diri

    19/3/2026 05:10

    Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.

  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.