Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Perbaiki Skema Subsidi Elpiji

05/3/2022 05:00
Perbaiki Skema Subsidi Elpiji
Ilustrasi MI(MI/Duta)

 

HARGA elpiji nonsubsidi tiga kali naik dalam tiga bulan terakhir. Pemerintah perlu mengantisipasi agar konsumen tidak beramai-ramai beralih dari konsumsi elpiji nonsubsidi ke elpiji melon alias elpiji subsidi tabung 3 kg.

Pertama kali harga elpiji nonsubsidi naik pada November 2021. Saat itu, harga elpiji 5 kg dan 12 kg berada di angka Rp11.500 per kilogram. Sebulan kemudian, Desember 2021, harganya naik menjadi Rp13.500 per kilogram. Pada Februari 2022, harga elpiji nonsubsidi kembali naik menjadi Rp15.500 per kilogram.

Invasi Rusia ke Ukraina dituding sebagai biang kerok penaikan harga. Invasi itu melambungkan harga gas dunia. Kini harga gas sesuai acuan contract price Aramco (CPA) menembus US$775 per metrik ton (MT) atau sekitar Rp10 juta (kurs 14.000 per US$).

Kendati penaikan itu 21% lebih tinggi daripada rerata CPA selama 2021, PT Pertamina (persero) memutuskan tidak menaikkan harga elpiji subsidi. Hingga pekan ini, harga gas elpiji 3 kg masih Rp21.000 per tabung atau Rp7.000 per kg karena pemerintah memberi subsidi Rp11 ribu.

Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga gas elpiji subsidi ini tentu patut diapresiasi. Apalagi, mayoritas masyarakat kita menggunakan gas jenis ini, yang menurut Pertamina porsinya lebih dari 93% dari total konsumsi elpiji nasional per Januari 2022. Sementara itu, konsumsi untuk gas nonsubsidi hanya 7% dari total konsumsi nasional.

Meski demikian, penaikan harga gas nonsubsidi ini tetap harus diantisipasi dampaknya. Para pengguna tabung gas ukuran 5 kg dan 12 kg ini bisa saja beralih menggunakan gas subsidi ukuran 3 kg karena harganya relatif lebih murah.

Pemerintah perlu memastikan ketersediaannya, termasuk kelancaran distribusinya, baik gas elpiji subsidi maupun nonsubsidi sehingga tidak terjadi kepanikan di masyarakat. Selain itu, hal yang juga tak kalah penting adalah pengawasannya di lapangan. Jangan sampai penaikan harga ini memberi celah bagi para invisible player (spekulan) untuk mempermainkan harga demi meraih keuntungan yang gila-gilaan.

Apalagi, fakta di lapangan, gas nonsubsidi khususnya ukuran 12 kg, kini dijual dengan harga yang berbeda-beda, bahkan ada yang mencapai di atas Rp200 ribu. Padahal, harga yang dipatok Pertamina di tingkat agen sebesar Rp187 ribu per tabung.

Oleh karena itu, para stakeholder dalam industri ini, dari hulu hingga hilir, kiranya perlu ikut mengawal kebijakan ini agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat yang belakangan kian terimpit dengan melonjaknya harga sejumlah komoditas pangan.

Sudah saatnya pemerintah melakukan reformasi subsidi energi. Perlu dilakukan skema subsidi tertutup untuk elpiji melon agar tepat sasaran. Subsidi diberikan kepada orang bukan harga.

Sepanjang subsidi gas elpiji 3 kg bersifat terbuka, seluruh golongan masyarakat dapat mengakses komoditas bersubsidi tersebut. Faktanya, kelompok masyarakat menengah ke atas paling menikmati subsidi gas elpiji ketimbang masyarakat kelas bawah.

Data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, misalnya, menyebutkan bahwa rumah tangga dengan kondisi sosial ekonomi terendah hanya menikmati 22% dari subsidi gas elpiji, sementara 86% dinikmati kelompok yang lebih mampu.

Distribusi secara tertutup untuk elpiji bersubsidi ukuran 3 kilogram mendesak diwujudkan. Apalagi, DPR dan pemerintah sudah menyepakati skema penyaluran tertutup, tinggal menunggu realisasinya. Tidak terlalu sulit untuk menerapkan distribusi tertutup, tinggal mengintegrasikan data penerima subsidi di data terpadu kesejahteraan sosial yang ada di Kementerian Sosial.  

Jangan sampai penaikan harga elpiji non-subsidi mendorong praktik pengoplosan dan memantik konsumen pengguna elpiji nonsubsidi pindah ke elpiji bersubsidi. Oleh karena itu, usulan skema subsidi tertutup patut dipertimbangkan.



Berita Lainnya
  • Kematangan Toleransi

    18/3/2026 05:00

    DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

  • Korupsi tak Kunjung Henti

    17/3/2026 05:00

    TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.

  • Ujian HAM dan Demokrasi untuk Negara

    16/3/2026 05:00

    Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone

  • Antisipasi Tepat, Mudik Selamat

    14/3/2026 05:00

    GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.

  • Merawat Optimisme Publik lewat Mudik

    13/3/2026 05:00

    BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

  • Negara Hadir untuk Menenangkan

    12/3/2026 05:00

    PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.

  • Napas Panjang Antisipasi Perang

    11/3/2026 05:00

    Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.

  • Menajamkan Sistem Pengawasan

    10/3/2026 05:00

    LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

  • Menjaga Tunas Bangsa

    09/3/2026 05:00

    NEGARA akhirnya menunjukkan taringnya di jagat digital yang kian sulit dikendalikan.

  • Cegah Panik Amankan Mudik

    07/3/2026 05:00

    TEPAT sepekan lalu, negara superpower Amerika Serikat (AS) bersama sekondannya, Israel, membombardir Iran.

  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

Opini
Kolom Pakar
BenihBaik