Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
UJI kelayakan dan kepatutan calon anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dimulai kemarin hingga besok di Komisi II DPR RI. Inilah proses yang sangat menentukan kualitas penyelenggaraan pemilu dan pilkada pada 2024.
Total ada 24 nama, yakni 14 nama calon anggota KPU dan 10 nama calon anggota Bawaslu yang akan diuji. Hampir semua nama itu pernah menjabat di KPU ataupun Bawaslu, bahkan banyak pula yang masih menjabat.
Di jajaran calon anggota KPU hanya dua nama yang tidak memiliki rekam jejak jabatan di lembaga KPU mana pun, yakni August Mellaz yang merupakan Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi serta Muchamad Ali Safa’at yang merupakan Dekan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya.
Demikian pula di daftar calon anggota Bawaslu, hanya dua nama yang belum memiliki sejarah di Bawaslu, yakni Andi Tenri Sompa yang merupakan dosen di Universitas Lambung Mangkurat dan Aditya Perdana yang merupakan Direktur Puskapol FISIP Universitas Indonesia.
Dengan para calon yang sarat pengalaman ataupun merupakan akademisi matang, DPR ibarat dihadapkan pada menu lengkap. Semua kualitas tersedia.
Maka soal menentukan yang terbaik hanyalah bergantung pada kejelian DPR membaca tantangan yang ada pada Pemilu 2024. Tantangan itu tentunya tidak hanya menyelesaikan pekerjaan rumah dari pemilu-pemilu lalu, tetapi juga akibat segala fenomena global yang terjadi belakangan ini.
Soal kelemahan pemilu lalu, tingginya surat suara tidak sah, dan lamanya pengumuman hasil pemilu menjadi persoalan tidak sepele. Pada Pemilu 2019, di Jawa Barat saja terdapat 648.065 surat suara tidak sah pilpres, 2.970.984 pemilu DPR, dan 3.659.012 pemilu DPRD provinsi. Pengumuman hasil pemilu yang membutuhkan waktu 34 hari kian menambah suburnya hoaks yang berpotensi memecah belah bangsa.
Berbagai persoalan pada pemilu lalu juga tidak dimungkiri bila dipengaruhi juga dengan pasal-pasal dalam UU Pemilu dan Pilkada yang multitafsir sehingga membuat tahapan penyelenggaraan rentan dipersoalkan. Namun, tentunya kita membutuhkan anggota-anggota KPU yang tidak hanya terjebak berkutat pada permasalahan makro, tetapi juga memiliki strategi inovatif yang bisa segera diterapkan lembaganya dan tentunya menyentuh masalah-masalah mikro tadi. Ini termasuk berbagai hal teknis mendasar, seperti SDM, jaringan teknologi informasi, hingga masalah distribusi ke berbagai daerah pelosok di seluruh negeri.
Bahkan, strategi atas hal-hal mikro mestinya menjadi poin penting bagi para calon yang telah memiliki rekam jejak di KPU dan Bawaslu. Ketidakmampuan memberikan solusi nyata mesti jadi petunjuk bagi Komisi II DPR RI akan inkompetensi calon terhadap permasalahan yang lalu dan yang akan datang.
Lebih jauh lagi, strategi yang dipaparkan mestinya mampu juga membaca potensi tantangan pandemi, bencana alam, perubahan iklim, hingga kejahatan dan serangan digital, terutama terkait dengan bigdata. Maka calon yang dipilih semestinya yang juga mampu menawarkan strategi visioner dalam menghadapi semua tantangan itu.
Tidak kalah penting, Komisi II DPR hendaknya juga memperhitungkan keterwakilan perempuan minimal 30%. Saat ini dari 24 calon anggota KPU dan Bawaslu terdapat tujuh calon perempuan. Terpenuhinya keterwakilan itu semestinya terus diwujudkan sampai nanti diputuskannya anggota yang terpilih.
Sesuai dengan UU 15/2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum maka jumlah anggota KPU ialah tujuh orang dan Bawaslu lima orang. Keterwakilan 30% anggota perempuan tidak hanya penting untuk memenuhi amanat UU, tetapi juga penting bagi demokrasi itu sendiri.
Studi di berbagai negara dan contoh nyata dalam politik di sejumlah negara maju menunjukkan politikus dan senat perempuanlah yang membawa isu-isu yang selama ini marginal menjadi terangkat. Perbaikan kualitas pendidikan hingga ekonomi terbukti berutang jasa pada banyak senat perempuan.
SETIAP musim mudik Lebaran tiba, pemerintah seolah kembali memasuki arena uji publik yang tak pernah benar-benar usai
DI tengah langkah penghematan energi sebagai antisipasi terhadap gejolak global, pemerintah memastikan untuk tidak memberlakukan pembelajaran daring bagi para siswa.
BERHEMAT adalah hal mutlak dalam menghadapi krisis global saat ini. Berhemat, khususnya BBM, merupakan adaptasi pertama dan minimal ketika Selat Hormuz belum juga aman.
PEMBERANTASAN korupsi di Indonesia kembali diuji. Di tengah persepsi publik bahwa praktik korupsi kian mengakar, langkah penegakan hukum justru dinilai melemah.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut, dilaporkan mendapatkan status tahanan rumah.
RAMADAN telah berlalu dan kini seluruh umat Islam di dunia merayakan Hari Raya Idul Fitri.
PENGUNGKAPAN identitas terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus menjadi angin segar.
Ramadan dengan puasanya dan Nyepi dengan catur brata penyepiannya adalah dua jalan berbeda yang sama-sama menuju pada penguatan sikap pengendalian diri.
DALAM minggu ini, ada dua momentum besar ujian kematangan toleransi bangsa kita, yaitu Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
TAK salah kiranya jika Transparency International menempatkan Indonesia di level rendah dalam pemberantasan korupsi sepanjang 2025.
Peristiwa itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan perlindungan hak asasi manusia (HAM) di Indone
GELOMBANG mudik Lebaran selalu menjadi ujian besar bagi kapasitas negara dalam mengelola mobilitas manusia berskala besar.
BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.
PEMERINTAH sejatinya lahir untuk melindungi, memberi kepastian, dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyatnya.
Stok BBM untuk 21 hari yang selama ini disebut sebagai standar buffer operasional semestinya tidak dipandang sebagai zona aman.
LAILA Fathiah, dengan nama panggung Fadia Arafiq, menjadi kepala daerah kedelapan hasil pilkada serentak pada 2024 lalu yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved