Selasa 21 September 2021, 05:00 WIB

Menangkal Gelombang Ketiga

Administrator | Editorial
Menangkal Gelombang Ketiga

MI/Seno
Ilustrasi MI.

 

 

INDONESIA berhasil melewati amukan pandemi covid-19 gelombang kedua. Itulah buah dari kerja sama apik semua anak bangsa. Meski begitu, kita pantang besar kepala karena virus korona masih ada dan setiap saat bisa kembali menghadirkan malapetaka.

Untuk sementara, kita boleh bersuka karena tingkat penularan korona bisa kita tekan. Kita bisa bernapas lega karena angka kasus positif yang sempat tembus 50.000 kini hanya di kisaran 2.000 per hari. Pun demikian dengan tingkat kematian yang terus menunjukkan penurunan, sedangkan angka kesembuhan konsisten memperlihatkan peningkatan.

Sirene ambulans yang dulu begitu rajin meneror telinga kita, kini jarang lagi terdengar. Toa masjid yang dulu sering dibunyikan untuk memberitahukan ada warga yang meninggal akibat covid-19, kini kembali ke fungsi awal sebagai pengabar bahwa waktu salat telah tiba.

Tiada lagi situasi yang mencekam. Rumah sakit, klinik, atau fasilitas kesehatan lainnya juga telah normal, tidak seperti dulu ketika penderita covid-19 membanjiri hingga lorong-lorong bahkan tempat parkir.

Layakkah semua itu kita rayakan? Tidak. Kita tidak boleh larut dalam euforia, apalagi sampai mabuk kemenangan.

Kita memang mampu meredam sepak terjang korona gelombang kedua. Namun, harus dicatat tebal-tebal bahwa keberhasilan itu hanya sementara. Sekali lagi cuma sementara, karena korona belum sepenuhnya sirna. Korona masih ada, sangat dekat dengan kita, dan sewaktu-waktu bisa kembali menebar duka.

Fakta empiris membuktikan, ekspansi korona di dunia tak cukup dua gelombang. Tiga gelombang pandemi telah terjadi, yakni pada Januari 2021 sebagai puncak pertama, April 2021 puncak kedua, dan Agustus-September 2021 puncak ketiga. Itu pun belum sepenuhnya selesai karena sejumlah negara masih direpotkan dengan melonjaknya kasus positif.

Jika menilik fenomena tersebut, Indonesia jelas belum aman. Justru sebaliknya, negeri ini berada dalam ancaman besar karena baru mengalami dua gelombang pandemi. Gelombang ketiga yang dampaknya tak kalah dahsyat bisa datang setiap saat.

Potensi itulah yang disadari betul oleh pemerintah maupun para epidemiolog. Bahkan, menurut ahli epidemiologi, gelombang ketiga diprediksi bakal terjadi akhir Desember nanti.

Prediksi itu bukan cerita fiksi untuk menakut-nakuti. Ia adalah pijakan bagi kita semua untuk menyiapkan antisipasi sejak saat ini, dan yang paling penting berusaha agar tak terealisasi.

Gelombang ketiga pandemi covid-19 memang telah menjadi fenomena dunia. Akan tetapi, ia bukanlah keniscayaan. Ia bisa melanda negeri ini, bisa juga tidak. Semua tergantung kita dalam menyikapinya.

Gelombang ketiga akan terjadi jika kita mabuk dalam euforia dan merasa kehidupan sudah normal lalu mengesampingkan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas). Gelombang ketiga akan memapar jika kita mengendurkan 3T (tracing, testing, dan treatment).

Gelombang ketiga akan menyerang jika pemerintah membuka seluas-luasnya pembatasan bagi mobilitas dan kegiatan. Bangsa ini masih butuh pengetatan aktivitas sebab kekebalan komunal masih jauh dari realitas karena 80% penduduk belum mendapatkan vaksin lengkap.

Pada konteks itulah kita mengingatkan pemerintah untuk terus mempertahankan politik intervensi. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) terbukti ampuh meredam covid-19 sehingga harus dipertahankan dengan level tertentu.

Pelonggaran di segala sektor memang diperlukan demi kebangkitan ekonomi, tetapi jangan biarkan sampai lepas kendali. Gelombang ketiga pandemi bukan ilusi, tetapi kita semua bisa menangkalnya agar tak sampai terjadi.

Baca Juga

MI/Duta

Kabur Saat Karantina Penjara Menanti

👤Administrator 🕔Sabtu 23 Oktober 2021, 05:00 WIB
SALAH satu asas penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan ialah nondiskriminatif. Karena itu, setiap orang, tanpa membedakan status sosial,...
MI/Duta

Rapor Politik Jokowi-Amin

👤Administrator 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 05:00 WIB
DALAM dua tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf...
MI/Duta

Hukum dan Korupsi masih Keteteran

👤Administrator 🕔Kamis 21 Oktober 2021, 05:00 WIB
PENEGAKAN hukum dan pemberantasan korupsi paling disorot dalam dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Krisis Energi Eropa akan Memburuk

Jika situasinya tidak membaik dalam beberapa bulan ke depan, ada potensi krisis ekonomi yang menghancurkan

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya