Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Momentum dari Pabrik Baterai

16/9/2021 05:00
Momentum dari Pabrik Baterai
(MI/Duta)

 

 

DALAM banyak hal, Indonesia adalah surganya pasar karena jumlah penduduknya yang besar. Dalam banyak komoditas, Republik ini juga tercatat sebagai pemilik sekaligus penghasil sumber daya alam terbesar. Sayang seribu sayang, perpaduan dua keunggulan itu selama ini tidak banyak termaksimalkan.

Pada praktiknya, kita lebih sering terlena dengan label pasar terbesar ketimbang membangun ekosistem industri yang kuat untuk memanfaatkan pasar tersebut. Alhasil impor merajalela, produk asing membanjir. Di saat yang sama, produk dalam negeri terengah-engah tak selalu dapat sokongan.

Begitu pula dengan sumber daya alam yang selama ini begitu terbuka untuk diekspor dalam bentuk mentah. Barang mentah itu kemudian diolah di luar negeri, lalu kembali ke Tanah Air sebagai barang jadi dengan harga berkali-kali lipat. Masyarakat kita dengan sifat komsumtifnya yang kebetulan tinggi, lagi-lagi hanya menjadi pasar.

Hilirisasi industri lambat, kalau tidak mau dikatakan mandek. Padahal, itu salah satu cara paling elegan untuk mengoptimalkan pasar besar yang kita punya, sekaligus mengerek nilai tambah produk untuk diekspor ataupun memenuhi kebutuhan pasar domestik. Padahal, jika diprogramkan serius, hilirisasi industri akan memberikan dampak sangat positif bagi perekonomian nasional, terutama dari sisi penerimaan devisa dan pajak serta penyerapan tenaga kerja.

 

Kini, keseriusan itu sepertinya sudah tampak. Presiden Joko Widodo sendiri yang mencoba menunjukkan keseriusan pemerintah menggenjot hilirisasi itu saat meresmikan pembangunan (groundbreaking) pabrik baterai untuk kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat, kemarin.

Dalam kesempatan itu, dengan lantang Presiden Jokowi mengatakan bahwa era kejayaan bahan mentah sudah berakhir. “Kita harus berani mengubah struktur ekonomi yang selama ini berbasis komoditas menjadi ke hilirisasi, ke industrialisasi. Kita harus menjadi negara industri yang kuat berbasis pada pengembangan inovasi teknologi."

Tegas tanpa ragu. Kita berharap ketegasan dan ketidakraguan itu tidak berhenti sebatas kata-kata, tapi berlanjut pada implementasinya nanti.

Ini momentum sekaligus menjadi ujian bagi pemerintahan Jokowi, apakah bakal benar-benar serius membangun hilirisasi atau hanya seperti petinju tua, galak di awal tapi lembek kemudian.

Setidaknya, dalam konteks saat ini, pemerintah mesti menjaga betul komitmen mereka untuk menyokong pengembangan ekosistem industri baterai dan kendaraan listrik. Ada investasi pembangunan pabrik sebesar US$1,1 miliar atau setara Rp15,95 triliun yang tak boleh direspons dengan kebijakan seadanya. Ada potensi penyerapan tenaga kerja cukup besar dari investasi itu yang tidak boleh disia-siakan. Sangat tidak masuk akal kalau kita masih tak serius.

Selain itu, Indonesia adalah raja nikel dunia. Indonesia punya cadangan nikel yang merupakan bahan utama pengembangan baterai untuk mobil listrik mencapai 24% sampai 26% dari total cadangan dunia. Tentu ini menjadi start sangat bagus untuk memulai pertarungan kita menjadi produsen utama produk-produk berbasis nikel, termasuk baterai kendaraan listrik. Target yang realistis dan fokus akan membantu pemerintah menentukan strategi serta kebijakannya dengan lebih mudah.

Pada saat yang sama, kita juga tak perlu terburu-buru melompat ke batu yang lebih jauh. Tak elok jika satu langkah belum sempurna, sudah bermuluk-muluk lagi bahwa setelah menguasai industri baterai listrik, Indonesia juga akan menjadi produsen utama kendaraan listrik.

Bolehlah itu menjadi target besar di masa depan, tapi jangan sampai mimpi itu malah mengganggu atensi pemerintah terhadap yang sudah ada. Tuntaskan dulu langkah pertama, buktikan bahwa Indonesia memang serius memulai perubahan menjadi negara industri yang kuat berbasis pengembangan inovasi teknologi.



Berita Lainnya
  • Sanksi Korupsi yang Menjerakan

    06/3/2026 05:00

    PENANGKAPAN Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menegaskan satu hal, bahwa praktik korupsi di daerah bukanlah peristiwa tunggal

  • Rapatkan Barisan Hadapi Guncangan

    05/3/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di tepi pusaran krisis. Ketidakpastian global menjelma menjadi badai yang sulit diprediksi arahnya.

  • Menyiasati Krisis Energi

    04/3/2026 05:00

    PERANG di Timur Tengah telah berlangsung selama lebih dari tiga hari. Dampaknya mulai dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

  • Mobil Mewah bukan Penentu Muruah

    03/3/2026 05:00

    SETELAH menjadi polemik, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud akhirnya mengembalikan mobil dinas mewah seharga Rp8,5 miliar ke kas daerah.

  • Saatnya Semua Menahan Diri

    02/3/2026 05:00

    SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

  • Menambal Defisit tanpa Bebani Rakyat

    28/2/2026 05:00

    PROGRAM Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kini berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, ia adalah oase bagi jutaan rakyat untuk mengakses layanan kesehatan.

  • Menata Ulang Efektivitas Demokrasi

    27/2/2026 05:00

    PEMBAHASAN revisi Undang-Undang Pemilu kembali menghadirkan satu isu strategis, yakni ambang batas parlemen.

  • Krisis Ruang Digital Anak

    26/2/2026 05:00

    RUANG digital yang semula digadang-gadang sebagai wahana belajar dan berkreasi bagi generasi muda kini berubah menjadi medan yang semakin berbahaya bagi anak-anak.

  • Ungkap Otak Sindikat Narkoba

    25/2/2026 05:00

    FANDI Ramadhan adalah potret dari petaka yang disebabkan oleh narkoba.

  • Menagih Imbal Hasil Investasi Pendidikan

    24/2/2026 05:00

    Para awardee ini dibiayai miliaran rupiah untuk mendapatkan kemewahan bersekolah ke luar negeri agar mereka pulang sebagai agen perubahan yang ikut membereskan ketidakidealan tersebut.

  • Sigap Membaca Perubahan Amerika

    23/2/2026 05:00

    DUNIA sedang menyaksikan titik balik luar biasa dalam lanskap perdagangan internasional.

  • Hasil Gemilang Negosiasi Dagang

    21/2/2026 05:00

    Pemerintah perlu memastikan harmonisasi regulasi, mempercepat layanan perizinan, serta memperkuat lembaga pengawas mutu agar tidak terjadi kasus penolakan produk di pelabuhan tujuan.

  • Memitigasi Penutupan Selat Hormuz

    20/2/2026 05:00

    IRAN menutup sementara Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan negara adidaya Amerika Serikat.

  • Ramadan Mempersatukan

    19/2/2026 05:00

    SEPERTI pada 2022 dan 2024, juga pada banyak tahun sebelumnya, perbedaan jatuhnya 1 Ramadan kembali terjadi di Indonesia dan sejumlah negara lain.

  • Kendalikan Harga Segera

    18/2/2026 05:00

    KENAIKAN harga bahan pokok menjelang Ramadan kembali terulang. Polanya nyaris seragam dari tahun ke tahun.

  • Imlek dan Ramadan Merajut Tenun Kebangsaan

    17/2/2026 05:00

    SUDAH lebih dari dumedia a dekade, Hari Raya Imlek berdiri tegak sebagai simbol kematangan Republik dalam merawat keberagaman.